Tips Mengatur Keuangan Bagi Karyawan Baru Agar Bisa Menabung

RUANGNEGERI.com – Impian setiap fresh graduate adalah bisa bekerja sesuai dengan passion dan ilmu yang dipelajarinya. Bekerja sesuai passion akan membuatmu lebih bersemangat karena yang kamu lakukan adalah hal yang disukai. Apalagi jika bisa mendapatkan tambahan penghasilan.

Sebagai first jobber, gaji pertama adalah sesuatu yang membanggakan karena mampu menghasilkan uang sendiri. Hal ini bisa membuatmu merasa bebas untuk membeli apa pun yang kamu mau.

Jika kamu adalah seorang karyawan (baru) yang memiliki pola pikir seperti itu, maka kamu harus segera menggantinya. Tidak hanya harus tahu bagaimana cara menghasilkan uang, namun perlu tahu juga bagaimana cara menggunakannya dengan baik.

Syukur-syukur punya tabungan sebagai simpanan masa depan. Bagi yang belum berkeluarga, maka bisa digunakan untuk persiapan menuju pernikahan. Apabila sudah berkeluarga, tentu saja harus memikirkan kebutuhan keluarga.

Baca juga: Inilah Tips Investasi Tanah untuk Milenial dan Pemula

Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan

Dalam menggunakan uang, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para karyawan baru yakni:

1. Gaya Hidup Boros

Memiliki gaya hidup boros adalah alasan utama seorang karyawan baru tidak mampu mengatur keuangannya. Apalagi saat di bangku kuliah ia memiliki sifat boros karena terbiasa mendapatkan kiriman dari orang tua.

Gaji yang diterima biasanya tidak akan bertahan hingga akhir bulan dan sebagian besar dihabiskan untuk makan, nongkrong atau membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Solusinya, ubahlah gaya hidupmu. Jika tadinya setiap weekend kamu liburan ke luar kota, kurangilah frekuensinya. Sebulan sekali saja cukup. Jika punya kebiasaan nongkrong di kafe setiap pulang kerja, maka hentikanlah kebiasaan itu.

Alokasikan anggaran nongkrongmu untuk membeli buku atau mengikuti berbagai kursus yang bisa menunjang kariermu ke depannya.

Investasikan uangmu untuk menambah kecakapan, kemampuan serta ketrampilan diri. Terlebih jika masih berusia muda. Kamu harus mengubah pola pikir dan gaya hidupmu dari konsumtif ke produktif.

Baca juga: Harga Rumah Kian Mahal, Ini Tips Milenial Bisa Punya Rumah

2. Membuat Kartu Kredit

Kartu kredit membuatmu bisa berbelanja saat kamu tidak punya uang. Kemudahan ini terkadang membuatmu tidak sadar telah menggunakannya dalam jumlah banyak.

Memiliki banyak kartu kredit juga bisa membuat pandangan menjadi bias, apakah yang akan dibeli merupakan kebutuhan atau hanya sebatas keinginan saja. Jika menggunakan secara berlebihan, pada akhir bulan kamu akan mendapat tagihan dalam jumlah besar.

Solusinya, buatlah perencanaan pada pos pengeluaran kapan dan berapa kamu harus menggunakan kartu kredit. Taatilah itu aturan yang telah dibuat sendiri!.

Selain itu, saat ini banyak sekali promo dan diskon yang ditawarkan oleh pihak provider kartu kredit. Manfaatkanlah itu. Tapi jika kamu merasa tidak membutuhkan barang tersebut, urungkan niatmu untuk menggunakan kartu kredit.

Baca juga: Quotes Motivasi Sanguinis Membangun Pribadi yang Lebih Berani

3. Menganggap Catatan Keuangan Tidak Penting

Meskipun sifatnya personal, catatan keuangan sangat penting untuk bisa tahu ke mana larinya anggaran bulananmu. Melalui catatan keuangan, kamu bisa mengevaluasi apa saja yang dilakukan untuk menghabiskan uang bulanan. Apakah dihabiskan untuk sesuatu yang penting atau tidak.

Tidak hanya bagi karyawan baru, banyak orang yang masih beranggapan jika catatan keuangan bukanlah sesuatu hal yang penting. Padahal tanpa catatan keuangan, kita akan kesulitan untuk mengatur pengeluaran.

Solusinya, biasakan untuk menulis setiap pengeluaran yang kamu lakukan. Belilah sebuah buku catatan, dan catatlah!. Cocokkan hitungan di buku dengan jumlah uang yang ada.

Pada akhir bulan, rekap semua pengeluaran secara sederhana agar bisa tahu pada pos mana pengeluaran terbesarmu. Lalu evaluasilah. Jujurlah pada dirimu sendiri apakah kamu bijak atau tidak dalam menghabiskan uang.

Baca juga: Hal Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Investor Milenial

4. Tidak Memiliki Uang Simpanan

Banyak anak muda saat ini memiliki gaya hidup boros dan konsumtif. Gaya hidup ini membuatnya tidak bisa atau sedikit punya tabungan. Dengan kata lain, hidupnya hanya sebatas dari gaji ke gaji. Jika ada kebutuhan mendadak seperti kendaraan atau handphone rusak, mereka terpaksa mencari pinjaman karena tidak adanya tabungan.

Solusinya, mulailah menabung dari sekarang. Kendala utama orang tidak bisa menabung adalah karena berpikir menabung bisa dilakukan nanti, atau menunggu pada saat bonus tahunan dan naik gaji. Atau juga menunggu semua kebutuhan telah terpenuhi.

Itu adalah pola pikir yang keliru. Jika menunggu ada dana sisa baru menabung, kamu tidak akan pernah menabung. Menabunglah di awal saat menerima gaji. Sisihkan sebagian uang untuk ditabung. Tidak harus besar jumlahnya tapi kamu harus konsisten, tergantung berapa alokasi rutin yang wajib setiap bulannya.

Baca juga: 10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Oleh Pebisnis Pemula

5. Tidak Berinvestasi

Tidak hanya karyawan baru, karyawan lama pun banyak yang tidak mau berinvestasi dengan alasan investasi membutuhkan banyak modal. Bahkan sebagian berpikir bahwa investasi hanya dilakukan saat sudah berumur. Padahal tidak demikian. Semakin awal kamu memulai investasi, semakin baik untukmu.

Solusinya, berinvestasi. Investasi tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Kamu bisa memulainya dalam jumlah kecil terlebih dulu. Jangan terburu nafsu untuk melakukan investasi dalam jumlah besar.

Investasi juga tidak harus di sektor keuangan, namun juga investasi emas. Bisa dipastikan, dalam jangka panjang harga logam mulia akan semakin meningkat. Menabung emas tentu bisa dilakukan setiap bulan dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Baca juga: Ketahui Penyebab Naik dan Turunnya Harga Emas

6. Tidak Membuat Rencana Anggaran Bulanan

Banyak yang berpikir bahwa membuat rencana anggaran bulanan hanyalah membuang-buang waktu. Gaji sudah ditetapkan bisa diambil tanggal berapa setiap bulannya. Yang dibutuhkan hanyalah bertahan hingga ke pengambilan gaji berikutnya. Hal ini jelas salah.

Melalui rencana anggaran bulanan, kamu bisa tahu kondisi keuanganmu setiap bulan. Apakah kamu berada di periode krisis, normal atau booming.

Solusinya, buatlah rencana anggaran bulanan serealistis mungkin. Dan taatilah!. Rencana anggaran bulanan menjadi tidak berguna saat kamu sendiri tidak mematuhinya. Tahanlah dirimu untuk tidak melenceng dari anggaran.

Jika mau menganggarkan untuk jalan-jalan atau nongkrong dalam rencana anggaran, catat secara detail agar tidak melenceng.

Baca juga: Mengenal Reksa Dana: Investasi yang Mulai Digemari Milenial dan Gen Z

Pemahaman Agar Terhindar dari Kesalahan Finansial

Bicara tentang pengelolaan keuangan, terdapat banyak cara untuk menemukan solusinya. Namun, perlu juga memahami kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan terutama bagi karyawan baru. Untuk itu penting juga menguasai beberapa hal mendasar tentang pengelolaan keuangan di antaranya adalah:

1. Kebutuhan dengan Keinginan

Dua hal tersebut sering kali menyesatkan kita dalam mengambil keputusan. Apakah yang akan dibeli atau dilakukan merupakan kebutuhan ataukah keinginan semata?

Secara sederhana, perbedaan keduanya dapat diilustrasikan sebagai berikut: manusia tentu saja butuh makan untuk bertahan hidup. Ini jelas merupakan kebutuhan. Apakah kita mau makan bakso, nasi Padang, nasi goreng, sate atau yang lainnya itu adalah keinginan.

2. Biaya Tetap dengan Biaya Variabel

Utamakan untuk menganggarkan biaya tetap terlebih dulu. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya sudah pasti dikeluarkan setiap bulan tanpa dipengaruhi oleh apa pun. Misalnya biaya sewa rumah/kamar kos bagi yang belum punya rumah pribadi.

Berapa lama waktu yang dihabiskan selama sebulan untuk tidur di rumah/kos tidak akan berpengaruh pada biaya sewa yang dikeluarkan. Berbeda dengan biaya transportasi. Biaya bensin setiap bulannya berbeda sesuai dengan mobilitasmu.

Baca juga: Mungkinkah Bekerja dari Rumah Menjadi Tren di Masa Depan?

3. Urgent dengan Important

Maksudnya di sini adalah kamu harus bisa melihat manakah di antara kebutuhanmu yang bersifat mendesak dan mana yang bersifat penting. Mulanya mungkin akan kesulitan memilahnya. Tapi seiring waktu, kamu akan mengerti bagaimana pemahaman ini membantu mengatur keuangan.

Misalnya, bagi yang masih kuliah atau ingin melanjutkan studi dengan beasiswa, tentu penting mengikuti kursus persiapan Bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) sebagai salah satu syaratnya. Sebagian bahkan sebagai prasyarat kelulusan. Tapi untuk saat ini, laptop rusak. Maka kamu harus memilah terlebih dulu di antara dua kejadian tersebut.

Laptop rusak bagi mahasiswa adalah masalah urgent yang harus segera diselesaikan. Sedangkan persiapan bahasa adalah important. Dari contoh tersebut, maka prioritaskan yang urgent terlebih dulu.

Demikian kesalahan-kesalahan finansial yang secara umum sering dilakukan oleh karyawan baru. Jika kamu termasuk salah satu yang melakukan kesalahan-kesalahan tersebut di atas, berubahlah. Mari berubah untuk diri sendiri, agar kelak bisa mencapai kebebasan finansial di usia muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *