Trump Positif Covid-19, Ini Dampaknya Bagi Amerika Serikat

RUANGNEGERI.com – Masa jabatan Donald Trump akan berakhir bulan November 2020 mendatang. Amerika Serikat akan menggelar pesta demokrasi, yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk 4 tahun mendatang.

Pemilu kali ini, mantan Wakil Presiden di era Barrack Obama, Joe Biden yang menggandeng Kamala Harris, wanita keturunan Asia-Afrika sebagai calon wakilnya, akan menantang Donald Trump dalam perebutan kursi kepemimpinan AS periode 2020 hingga 2024.

Di akhir periode kepemimpinan, Trump terlihat sibuk berkampanye di Gedung Putih dan berbagai wilayah bagian di Amerika. Banyak pula program-program baru yang dibesutnya bersama tim pemenangan dari partai.

Namun, beberapa agenda terpaksa tertunda setelah dirinya dan ibu negara dinyatakan positif Covid-19. Kondisi kesehatan Trump yang menurun berimbas besar bagi AS. Terutama dalam segi ekonomi negara dan iklim investasi.

BACA JUGA: Presiden Trump Positif Covid-19, Penerbangan Pesawat Nuklir Tetap Dilanjutkan

Menimbulkan Ketidakpastian Bagi Investor

Kabar bahwa Trump terkena virus Corona menimbulkan kekhawatiran ekstra bagi investor. Seorang pakar investasi mengungkapkan “kondisi presiden yang memburuk dapat membuat iklim investasi di AS menjadi kabur.”

Adapun dasar dari ungkapan pakar investasi karena proses pemulihan ekonomi yang tengah diperbaiki. Ada kemungkinan stimulus ekonomi ditunda ataupun diberhentikan oleh Kongres.

Namun, jika pemilihan umum presiden AS yang tidak ditunda juga akan menimbulkan pandangan terjadinya krisis konstitusional. Alasan-alasan inilah yang membuat para investor cemas.

Melansir dari The New York Times (02/10/2020), semenjak Trump mengumumkan dirinya positif Corona berdampak besar bagi para investor. Sebab, hal menimbulkan perasaan frustasi karena sulitnya memprediksikan stabilitas investasi.

Charless Geisst, seorang sejarawan dan profesor keuangan emeritus dari Manhattan College mengungkapkan kekhawatirannya.

“Ini bukan peristiwa yang diperkirakan dengan jelas karena tidak terlihat dari cuaca cerah. Tetapi menjadi kebingungan bagi banyak sektor. Hal-hal seperti ini sudah tidak terduga. Setara denga ujian di sepanjang tahun ini,” katanya.

Analogi yang digunakan apabila pandemi merambah ke Oval Office, bursa saham S&P 500 ditutup hanya 1 persen per hari dianggap hal yang tidak biasa.

Selanjutnya, dilihat dari perkembangan studi Departemen Tenaga Kerja menyimpulkan terdapat sekitar 200.000 pekerja dari berbagai sektor yang dirumahkan selama bulan September 2020.

Angka tersebut dinilai melebihi prediksi yang sebelumnya ditetapkan banyak pakar ekonomi AS.

BACA JUGA: Kelanjutan Dugaan Penipuan Pajak oleh Perusahaan Donald Trump Seolah Mengambang

Kondisi Pasar Saham di Saat Presiden AS Sakit

Dalam sejarahnya, AS sempat mengalami penurunan saham ketika Presiden AS jatuh sakit. Peristiwa ini terjadi lebih dari setengah abad lalu, sekitar September 1955.

Saat itu, Presiden Dwight D. Eisenhower diberitakan mengalami serangan jantung. Dampak dari berita tersebut membuat saham S&P 500 turun 6,6 persen dalam waktu satu hari.

Selain itu, ada juga peristiwa Presiden Ronald Reagan yang ditembak secara misterius pada 30 Maret 1981. Kala itu perdagangan saham langsung dihentikan beberapa saat dengan dalih untuk menekan kerugian menjadi 0,3 persen.

Saat Presiden John F. Kennedy dibunuh pada 22 November 1963 juga berdampak chaos. Di mana 2,8 persen saham AS terjual dalam sesi singkat.

Semua peristiwa tersebut menimbulkan dugaan dari berbagai kalangan bahwa kondisi Presiden Donald Trump yang terserang Covid-19 ini akan membawa pengaruh besar bagi pasar saham.

BACA JUGA: Masa Depan Hubungan Amerika Serikat – Tiongkok Pasca Covid-19

Iklim Saham dan Psikologis Investor

Melansir dari Reuters (06/10/2020), kabar Trump positif Covid-19 ini telah menimbulkan rasa panik dari kalangan investor. Mengingat, perputaran investasi di AS yang sebelumnya riuh menjadi tersendat dalam beberapa minggu belakangan.

Beberapa investor justru mengkhawatirkan resiko perpolitik nasional di masa mendatang. Secara politik, prospek kemenangan Partai Demokrat yang mendukung pasangan Joe Biden dan Kamala Harris pada November mendatang menjadi pertimbangan utama.

Pasalnya, ditemukan kemungkinan adanya peningkatan regulasi dan efek dari pajak perusahaan semakin tinggi. Disamping itu, para investor berasumsi bahwa Trump dapat saja menolak untuk menerima hasil pemungutan suara apabila ia kalah.

Sejalan dengan hal tersebut Trevor Greetham, seorang manajer keuangan di Royal London Asset Management mengungkapkan pendapatnya.

“Hasil pemilu tertutup dan diperebutkan menyebabkan ketidakstabilan berlarut-larut akan menjadi berita buruk bagi pasar”.

Beberapa bulan lalu, sebuah jurnal di Wall Street juga menuliskan mengenai para pembuat kebijakan akan menyetujui anggaran belanja satu triliun Dolar AS untuk mendukung rumah tangga dan bisnis dalam negeri.

Randy Watts, kepala investasi untuk O’Neil Global Advisors, juga mengatakan penyakit Trump menjadi alasan utama para investor waspada untuk saat ini.

“Saya pikir kondisi seperti itu memberi investor banyak alasan untuk berhenti dan tidak memasukkan modal baru ke pasar hingga pemilu berakhir.”

Kondisi saham AS sejauh ini dirangkum sebagai berikut.

Pertama, saham berjangka turun lebih dari 1 persen sejak posting Twitter Trump positif corona.

Kedua, saham dari sektor utama seperti perusahaan industri dan material pada awal perdagangan di New York menurun hingga 1,4 persen.

Ketiga, saham yang berhubungan dengan proyek infrastruktur mengalami kenaikan.

Dilihat dari perusahaan pembuat aspal, Vulcan Material dan Martin Marietta Material mengalami kenaikan harga saham 1,8 persen dan 2,4 persen.

Keempat, perusahaan peralatan konstruksi United Rentals mengalami kenaikan hampir menyentuh 5,5 persen.

Sementara itu, kondisi pasar obligasi Treasury jangka panjang mengalami sedikit peningkatan. Hal tersebut sebagai dampak dari pertimbangan defisit, resiko inflasi, dan perputaran saham karena akan dirilis stimulus federal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *