Lakukan 10 Tips Ini Untuk Menghindari Stres Karena Pekerjaan

RUANGNEGERI.com – Tuntutan dunia kerja semakin hari semakin tinggi. Meski work life balance atau keseimbangan kehidupan dan pekerjaan mulai banyak digencarkan, namun tetap saja banyak tekanan pekerjaan yang semakin berat.

Tekanan di lingkungan kerja terkadang merupakan hal yang positif karena bisa memicu kamu menjadi lebih kreatif. Namun ketika tidak mampu mengatasi beban tersebut, kamu bisa terkena stres.

Stres dalam hal pekerjaan kerja atau burnout (selanjutnya disebut burnout) bisa terjadi karena berbagai alasan. Ada yang terjadi karena atasan yang suka menekan, rekan kerja yang tidak sportif atau beban kerja yang memang melebihi kapasitasnya.

Baca juga: Motivasi Interpersonal Plegmatis Bisa Sukses Lewat Keahlian Melobi

Orang yang Mengalami Stres Kerja (Burnout)

Seseorang yang mengalami burnout bisa membawanya ke gaya hidup yang tidak sehat sebagai pelarian. Orang tersebut bisa juga mengalami obesitas karena kebanyakan makan dan ngemil, kurang tidur, lebih banyak merokok, minum minuman beralkohol dan kebiasaan negatif lainnya.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui dari seseorang yang mengalami burnout, yakni:

1. Mudah Marah

Orang yang mengalami burnout sangat mudah marah. Ia akan marah meski karena hal-hal sepele apalagi jika tidak sesuai dengan keinginannya. Ditambah lagi rasa stres yang dialami dapat mempengaruhi performanya sehingga beban kerja makin menumpuk.

Belum lagi jika ditambah dengan kondisi keluarga yang mungkin sedang mengalami masalah. Hal itu akan semakin membuatnya menjadi sensitif dan mudah marah.

Baca juga: Punya Karakter Melankolis? Ketahui Cara Mengoptimalkannya

2. Mudah Sakit

Seseorang yang mengalami burnout haruslah diatasi sedini mungkin. Karena jika tidak, dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada imunitas tubuh. Ia menjadi sangat mudah terkena flu, batuk, demam bahkan gangguan tidur hingga depresi.

3. Sering Kelelahan

Orang yang sedang burnout tidak memiliki semangat untuk melakukan pekerjaan. Ketika sedang melakukan pekerjaannya, ia justru bertarung dengan dirinya sendiri. Bagian dalam dirinya tidak ingin bekerja, tapi karena keharusan ia terpaksa bekerja. Hal ini membuatnya merasa cepat lelah.

4. Performa Kerja Menurun

Burnout membuat penderitanya kehilangan minat dan semangat untuk mengerjakan pekerjaannya. Dampaknya sudah tentu membuat performa kerja menurun.

Baca juga: Intrapersonal Koleris Berpotensi Menjadi Pemimpin yang Sukses

5. Merasa Sepi dan Terjebak dalam Rutinitas Pekerjaan

Seorang yang mengalami burnout merasa tidak ada yang bisa membantunya di lingkungan kerjanya. Orang tersebut akan merasa dunia sangat sepi baginya. Ia juga merasa terjebak dalam pekerjaannya, di mana harus terus datang ke kantor dan melakukan pekerjaan tanpa ada pilihan lain.

6. Benci dengan Pekerjaan

Burnout membuat penderitanya merasa tidak kompeten, merasa gagal, tidak percaya diri dan terbebani yang pada akhirnya semua itu membuat ia membenci pekerjaan yang digelutinya.

7. Menarik Diri Dari Lingkungan Sosial

Orang dengan burnout menganggap pekerjaan yang tengah digelutinya adalah beban hidup. Karenanya ia merasa enggan untuk bersosialisasi dengan rekan kerja atau saudara yang terlibat dalam pekerjaannya.

Burnout yang mereka rasakan pun akan membuat mereka bersikap sinis terhadap orang-orang yang bekerja bersama dengannya. Sikapnya ini justru membuat ia akan semakin dijauhi oleh rekan kerja maupun juga saudaranya.

Baca juga: Quotes Motivasi Sanguinis Membangun Pribadi yang Lebih Berani

Tips Menghindari Stres/Burnout

Burnout tidak mengenal siapa saja. Burnout bisa dirasakan oleh karyawan atau pengusaha, usia tua atau muda, laki-laki maupun perempuan. Agar kamu terhindar dari burnout, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

1. Mulai Pagimu dengan Hal dan Pikiran Positif

Rasa stres dan terbebani pekerjaan tidak hanya dirasakan ketika berada di kantor. Jalanan yang macet, jadwal kerja yang padat sudah membayang-bayangi serta bisa membuatmu merasa terbebani bahkan sebelum ke kantor. Hindari hal ini.

Awali pagi harimu dengan senyuman. Pikirkan dan syukuri hal positif dari pekerjaanmu. Hal ini bisa membuatmu merasa positif di pagi hari.

2. Buat Prioritas

Belajarlah membuat prioritas pekerjaan. Urutkan dari yang paling penting hingga ke yang kurang penting. Dengan begitu, kamu akan tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dulu tanpa merasa terbebani. Patuhilah urutan yang telah dibuat sendiri. Jalani dan konsisten dengan diri-sendiri.

Baca juga: Ketahui Pribadi dan Karier ENTJ yang Karismatik serta Percaya Diri

3. Kurangi Ekspektasi atau Harapan

Turunkanlah tingkat ekspektasimu sedikit. Jangan menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi dan nantinya bisa membuatmu tertekan. Lakukanlah yang terbaik dan biarkan orang lain yang menilainya.

Apa pun penilaian orang nantinya, jangan biarkan penilaian mereka membuatmu merasa down. Lakukan perbaikan terus-menerus. Penilai positif dari orang lain tentu bisa saja menjadi dorongan bagi kita, namun terlalu memikirkan penilaian orang lain juga berdampak buruk bagi diri-sendiri.

4. Jangan Malu Bertanya

Ketidakjelasan dan kurangnya pemahaman akan pekerjaan juga bisa saja memicu burnout. Untuk menghindarinya, jangan malu untuk bertanya. Bertanyalah sehingga kamu mendapat gambaran jelas akan pekerjaan yang harus kamu selesaikan.

Dengan mengetahui dan memahami pekerjaan, kamu bisa mencari jalan untuk menyelesaikannya. Bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan kalau kamu sendiri tidak tahu persis apa rincian tugas yang harus dilaksanakan.

Baca juga: Cara Mengatasi Senioritas Agar Betah di Tempat Kerja

5. Jangan Menjadi Pribadi yang Terlalu Perfeksionis

Nobody is perfect, tidak ada seorang pun yang sempurna. Berhentilah menjadi orang yang perfeksionis dan terlalu ambisius. Karena sikap kamu ini bisa membuat orang tidak betah bekerja sama dengan kamu.

Selain itu, sikap yang serba ingin sempurna juga bisa membuat dirimu sendiri kewalahan. Meski tidak sempurna, tapi selesaikanlah tugas dengan sebaik mungkin.

6. Berteman dengan Rekan Kerja

Berteman dengan rekan kerja bisa membuat suasana kerja tetap cair meski dalam tekanan. Candaan dan obrolan di antara sesama karyawan dapat mencegahmu dari risiko burnout. Kamu tidak akan merasa sendiri di kantor, apalagi saat dalam tekanan.

Baca juga: Ingin Kerja di Luar Negeri? Inilah 10 Negara yang Nyaman Bagi Orang Asing

7. Berhenti Bekerja Secara Multi-tasking

Multi-tasking adalah mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus di waktu yang bersamaan. Jika sering melakukan ini, maka berhentilah. Alih-alih menyelesaikan segalanya lebih awal, multi-tasking justru membuatmu tidak fokus dan maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan.

Karena ketika kamu mengerjakan pekerjaan A, pikiranmu sibuk memikirkan pekerjaan B dan C. Dengan begitu maka konsentrasimu terbagi, tugas terbengkalai dan ujung-ujungnya membuatmu merasa tertekan tidak bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik.

8. Jaga Keseimbangan Hidup (work life balance)

Ketika pekerjaan berubah menyebalkan dan lingkungan kerja mulai membuatmu bosan, coba istirahatkan dirimu sejenak. Habiskan waktu bersama dengan teman (di luar kantor) atau keluarga untuk menemukan kembali semangatmu. Kamu bisa menghabiskan waktu berlibur bersama mereka atau melakukan hobi bersama.

Baca juga: Yuk Intip Pekerjaan dengan Gaji Tinggi di Masa Depan

9. Cerita Masalah Kepada Keluarga atau Orang yang Dapat Dipercaya

Ketika merasa sudah tidak sanggup untuk menutupi rasa bosan dan kesalmu, ceritakanlah masalahmu pada orang yang dapat kamu percaya. Meski belum tentu mendapat solusi untuk, tapi dengan bercerita setidaknya akan bisa merasa lebih baik.

10. Manfaatkan Cuti

Jika berbagai cara di atas tidak mampu membuatmu merasa lebih baik, cutilah. Hentikan sejenak rutinitas dan nikmatilah waktu luangmu. Mungkin selama ini kamu terlalu keras pada dirimu sendiri. Mungkin kamu hanya lelah dan butuh istirahat beberapa hari.

Ambil cuti dan lupakan pekerjaan untuk sementara waktu. Carilah hal yang bisa membuatmu tertawa. Karena tertawa bisa memberikan dampak positif bagi tubuh dan jiwamu. Stres atau burnout harus diatasi secepatnya.

Jika tidak, akan berpengaruh pada kesehatan kamu dalam jangka panjang. Jika sampai parah, maka stres bisa saja menjadi pemicu penyakit darah tinggi dan jantung. Daripada mengobatinya, lebih baik kamu menghindarinya dengan melakukan 10 hal di atas.

Teruslah berkarya dan perbanyak doa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *