Yuk, Intip Pentingnya Kolaborasi dalam Parenting Anak!

RUANGNEGERI.com – Dalam dunia parenting, kolaborasi atau kerja sama merupakan hal yang sangat mendasar dan penting untuk dilakukan. Kolaborasi ini akan membantu siapapun dalam membentuk kepribadian anak menjadi seperti apa yang diharapkan.

Orang tua tidak hanya mendidik si kecil sendirian tanpa jalinan kerja sama. Namun juga perlu berkolaborasi dengan orang lain yang terkait, seperti pengasuh maupun orang terdekat lain dalam kegiatan sehari-hari.

Stephanie Petrie & Sue Owen (2005) dalam buku berjudul Authentic Relationships in Group Care for Infants and Toddlers, menjelaskan bahwa membantu anak-anak memahami siapa diri mereka lebih penting dari pada mempermasalahkan apa yang sudah mereka lakukan.

Yaitu ditunjukkan dari perilaku orang dewasa yang dapat menerima dan menjadikan diri anak seutuhnya. Dengan begitu, maka akan terbangun rasa percaya pada diri anak. Dari kepercayaan inilah kolaborasi nyata dalam proses pembelajaran terjadi.

Kolaborasi juga mempengaruhi pertumbuhan dan perubahan sikap si kecil dalam menjalani tahapan yang dinamis. Orang tua dapat dengan bekerja sama dengan orang lain dalam mendidik.

Dengan melibatkan orang lain dalam pola asuh juga sangat penting untuk pembelajaran anak kelak.

BACA JUGA: Ajari Anak Mengenal Simpati dan Empati dengan 7 Cara Ini

Kolaborasi dalam Dunia Si Kecil

Setiap anak harus diajarkan mengenai kolaborasi sejak kecil agar dapat mengerti tentang bagaimana bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan membantu anak memahami bagaimana caranya memperlakukan orang lain dengan benar.

March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting (Volume 1), menjelaskan bahwa sebagai upaya meningkatkan kemampuan anak dalam mengatur perencanaan dan tujuan, perlu dilatih untuk dapat berkomunikasi dengan orang tua secara lebih efektif.

Sebab, kemampuan ini memungkinkan kolaborasi yang lebih besar dengan masyarakat. Dalam hal ini, orang tua dapat melakukan pemantauan lebih efektif melalui percakapan tentang kegiatan anak.

Selain berkolaborasi bersama orang tua, juga perlu berkolaborasi dengan orang lain, khususnya teman sebayanya. Anak yang sudah dapat menjalin kerja sama dengan teman seusianya akan lebih mudah menghadapi perubahan yang terjadi seiring pertambahan usia.

Lebih lanjut lagi, dalam Cognitive Psychology and Cognitive Neuroscience, diterangkan bahwa manusia berkolaborasi dan berinteraksi secara budaya. Manusia akan melakukan aktivitas kolaboratif yang kompleks.

Kegiatan saling membantu hal sederhana atau bermain sepak bola sebagai sebuah tim perlu diajarkan kepada anak. Seiring berjalannya waktu, hal ini akan mengarah pada konsep yang kuat dari tingkat organisasi masyarakat dan bahkan negara.

Hal itu menegaskan bahwa si kecil memang harus bisa melakukan kolaborasi sejak dirinya mulai belajar kehidupan. Caranya dapat dilakukan mulai dari yang paling sederhana, yaitu bermain bersama dengan temannya.

Dari hal kecil tersebut, anak-anak akan mulai mengerti mengenai apa itu kolaborasi.

BACA JUGA: Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga?

Kolaborasi dalam Parenting

Parenting merupakan sesuatu yang mendasar sehingga harus dipahami dengan benar oleh para orang tua. Dalam dunia parenting, kolaborasi adalah sesuatu yang bisa dipilih sebagai langkah terbaik dalam mendidik anak.

Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson (2014) dalam bukunya No-drama Discipline : The Whole-Brain Way To Calm The Chaos and Nurture Your Child’s Developing Mind, mengatakan bahwa hidup manusia akan lebih bermakna dengan kolaborasi. Kolaborasi ini perlu dilakukan secara bersama-sama dari orang dewasa dalam mengasuh anak.

Si kecil yang masih berada pada usia awal biasanya memiliki pengasuh selain orang tua. Kehadiran pengasuh ini juga bisa membantu belajar tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain.

Tidak sedikit pula para pengasuh yang membantu orang tua dalam mendisiplinkan anak. Seperti mengajari mereka bermain, berkomunikasi serta membuat keterampilan.

Mary Eming Young & Linda M. Richardson (2007) dalam bukunya Early Child Development From Measurement to Action, menegaskan bahwa orang tua harus mau berkolaborasi dengan banyak mitra yang terlibat dalam pendidikan anak. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan anak usia dini harus terus dikembangkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sepasang suami istri yang sudah mempunyai anak, banyak yang kesulitan mengasuh anaknya sendirian. Paling tidak membutuhkan peran anggota keluarga lain, seperti kakek, nenek maupun kerabat lainnya.

Namun, kolaborasi parenting di sini juga membutuhkan peran orang lain dalam mendidik anak. Mulai dari teman sebaya, tetangga maupun guru. Melalui kerja sama yang dilakukan oleh para orang tua, anak bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Bukan berarti orang tua juga sepenuhnya melepas anaknya kepada pengasuh atau sekolah. Dibutuhkan kerja sama yang lebih luas dalam mendidik anak demi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *