Yuk, Kunjungi Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan

RUANGNEGERI.com – Toraja dikenal sebagai daerah yang memiliki kumpulan wisata-wisata yang unik dan ekstrem dan di Indonesia. Misalnya, pemakaman yang tak lazim, berupa tengkorak-tengkorak dibiarkan terbuka di permukaan tanah tanpa dikubur. Juga, berbagai tempat yang mengandung suasana mistis dan kekuatan gaib.

Tempat-tempat seperti itu dijadikan sebagai tempat wisata dan dikunjungi banyak orang di Tana Toraja, bahkan warga mancanegara.

Lantas, apa saja ragam wisata di Tana Toraja yang perlu kamu ketahui? Simak ulasan berikut ini!

1. Situs Pemakaman Kubur Batu Lemo dan Londa

Tana Toraja memiliki adat yang dianggap penting dan sakral oleh masyarakatnya, yaitu menghormati kematian seseorang. Hal ini dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai upacara adat dan ritual penguburan.

Dalam hal penguburan, Tana Toraja memiliki cara yang unik untuk menguburkan jenazah seseorang. Kompleks pemakaman ini juga merupakan tempat peristirahatan terakhir para Bangsawan Toraja. Yang paling paling populer adalah kuburan batu.

Selain itu, di Toraja juga terdapat beberapa teknik untuk mengubur jenazah seseorang. Di antaranya, kuburan gantung, kuburan pahat, kuburan tanah, kuburan gua hingga patane (sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan peti mati).

Dari berbagai teknik penguburan tersebut, terlihat bawa Tana Toraja memiliki tradisi yang unik dalam memperlakukan orang yang telah meninggal.

Tak heran jika di sana, pemakaman dapat dijadikan sebagai destinasi wisata yang sarat akan kearifan lokal masyarakat adatnya. Contohnya dapat ditemui di kuburan batu Lemo dan Londa yang terdapat di perbatasan daerah Makale dan Rantepao.

Wilayah di Tana Toraja terbagi atas dua bagian, yaitu Tana Toraja bagian selatan dengan pusatnya Kota Makale dan bagian utara dengan pusatnya di Rantepao.

Kuburan Batu Lemo

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Kuburan Batu Lemo
Sumber: Google Maps/Travenesia

Kuburan Batu Lemo adalah kompleks pemakaman yang berupa peti-peti yang diletakkan melekat di dinding tebing bukit karst. Peti mati yang ada disimpan di dalam dinding batu kapur yang terlebih dulu telah dilubangi dengan cara dipahat secara manual.

Satu lubang biasanya diisi oleh satu keluarga, yang kemudian lubang itu ditutup dengan papan kayu atau bambu.

Di sekitar lubang-lubang untuk menyimpan peti mati ini, terdapat patung-patung yang berjejer dan disusun sedemikian rupa.

Patung itu bernama Tau-Tau, ia merepresentasikan orang yang telah meninggal dan dikubur di sana. Tetapi, ia tidak merepresentasikan jumlahnya. Sebab, tidak semua yang dikubur di sana memiliki patung Tau-Tau.

Patung Tau-Tau ini diletakkan di sana sebagai simbolis dan kenang-kenangan untuk keluarga yang telah ditinggalkan.

Untuk dibuatkan satu patung Tau-Tau, keluarga harus menyelenggarakan upacara adat yang disebut dengan Rambu Solo. Pada upacara itu, keluarga harus menyediakan 24 kerbau untuk disembelih dan dikurbankan.

Harga untuk membuat satu patung Tau-Tau menjadi mahal karena harus menyelenggarakan upacara adat tersebut. Bayangkan, harga satu kerbaunya bisa puluhan juta.

Maka, berapa yang harus disiapkan keluarga untuk menyelenggarakan serangkaian upacara adatnya?

Kuburan Goa Londa

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Patung Tau-Tau dan Berbagai Peti Jenazah di Kuburan Goa Londa
Sumber: Google Maps/James Wijaya

Selain Kompleks Kuburan Batu Lemo, masih ada kompleks kuburan lain tak jauh dari sana. Yaitu kuburan gua, yang terletak di Goa Londa. Di sini, kamu akan merasakan sensasi masuk ke gua yang dipenuhi dengan tengkorak, bahkan mayat yang baru saja meninggal dunia.

Ketika sampai di kompleks Goa Londa, kamu akan langsung melihat jejeran patung Tau-Tau yang lebih realistis dan peti mati yang bentuknya bervariasi di depan mulut gua.

Di gua ini pula, kamu dapat melihat peti yang digantung. Semakin tinggi letaknya, menandakan semakin tinggi pula status sosialnya. Di kompleks gua ini, kamu juga bisa mendengar kisah cinta Romeo – Julietnya orang Toraja.

Dikisahkan, kisah cinta mereka tidak direstui oleh keluarganya karena ternyata mereka sepupu jauh. Sehingga akhirnya mereka memilih untuk bunuh diri bersama-sama.

Ada satu aturan adat yang harus kamu patuhi ketika mengunjungi kompleks pemakaman ini, yaitu tidak boleh membuat objek apapun di sana berpindah dari tempatnya.

Kamu tidak boleh memindahkan segala macam objek di sana, baik itu tengkorak, peti mati maupun objek-objek lainnya. Sebab, untuk memindahkan objek-objek itu, perlu serangkaian upacara adat.

Jadi, kamu harus ekstra hati-hati ya.

Untuk memasuki kompleks pemakaman ini, kamu hanya harus membayar karcis masuk sebesar 10 ribu rupiah saja. Jika tertarik mengunjungi kompleks pemakaman di Tana Toraja ini, sebaiknya kamu minta diantar seorang teman asli daerah sana.

Sebab, penjelasan dari mereka akan menjadi bumbu penyedap yang akan membuat wisatamu menjadi lebih asyik.

BACA JUGA: Ragam dan Pesona Wisata Tanah Flores

2. Pango-Pango Makale, Kebun Hijau di Atas Awan

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Kesegaran di Pango-Pango Makale, Kebun di Atas Awan
Sumber: Google Maps/Diary Nina

Pango-Pango Makale merupakan tempat wisata alam berupa dataran tinggi yang dikelilingi oleh awan. Oleh karenanya, masyarakat setempat biasa menyebutnya sebagai negeri di atas awan.

Hutan pinus dan kebun hijau Pango-Pango berada di dataran tinggi dengan ketinggian 1700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari ketinggian itu, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Kota Makale, juga pemandangan eksotis matahari terbit dan tenggelam di atas bukit Pango-Pango.

Seperti namanya, wisata alam Pango-Pango Makale ini terletak di Makale Selatan. Tepatnya di Kelurahan Pasang, Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Kamu bisa cek lokasinya di tautan Google Maps ini ya.

Kawasan wisata alam Pango-Pango buka 24 jam. Tapi, meski begitu perhatikan waktu yang pas untuk mengunjunginya ya. Sebaiknya kamu datang waktu pagi hari atau sore, menjelang matahari terbenam.

Jika datang sore hari, lebih afdhol jika kamu bermalam sekalian di atas bukit. Tentu, dengan membawa tenda dan peralatan camping sendiri.

BACA JUGA: Tradisi Unik Suku Sasak di Lombok, ‘Menculik’ Gadis yang Hendak Dinikahi

Fasilitas Wisata

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Jembatan, flying fox, dan wahana lain di Pango-Pango Makale
Sumber: Google Maps/Akram

Selain tempat untuk berkemah, bukit Pango-Pango juga menyediakan berbagai fasilitas lain seperti gazebo dan tempat duduk di ruang terbuka. Tentu fasilitas dasar seperti toilet juga disediakan pengelola Pango-Pango.

Tak hanya itu, kamu juga bisa bermain-main dengan beberapa wahana asyik yang disediakan di sini. Seperti, ayunan dan flying fox. Kamu bisa merasakan sensasi berayun di atas ketinggian.

Jangan khawatir, aman kok. Ayunan dikaitkan di dua pohon pinus dengan ketinggian yang masih wajar.

Ada juga wahana Rumah Hobbit. Dalam bahasa Toraja disebut dengan Kolongdai. Ada kurang lebih 7 Rumah Hobbit yang satu unitnya bisa ditempati maksimal 4 orang. Ukurannya 2 x 3 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Di dalam sini, orang dewasa tidak bisa berdiri, tapi tiduran bisa. Di sekitarnya juga disediakan kamar mandi. Kamu bisa berfoto dan bermain sepuasnya di sini.

Selain itu, kamu juga bisa memetik sayur-sayuran dan buah-buahan segar di kebunnya. Seperti, buah cokelat, kopi, pohon enau, dan tamarillo. Jadi, Pango-Pango menawarkan banyak jenis wisata dalam satu tempat.

Agrowisata sekaligus wisata alam. Semua itu bisa kamu dapatkan hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah saja. Kalau mau membawa pulang buah hasil petikan dari kebun, kamu harus membayar terpisah.

3. Kawasan Patung Yesus Memberkati, Tertinggi di Dunia

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Lanskap Patung Tuhan Yesus Memberkati di Tana Toraja
Sumber: Google Maps/Jerio Madre

Tak hanya wisata budaya dan alam, Tana Toraja juga menyediakan wisata religi yang menyenangkan. Adanya wisata religi tersebut dapat dijumpai di kawasan Puncak Buntu Burake, yaitu Patung Yesus Memberkati yang merupakan patung Yesus tertinggi di dunia.

Patung ini berada di ketinggian 1700 mdpl. Tinggi badan patung Yesus ini adalah 45 meter, terbuat dari coran perunggu. Tinggi patung ini mengalahkan Patung Yesus di Rio de Janeiro, Brasil yang ketinggiannya mencapai 38 meter di puncak gunung Corcovado.

Patung Tuhan Yesus Memberkati yang sekaligus menjadi ikon Tana Toraja ini dibangun pada Mei 2015 lalu dengan biaya mencapai 22 miliar Rupiah.

Patung ini memang dibangun untuk meningkatkan kunjungan wisata di Tana Toraja. Terbukti, pada tahun 2016 lalu kunjungan ke Buntu Burake mencapai 1 juta wisatawan.

BACA JUGA: Menelisik Berbagai Tradisi Pingitan di Indonesia

Jembatan Kaca yang Indah

Wisata Unik Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Jembatan Kaca Terpanjang di Indonesia
Sumber: Google Maps/Firdaus Wahab

Daya tarik kawasan Patung Yesus ini terletak pada jalan menuju ke puncak patungnya. Pengunjung harus melewati 500 anak tangga dari tempat parkir sampai ke puncak bukit.

Selain itu, keindahan kawasan wisata religi ini semakin digemari dengan adanya jembatan kaca yang diklaim merupakan yang terpanjang di Indonesia. Jembatan kaca indah itu menjulur sepanjang kurang lebih 100 meter.

Ini merupakan salah satu spot foto favorit pengunjung ketika datang ke kawasan ini. Jembatan kaca ini baru dibangun pada 2018 lalu, dan dalam pembangunannya menghabiskan biaya 4 miliar Rupiah.

Mengingat kawasan wisata ini terletak di atas ketinggian, bagi kamu yang fobia ketinggian sebaiknya tidak mencoba naik ke puncak patungnya ya. Sebelum mencapai puncaknya, kamu bisa pusing ketika menaiki anak tangganya, apalagi jika kamu melihat ke bawah.

Oh ya, meskipun wisata religi, tetapi bukan berarti hanya orang-orang Nasrani saja yang boleh datang ke sini. Mereka yang hobi hiking, trekking, dan fotografi sangat disarankan pergi ke sini.

Sebab, bentang alam sekitar patung yang berupa perbukitan hijau sangat indah dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Pemandangan eksotis Kota Makale juga terlihat dari atas puncak bukit.

Untuk menuju ke Buntu Burake di mana patung ini berada, kamu harus berkendara sejauh 4 km dari Kota Makale. Akses jalan ke kawasan ini sudah cukup baik. Jalannya beraspal mulus dan cukup lebar.

Sesampainya di kawasan wisata religi ini, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah saja. Bagaimana? Tertarik mengunjungi Tana Toraja?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *