Tiongkok Siapkan Pesawat Tempur Baru Menghadapi Perang Masa Depan

RUANGNEGERI.com – Angkatan Udara Tiongkok dikabarkan akan mendapat tambahan armada pesawat pada tahun 2021. Yakni berupa jet tempur hasil pembaruan dari J-20 yang memiliki teknologi demonstrator dan kabin untuk dua pilot.

Pesawat ini dibuat di Shenyang Aircraft Design Institute atau 601 Institute serta 29th Research Institute. Lembaga bagian dari China Electronics Technology Group Corporation (CETC).

Pesawat yang masih dirahasiakan jenis dan namanya ini disebut sebagai “New Fighter“, sebagaimana ramai diberitakan di surat kabar-surat kabar Tiongkok. Pesawat ini juga didesain untuk lepas landas dari kapal induk.

Pembanding yang paling mirip dengan adalah FC-31 atau J-31. Generasi lanjutan dari J-20 yang baru dirilis pada tahun 2019 lalu. J-31 sendiri adalah jet tempur dengan mode siluman yang dapat mengecoh radar.

Sebenarnya pesawat ini telah diproduksi dan pertama kali dirilis tahun 2012 lalu. Namun tidak dibuat dalam jumlah banyak. Mesin aslinya didukung oleh Klimov RD-33, sama seperti MiG-29 milik Rusia.

Yang masih menjadi PR tersendiri bagi para insinyur negeri Tirai Bambu ini adalah terkait mesin turbofan yang berperforma tinggi. Terutama dalam memanfaatkan cabang ilmu metalurgi.

Padahal, Beijing telah melakukan terobosan besar pada industri pesawatnya. Seperti C-919, jet komersil yang ditengarai akan menyaingi Airbus dan Boeing.

Bila New Fighter benar-benar pengembangan dari J-31, berarti Tiongkok telah membuat terobosan baru dalam industri mesin jetnya. Dugaan mencuat seputar New Fighter ini.

Sebagaimana dilaporkan di laman berita South China Morning Post (15/08/2020), pesawat ini adalah jet tempur yang membawa dua pilot. Yakni dibuat untuk menggantikan J-15 Flying Shark Fighter.

Jet tempur berbadan besar dengan mesin ganda. Hal itu merupakan modifikasi dari Su-33 milik Uni Soviet. J-15 sebenarnya cukup mumpuni. Namun badannya yang besar menyulitkan untuk take off dari kapal induk.

Spesifikasinya banyak diyakini akan menyaingi J-15 dan J-31 dalam hal kemampuannya membawa amunisi dan bahan bakar. Selain itu juga bisa terbang dalam jarak yang lebih jauh.

Walau akan dilengkapi dengan senjata lengkap, namun New Fighter bukanlah pengebom yang sebenarnya. “Namun tetap memiliki fitur siluman dan kecanggihan lain.”

Desainnya akan mirip dengan SU-34 milik Rusia. Dengan posisi pilot bersebelahan.

BACA JUGA: Senjata Baru Angkatan Udara AS, Mulai Bom Hingga Misil yang Bekerja Sendiri

Akan Menandingi Angkatan Udara Amerika Serikat

Berbeda dengan pesawat penyerang lain di mana pilot berada di depan dan fokus pada alur penerbangan. Pengaturan kokpit New Figther ini dianggap lebih efektif.

Sebab, pilot dan co-pilot bisa berkomunikasi lebih baik. Selain itu, keduanya juga mendapatkan pemandangan yang lebih menyeluruh.

Pesawat ini juga dirancang untuk mampu mendeteksi “semua pembom yang membawa bom berat akan mudah dideteksi oleh sistem pertahanan udara terintegrasi.”

“Mereka harus mengomandoi drones, jet penyerang lainnya, dan peluncur roket darat.” Karena itulah pesawat didesain sangat lincah dan cepat. Bukan besar dan membawa banyak senjata.

Menurut Song Zhongping, komentator militer Hong Kong, “J-20 paling baik dalam kemampun deteksi.” Namun membuat pesawat double seats memakan waktu lama.

“Bentuk aerodinamis pesawat harus benar-benar diperhatikan,” ujar Song. Menilik hal tersebut, Song menduga New Fighter tidak akan berbentuk sama dengan J-20.

Yang Wei, desainer J-20, mengatakan bahwa varian baru jet tempur Tiongkok didesain “lebih mumpuni untuk peperangan di masa depan.”

New Fighter ini disebut-sebut akan mampu menyaingi jet tempur sejenis asal Amerika Serikat, F35. Sebuah pesawat tempur yang bermarkas dan diluncurkan dari kapal induk AS.

Saat ini, spesifikasi teknisnya masih dirahasiakan oleh otoritas militer Beijing. Prioritas utama Negeri Panda tersebut saat ini adalah jet tempur siluman berbasis kapal induk untuk Tipe 002.

Selain itu juga masih mengembangkan teknologi kapal induk mereka dengan pelontar jet tempur berbasis elektromagentik. Serta penyempurnaan kapal induk Tipe 002 yang sekaligus menjadi varian baru dengan Tipe 003.

Sedikitnya ada empat hingga enam kapal induk lagi yang sedang dibangun Tiongkok. J-20 yang diakui sebagai jet tempur Tiongkok paling lengkap dan mumpuni. Dikombinasikan dengan J-10, jet generasi keempat tanpa fitur siluman.

Beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Rusia juga melakukan hal yang sama. AS menerbangkan F-22 Raptor dan F-35 Joint Strike Fighter. Rusia dengan SU-35 yang didukung oleh MiG-29/35. Pesawat jenis ini sepertinya tidak kalah pamor.

Jika New Fighter ini dibuat dalam jumlah besar, Angkatan Udara Tiongkok diyakini akan mampu mengalahkan AS dengan skuadron jet tempur canggihnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *