Uni Eropa Siap Menyambut Wisatawan di Musim Panas

RUANGNEGERI.com – Seluruh negara di dunia saat ini sedang duduk di belakang dinding besar karantina atau perbatasan tersegel, tengah mencari tahu cara agar mereka dapat menyambut kembali wisatawan ke negaranya.

Seperti yang telah dilakukan oleh Uni Eropa, di tengah pandemi seperti ini, merencanakan akan membuka kembali sektor pariwisata di musim panas mendatang.

Meski saat ini kota-kota destinasi utama sedang melakukan karantina wilayah, tetapi beberapa kota telah diperlonggar dengan seiring dengan klaim menurunnya tingkat infeksi di beberapa negara.

Hal ini juga dilakukannya demi memompa devisa negara untuk mulai menggerakkan roda ekonominya yang telah terpuruk akibat wabah virus corona.

Pasar pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling menguntungkan bagi Eropa. Sehingga keadaan pembatasan wilayah ini membuatnya terpukul. Kota-kota yang biasanya ramai seperti Venesia, Roma, Paris, dan Barcelona berdiri kosong, tidak adanya pengunjung yang datang karena takut melakukan perjalanan jauh.

Uni Eropa meluncurkan rencana aksi untuk membuka kembali perbatasan internalnya. Hal itu adalah untuk menghidupkan kembali koneksi kereta api, jalan, udara dan laut yang telah terhenti selama pandemi ini.

“Kita semua perlu istirahat, terutama setelah kurungan ini. Kami ingin menikmati liburan musim panas, kami juga ingin melihat keluarga dan teman-teman kami walaupun mereka tinggal di daerah lain, di negara lain” kata Thierry Breton, Komisaris Pasar Internal Uni Eropa sebagaimana dilansir CNN.com (21/05/2020).

Thierry Breton menambahkan, bahwa dengan dibukanya perbatasan ini bukan berarti mengabaikan kesehatan serta keamanan. Karena pria kelahiran Paris ini yakin bila virus akan masih ada dalam beberapa waktu ini.

Saat ini sejumlah rekomendasi dipersiapkan untuk mendukung perjalanan wisata dan pembukaan perbatasan tersebut. Komisi Eropa merekomendasikan agar orang mengikuti aturan jarak sosial dan wajib menggunakan masker wajah wajib bepergian.

BACA JUGA: Terkait Pembukaan Kembali AS, Presiden Trump dan Senat Diingatkan oleh Anthony Fauci

Langkah Negara-Negara Uni Eropa

Komisi juga menetapkan peta jalan untuk mengembangkan protokol kesehatan dan keselamatan untuk pantai, hotel, tempat perkemahan, B&B, kafe dan restoran untuk melindungi tamu dan karyawan. Seperti memungkinkan orang untuk memesan slot waktu di gym dan kolam renang terlebih dahulu.

Kapasitas rumah sakit yang cukup untuk menangani lonjakan kasus juga dipersiapkan, agar jika infeksi mulai meningkat lagi, pembatasan dapat diberlakukan kembali.

Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat aturan yang memberi wisatawan hak atau pilihan untuk memilih antara voucher atau penggantian uang tunai untuk tiket transportasi yang dibatalkan maupun paket perjalanan.

Negara-negara anggota Uni Eropa juga telah menyetujui protokol untuk memastikan pelacakan aplikasi bekerja lintas batas. Dengan begitu, maka warga negara dapat diperingatkan akan kemungkinan infeksi Covid-19 saat bepergian.

“Ini tidak akan menjadi musim panas yang normal, bukan untuk kita semua. Tetapi ketika kita semua bekerja bersama dan kita semua melakukan bagian kita. Dalam cara Komisi menetapkan hari ini, maka kita tidak harus menghadapi musim panas yang macet di rumah atau musim panas yang benar-benar hilang untuk industri pariwisata Eropa” kata Margrethe Vestager.

Sementara, langkah-langkah baru ini akan membantu sekaligus memaksakan ketertiban pada situasi perjalanan yang agak kacau di seluruh benua. Namun, bagaimana pun juga, hal itu tetap merupakan situasi yang lebih baik.

Beberapa negara, seperti Yunani, sudah menentukan tanggal tertentu. Negara lainnya, seperti Austria dan Jerman, sudah mengangkat perbatasan internal.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan pada hari Rabu (13/05/2020) bahwa banyak perbatasan internal Uni Eropa yang akan dicabut pada 15 Juni.

Bahkan ada pembicaraan tentang mengizinkan “koridor hijau” atau “gelembung perjalanan”. Hal itu dikhususkan bagi negara-negara tertentu dengan tingkat infeksi rendah atau menurun tajam, yakni untuk membuka ke beberapa tujuan tertentu sampai perbatasan dibuka kembali sepenuhnya.

Langkah-langkah itu telah didukung dalam rencana Uni Eropa yang mengusulkan pembatasan pengangkatan tersebut.

Informasi ini menjadi situasi yang ditunggu-tunggu oleh jutaan calon wisatawan. Mereka banyak yang menginginkan untuk berlibur menikmati secercah sinar matahari dan budaya Eropa, setelah berminggu-minggu atau bahkan dalam berbulan-bulan diasingkan di rumahnya dalam keadaan terkunci.

Sementara itu, Matthew Hancock, Menteri Kesehatan Inggris, telah memperingatkan bila liburan internasional mewah dan besar tidak mungkin terjadi pada musim panas saat ini.

Uni Eropa tetap bersikeras akan ada musim panas di tahun ini. Meskipun rencana tersebut tidak mengikat, sehingga akan tergantung pada masing-masing negara untuk mengimplementasikan perubahan.

Selain itu masih harus menunggu perkembangan dari penyebaran Covid-19 itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *