Vladimir Putin Berpeluang Menjadi Presiden Rusia Hingga Tahun 2036

RUANGNEGERI.com – Rusia telah mendukung adanya perubahan konstitusi yang dapat membuka pintu bagi Presiden Vladimir Putin untuk tetap berkuasa hingga 2036.

Pemungutan suara secara nasional telah meratifikasi reformasi konstitusi yang diajukan oleh presiden Rusia, Vladimir Putin.

Melansir dari CNBC (02/07/2020), dengan semua suara dihitung, Komisi Pemilihan menyatakan bahwa perhitungan akhir menunjukkan 77,9 persen dari mereka yang memilih mendukung amandemen konstitusi Rusia dan 21,2% menentang perubahan tersebut.

Data menunjukkan jumlah pemilih adalah 65 persen, berdasarkan Komisi Pemilihan Umum Rusia (CEC).

Amandemen konstitusi mencakup sejumlah masalah, mulai dari upah minimum dan pensiun hingga memberi Putin hak untuk mencalonkan diri selama dua masa jabatan. Karena reformasi akan mengatur ulang batas masa jabatan Putin menjadi nol.

Sementara masa periodenya saat ini baru akan berakhir pada 2024. Hal ini menunujukkan bahwa Putin telah menjadi pemimpin terlama dalam sejarah Rusia modern sejak penguasa Soviet, Josef Stalin. Pemerintahannya terhitung lebih dari 20 tahun sebagai presiden maupun perdana menteri di Rusia.

Pemungutan suara berlangsung dari 25 Juni hingga 1 Juli, yang awalnya dijadwalkan pada 22 April, terpaksa ditunda karena krisis pandemi Covid-19.

Pandemi virus ini membuat pemungutan suara menjadi jauh lebih tenang, dengan pemeriksaan suhu di pintu dan staf membagikan masker. Hal ini justru membuat pihak berwenang lebih sulit dalam melakukan pemantauan.

Tokoh oposisi mengecam pemungutan suara, mengatakan bila Putin bertujuan untuk menjadi presiden seumur hidup. Namun, pernyataan ini disangkal oleh Putin.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Rusia atas dukungan dan kepercayaan mereka. Pria kelahiran tahun 1952 ini menambahkan bahwa ia dan pemerintahannya akan meningkatkan sistem politik, meningkatkan jaminan sosial, memperkuat kedaulatan dan integritas teritorial.

Kremlin, kompleks Istana Rusia, memuji pemungutan suara sebagai bentuk kemenangan.

Pemungutan suara tentang amandemen konstitusi disebut sebagai referendum. Tetapi dalam kenyataannya, perubahan telah disahkan oleh parlemen Rusia dan pemungutan suara publik dipandang sebagai langkah untuk melegitimasi amandemen tersebut.

Putin secara eksplisit memang belum menyatakan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk jabatan lagi, tetapi ia mengatakan sangat penting jika dirinya memiliki opsi untuk melakukannya.

Para kritikus juga menyamakan Putin dengan Tsar zaman akhir. Mereka meyakini bila Putin akan mencalonkan diri lagi. Beberapa analis mengatakan dia mungkin ingin menjaga pilihannya terbuka untuk menghindari menjadi orang yang lemah.

BACA JUGA: Ketika Kampanye Trump Dikalahkan Pengguna TikTok dan Fans K-Pop

Pihak Oposisi dan Barat Mengklaim Banyak Terjadi Pelanggaran

Kritik terhadap Kremlin mengatakan pemilihan itu tidak transparan atau dilakukan sesuai dengan standar pemilihan biasa. Golos, sebuah kelompok pemantau pemilu Rusia yang independen telah mengajukan suara dengan menuduh ada banyak pelanggaran demokrasi.

Mengutip laman BBCNews, kritikannya meliputi beberapa hal. Yakni pihak oposisi yang dilarang berkampanye di media, pemilihan elektronik jarak jauh diselenggarakan secara ilegal serta pengawas pemilihan ditunjuk oleh Civic Chamber yakni sebuah badan pemerintah.

Pihak oposisi tersebut menuduh bahwa pemerintahan Putin merupakan sejarah bagi serangan terhadap kedaulatan rakyat. Namun oposisi lainnya, Alexei Navalny, justru mengatakan tidak akan memprotes untuk saat ini karena pandemi Covid-19.

Tetapi akan melakukannya dalam jumlah besar di musim gugur jika para kandidatnya diblokir untuk ikut serta dalam pemilihan regional atau hasilnya dipalsukan.

“Paling ditakuti Putin adalah jalanan. Dia tidak akan pergi sampai kita mulai turun ke jalan dalam ratusan ribu dan bahkan jutaan” kata Navalny.

Para pejabat pemilihan mengatakan, tingkat dukungan tertinggi di atas 90% berada di Krimea. Terutama setelah wilayah strategis itu diambil alih oleh Putin melalui referendum pada pada 2014. Dukungan terhadap Putin juga melonjak di Chechnya di Kaukasus Utara dan Tuva, di Siberia.

Sebelum pemungutan suara berakhir, Kementerian Dalam Negeri mengatakan tidak ada pelanggaran yang dapat mempengaruhi hasilnya. Tetapi Golos justru telah menerima sekitar 2.100 laporan tentang kemungkinan pelanggaran.

Beberapa ratus penentang perubahan konstitusi melancarkan protes di Moskow dan St Petersburg. Hasil akhir menunjukkan 65% memilih ‘ya’ untuk reformasi di Moskow, dan 77,6% di St Petersburg.

Amerika Serikat pada hari Kamis (02/07/2020) menyuarakan keprihatinan atas pemungutan suara, menunjuk ke laporan pemaksaan pemilih.

“Kami bermasalah dengan laporan upaya pemerintah Rusia untuk memanipulasi hasil pemungutan suara terbaru tentang amandemen konstitusi, termasuk laporan pemaksaan pemilih, tekanan pada lawan amandemen dan pembatasan pengamat independen pemungutan suara” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus .

Uni Eropa juga meminta Rusia untuk menyelidiki penyimpangan pemilihan suara yang dilaporkan.

Namun, dalam sebuah pernyataan hari Rabu (01/07/2020), ketua Komisi (CEC), Ella Pamfilova membela proses tersebut dengan mengatakan bahwa pemungutan suara itu transparan dan para pejabat telah melakukan segalanya untuk memastikan integritasnya.

Sementara Putin dan para pendukungnya menginginkan reformasi lebih dari 200 perubahan yang diperlukan untuk memastikan stabilitas nasional.

BACA JUGA: Industri Utama AS Terancam Bangkrut, Ini Kebijakan dari Pemerintahan Trump

Perubahan Konstitusi Baru di Rusia

Rangkaian amandemen konstitusi Rusia mencakup banyak pasal, dan menambahkan beberapa pasal baru. Perubahan dan penambahan secara garis besar meliputi ke dalam tiga kategori:

  1. Ideologi Konservatif
  • Melarang segala tindakan atau seruan yang ditujukan pada “mengambil alih” wilayah Rusia.
  • Melindungi “kebenaran historis” dari Perang Patriotik Akbar (1941-1945) dan melarang segala bentuk pernyataan atau tulisan yang “meremehkan” para pejuang.
  • Perlindungan institusi pernikahan sebagai persatuan antara perempuan dan laki-laki.
  • Semua pejabat senior dilarang memiliki paspor negara lain, menjadi warga negara lain, atau memilki rekening bank di negara lain.
  • Mengacu pada keimanan atau kepercayaan masyarakat Rusia, sebagaimana yang diturunkan oleh leluhur mereka.
  1. Sosial / Kesejahteraan
  • Pensiun yang akan ditautkan dengan indeks.
  • Upah minimum tidak kurang dari penghasilan minimum subsisten.
  • Membentuk “sikap bertanggung jawab” terhadap hewan.
  1. Lembaga
  • Dewan Negara menetapkan “arah kebijakan dalam negeri dan luar negeri serta prioritas sosial ekonomi.”
  • Seseorang hanya dapat memegang kepresidenan untuk dua masa jabatan (menggantikan “dua masa jabatan berturut-turut”).
  • Dalam kasus seseorang yang sudah memegang kursi kepresidenan, ketentuan sebelumnya tidak akan dihitung atau yang disebut “zeroing” dari ketentuan Vladimir Putin sejauh ini.

Putin Tetap di Pucuk Tertinggi Kepemimpinan Rusia

Menurut Laporan The Conversation, perhatian sekarang akan beralih ke berbagai pemilihan regional pada 13 September, serta pemilihan parlemen yang dijadwalkan untuk September 2021.

Pemilihan ini menimbulkan tantangan yang jauh lebih besar bagi Kremlin dari pada yang konstitusional. Terutama karena partai politik utama yang didukung Kremlin, Rusia Bersatu sangatlah tidak populer .

Melihat lebih jauh ke depan, penting untuk diingat bahwa Putin tidak berkomitmen untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024.

Tetapi dengan mengubah konstitusi, ia memiliki peluang untuk berlari dan memberinya keunggulan atas para elit. Mereka yang secara terbuka terlalu sibuk mengkhawatirkan siapa yang akan menggantikannya sebagai presiden.

Dengan menyatakan ini, maka Putin secara efektif mengakui sejauh mana ia memiliki kekuatan terpusat dan personal di Rusia.

Dalam pandangannya, itu berarti stabilitas sistem politik hanya dapat dijamin olehnya yang menyiratkan bahwa ia mungkin akan tetap menduduki pucuk pimpinan Rusia hingga tahun 2036 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *