Tren Penggunaan Masker di Tengah Pandemi Covid-19

RUANGNEGERI.com – Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penggunaan masker diperuntukkan bagi semua orang, kini masker menjadi kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap individu.

Terutama bila hendak bepergian ke tempat umum, masker diwajibkan sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penggunaan masker sebagai penutup hidung dan mulut ini rupanya tidak hanya sebagai pelindung dari virus. Bagi pecinta mode, masker telah menjadi sebuah tren baru di dunia fesyen.

Tren yang tidak disengaja itu terlahir dari kebutuhan dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar.

Tentu saja tidak butuh waktu lama bagi para jenama mode untuk mulai berinovasi dalam cara hidup baru ini. Banyak label telah mulai membuat masker dan mendesainnya dengan sedikit kepribadian mode kekinian.

Beberapa juga telah menambahkan komponen amal ke dalam desain mereka, dengan memilih untuk menyumbangkan sebagian dari hasil masker mereka ke berbagai sektor yang membutuhkan di masa pandemi ini.

Jenama seperti Collina Strada misalnya, telah membuat masker dari bahan-bahan headstock dan menambahkan pola-pola tie-dye secara berlebihan.

Dengan setiap pembeliannya, jenama ini juga menyediakan 5 masker untuk petugas kesehatan di New York City. Jenama lain seperti Reformation, bahkan sudah mulai menampilkan masker bunga yang sesuai dengan gaun malamnya.

Supermodel, Cindy Crawford juga baru saja memposting foto di Instagramnya, di mana ia mencocokkan pakaiannya dengan maskernya. Dalam foto itu, Crawford mengenakan masker dan blus dari Le Superbe, keduanya dirancang dalam warna tie-dye groovy.

“Sosial menjauhkan tetapi membuatnya menjadi mode,” tulisnya. Pesannya menunjukkan bahwa, kamu harus mengenakannya, dan munkin juga mengenakan masker yang sesuai dengan gaya pribadimu.

Begitu juga dengan produksi lokal di Indonesia yang sedang berlomba-lomba mendesain masker demi menarik konsumennya. Berbagai macam motif dan desain mulai beragam dijual di pasaran.

BACA JUGA: Uni Eropa Siap Menyambut Wisatawan di Musim Panas

Masker Sebagai Fesyen

Dikutip dari BBC.com (16/5/2020), Angel Obasi, pengelola akun Instagram Styleconnaisseur mengatakan bila, semua orang kini sedang mengikuti tren, termasuk para desainer. “Ini padu padan masker dengan busana adalah pernyataan fashion yang diperlukan sekarang” katanya.

Jenama Room Shop Vintage di AS mulai menjual masker dan set top yang cocok. Ketika awalnya kepala bagian produksi mengirimkan gambar sampelnya, Shelly Horst sebagai pendiri Room Shop Vintage mengungkapkan ketertarikannya dan ingin maju dengan ide yang baru itu.

“Sambutan masker/atasan yang kami ciptakan benar-benar bagus. Para pelanggan kami suka dengan tampilan yang cocok. Mengenakan masker yang sesuai dengan atasan, membuat masker itu lebih menyenangkan untuk dipakai, penting dalam masa yang serius dan mengerikan ini” kata Shelly, dikutip dari BBC.

Shelly berharap tren masker ini akan berlanjut. “Kedepannya, orang-orang akan membutuhkan beragam masker untuk dipakai secara bergantian, khususnya ketika semuanya mulai kembali dibuka. Memiliki masker yang cocok adalah mode yang menyenangkan, namun mencocokkan warna juga akan mulai terjadi juga. Menimbang masker apa yang akan dipakai pun akan menjadi bagian dari perencanaan memakai busana” tambahnya.

Bukan hanya mencocokkannya saja yang menjadi populer. Desainer lain juga membuat masker semewah mungkin. Sefiya Sjejomaoh mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pandemi itu seharusnya tidak menghalangi selera gayanya.

“Ketika kamu keluar dengan masker penuh gaya atau dengan aksesori seperti ini, sepertinya kita tidak sedang berperang. Tampaknya lebih menyenangkan,” katanya.

Menariknya, anggota industri mode juga menaruh minat pada masker untuk mendidik.

Perancang busana menggunakan media sosial untuk mengajari masyarakat cara membuat masker untuk mengurangi kekurangan yang dibuat sebelumnya.

Lia Kes dari jenama pakaian berkelanjutan, mulai menjual masker sutra dan kapas yang telah didaur-ulang di situs webnya. Dan menyumbangkan masker wajah kepada seorang pekerja perawatan kesehatan untuk setiap masker yang dibeli.

Bagi sebagian orang, menggunakan masker merupakan hal biasa. Namun bagi yang belum terbiasa, para ahli mengingatkan untuk memperlakukan masker seperti cara mereka memperlakukan pakaian mereka sendiri. Masker harus dicuci dengan air hangat dengan sabun dan dikeringkan semalaman agar tetap bersih.

Penggunaan masker secara terus menerus dapat menyebabkan radang, iritasi, dan berjerawat. Jadi penting juga untuk rutin membersihkan kulit secara teratur.

Apa pun jenis masker yang dikenakan, sepertinya kita semua akan mengenakannya sedikit lebih lama lagi. Untuk penyedia layanan kesehatan, masker adalah cara penting untuk tetap sehat di tempat kerja. Bagi Billie Eilish, masker Gucci dapat berfungsi baik sebagai aksesori mode dan perlengkapan pelindung.

Penutup wajah kita mungkin bukan kelas-PPE atau desainer ternama, tetapi yang terpenting adalah bahwa semua orang melakukan yang terbaik untuk menghentikan penyebaran dengan cara apa pun yang kita bisa.

Ketika pembatasan negara mereda dan orang-orang mulai keluar lagi, masker menjadi cara yang murah dan mudah untuk menjaga agar tingkat infeksi tidak meningkat sebanyak yang seharusnya terjadi.

Masker adalah cara untuk mengurangi kemungkinan penyakit baru, dan lockdown baru yang tidak diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *