Vaksin Pfizer yang Dikabarkan Ampuh Atasi Covid-19 Tiba di Inggris

RUANGNEGERI.com – Sampai saat ini, Covid-19 masih menjadi mimpi buruk bagi masyarakat dunia. Penyebaran virus telah memasuki gelombang kedua di berbagai negara.

Inggris sejak awal November lalu bahkan melakukan lockdown secara nasional sebagai upaya pencegahan bertambahnya pasien yang terserang virus.

Masyarakat dunia menantikan kehadiran vaksin yang efektif menanggulangi Covid-19. Bahkan, beberapa negara nampak tengah berlomba membuat vaksin.

Perusahaan asal Amerika Serikat diberitakan telah berhasil melakukan uji coba vaksin baru, yakni Pfizer. Tidak tanggung-tanggung, tingkat keberhasilan vaksin ini diklaim bisa mengatasi Covid-19 hingga 90 persen.

Inggris, AS dan Arab Saudi Membeli Vaksin Pfizer

Keberhasilan uji coba vaksin Pfizer membuat banyak negara berlomba-lomba membelinya. Inggris tercatat sebagai negara pertama yang menerima vaksin tersebut.

Melansir The Guardian (06/12/2020), Pusat Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyatakan bahwa untuk tahap awal, pendistribusiannya dilakukan di Rumah Sakit Universitas Croydon, di London Selatan.

“Hal ini sangatlah menyenangkan. Ini menjadi momentum yang luar biasa,” ujar Louise Coghlan, pimpinan dari gabungan tenaga medis negeri Britania Raya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan datangnya vaksi Pfizer pekan ini, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menerima vaksin. “Saya sangat bangga,” katanya melanjutkan.

Sebelumnya, The Global Justice Now, sebuah organisasi berpusat di Inggris yang fokus mengampanyekan isu keadilan dan pembangunan global, mengemukakan bahwa sebanyak 40 juta dosis vaksin Pfizer sudah dibeli oleh Inggris.

Jumlah tersebut terutama diprioritaskan agar bisa mengobati 14 persen umat manusia di dunia. Untuk tahap awal, sebanyak 800 ribu dosis vaksin telah dijadwalkan tiba di Inggris dalam pekan ini.

Selain Inggris, Arab Saudi juga telah membeli 200 juta dosis dan tambahan 100 juta dosis. Sementara AS sendiri telah memesan 100 juta dosis dan tambahan 500 juta dosis vaksin lagi.

Presiden Yunani, Katerina Sakellaropoulou, sebelumnya diberitakan telah menghubungi langsung Presiden Direktur Pfizer, Albert Bourla, melalui sambungan telepon sesaat setelah uji coba vaksin dinyatakan berhasil.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan vaksin seluruh dunia, perusahaan Pfizer bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech. Diperkirakan hingga akhir tahun 2021, vaksin akan mampu diproduksi hingga 1,3 miliar dosis.

Bagaimana untuk negara-negara lain? Seorang analis dari The Global Justice menyebutkan bahwa vaksin ini akan ditawarkan ke negara berkembang dalam beberapa minggu mendatang. Namun, kemungkinan akan dilakukan dalam jumlah yang lebih kecil.

Baca juga: Coronavirus Dapat Menular Lewat Plasenta

Masih Terkendala Persyaratan Teknis dan Distribusi

Ilmuwan AS yang juga Kepala Divisi Penyakit Menular dari Universitas Upstate New York, Stephen Thomas, menyatakan rasa kagumnya terhadap hasil kerja keras dan temuan dari para ilmuwan.

“Saya pikir ini adalah langkah pertama yang hebat,” ujarnya. Ia bahkan menilai jika pengembangan vaksin ini melampaui harapan para ahli imunologi dan dokter secara umum. Namun vaksin ini bukanlah tanpa kendala.

Salah satu hal yang cukup merepotkan adalah harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat Celcius. Hal itu bertujuan supaya vaksin tetap bisa efektif digunakan. Meski data awal mengungkapkan vaksin Pfizer efektif hingga 90 persen, perusahaan tetap diharuskan menyerahkan data tahap akhir kepada Pengawas Obat dan Makanan AS.

Alex Azar dari otoritas kesehatan AS ​​telah “memastikan Pfizer memiliki akses ke pasokan yang diperlukan untuk membantu mengelola dan mendistribusikan vaksin.”

Pendistribusian akan menjadi satu paket lengkap dengan alat suntik, jarum suntik, APD serta es kering untuk penyimpanan. Selama penyimpanan juga perlu dijaga kestabilan suhunya, khususnya ketika didistribusikan ke daerah terpencil.

Namun, solusi penyimpanan Pfizer tengah dikembangkan. Para ilmuwan menyebut tempat penyimpanannya tersebut kotak pizza.

“Kami memiliki serangkaian kemasan yang disebut ‘kotak pizza’ karena bentuknya. Vaksin akan dikemas dengan es kering dalam wadah yang sangat terisolasi,” kata Kepala Satuan Tugas Ilmiah Vaksin Pfizer, Dr. Phil Dormitzer.

Wadah tersebut memungkinkan penyimpanan vaksin selama beberapa minggu. Tujuannya agar kualitas vaksin dan suhu tetap terjaga. Dengan persyaratan tersebut, saat ini tidak setiap rumah sakit memiliki freezer yang memadai.

Untuk tahun pertama, diperkirakan baru sebanyak 50 juta dosis bisa terdistribusikan ke beberapa negara saja. Selanjutnya, secara signifikan baru diprediksi pada kuartal pertama dan kedua tahun 2021.

Baca juga: Dampak Covid-19 terhadap Ekosistem Laut

Proses Uji Coba Vaksin Pfizer

Setelah berita vaksin Pfizer memiliki keampuhan 90 persen mengatasi Covid-19, CEO Pfizer, Albert Bourla, banyak menjadi sorotan dunia. Ia mengaku bahwa proses pembuatan vaksin telah dilakukan selama 9 bulan. Hasil kerja kerasnya bersama tim dalam upaya menyelamatkan umat manusia perlu diapresiasi.

Ia merasa senang sekaligus terharu. “Saya merasa bahagia dan berlinang air mata di saat bersamaan. Ini pekerjaan siang dan malam dari banyak dokter dan ilmuwan menciptakan vaksin Covid-19,” ungkapnya.

“Semua orang di dunia menaruh harapan besar untuk ini. Saya juga tidak pernah mengira kesuksesan vaksin Pfizer mencapai 90 persen,” terang Bourla.

Uji coba pengembangan vaksin Pfizer dilakukan terhadap 94 orang. Para responden menerima vaksin dan plasebo. Mereka semua tidak tahu apa yang diterima oleh tubuhnya.

Hasilnya, peserta yang menerima vaksin 2 dosis lebih terlindung dari virus Covid-19. Hal itu terlihat dari 28 hari setelah dilakukan vaksinasi. Beberapa negara dikabarkan berencana memberikan vaksin secara gratis bagi warganya.

Rosalina Pertiwi Gultom

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *