Parents Perlu Tahu! Ini Skill Parenting Balita 2 Tahun Pertama

RUANGNEGERI.com – Usia balita 2 tahun pertama biasanya membuat banyak orang tua pusing, apalagi jika menghadapi anak pertama. Diperlukan skill parenting tertentu untuk mengatasinya dengan baik.

Stephanie Petrie & Sue Owen (2005) dalam bukunya Authentic Relationships in Group Care for Infants and Toddlers, menyatakan bahwa perawatan atau pembinaan anak hingga usia tiga tahun dampaknya masih akan terlihat beberapa tahun kemudian.

Hal ini harus dipahami bahwa apa yang diberikan pada balita saat berusia 2 tahun akan mempengaruhi karakter anak di kemudian hari. Apa yang ditanamkan pada masa kecil banyak terbukti akan memberikan efek yang besar saat mereka dewasa nanti.

Orang tua khususnya, harus betul-betul memperhatikan pola asuh yang diberikan pada anak agar tak salah dalam melangkah.

Jika pola asuh yang diterapkan keliru, maka hal ini akan berefek pada karakteristik sekaligus pola pikirnya. Untuk itu, pengetahuan skill parenting yang sesuai dengan perkembangan buah hati merupakan hal yang penting.

BACA JUGA: Kecerdasan Naturalis Anak, Bagaimana Cara Mengoptimalkannya?

Pentingnya Memahami Skill Parenting

Setiap orang tua harus paham benar keterampilan parenting yang diterapkan pada buah hati mereka. Keahlian dalam menerapkan parenting yang tepat akan menuntun anak pada pola pikir yang tidak ambigu di masa depannya nanti.

Shefali Tsabary (2010) dalam bukunya The Conscious Parent, menjelaskan bahwa parenting akan membantu setiap orang untuk dapat mengontrol ego dan delusi terhadap kekuasaan pada kehidupan anak.

Anak-anak yang masih polos dan siap dipengaruhi oleh orang tua, mereka akan mempunyai ‘rasa perlawanan’ jika merasa kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Perlawanan ini sebenarnya juga terbentuk dari ego para orang tua yang memaksa anak untuk menerimanya.

Orang tua harus memahami skill parenting dengan baik agar dapat mencapai hubungan yang murni dengan anak. Tidak perlu juga bersikap egois dengan mengedepankan rasa superioritasnya.

Sebaliknya, dengan melibatkan anak sebagai layaknya manusia yang sama seperti manusia, maka anak akan lebih menghargai setiap keputusan orang tua.

BACA JUGA: Reinforcement Positif pada Anak: Pengertian, Contoh dan Fungsinya

Mengenal Kebutuhan Skill Parenting Balita 2 Tahun Pertama

Usia 2 hingga 3 tahun pada anak sering disebut sebagai masa toddlers. Ketika seorang anak memasuki usia 2 tahun pertama, biasanya anak-anak akan bertingkah lebih aktif dan sulit dikontrol. Usia ini menjadi usia pertama seseorang mengenal lingkungan sekitar untuk lebih memahami dunia.

Ketika mendampingi balita dalam usia ini, setiap orang tua harus mempunyai pengetahuan mumpuni agar tidak salah langkah dalam mengasuh anak. Masa toddlers membutuhkan perhatian ekstra dari para orang tua demi perkembangan yang optimal.

March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting (Volume 1), menjelaskan bahwa ada tugas-tugas perkembangan yang harus dihadapi oleh orang tua selama masa toddlers ini.

Di antara perkembangan tersebut antara lain:

  1. Belajar untuk bisa bertindak secara mandiri atau saling bergantung dan mulai membantu dengan cara yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Memahami konsep diri dan memulai refleksi diri.
  3. Bisa melakukan kontrol impuls dan regulasi emosi, prekursor untuk pengendalian diri saat tidak ada pengasuh.
  4. Permulaan pemahaman hati nurani moral, termasuk kepekaan terhadap pelanggaran standar dan emosional yang lebih terorganisir dari perasaan terluka, empati terhadap penderitaan orang lain, ketakutan akan hukuman, rasa bersalah, malu dan keinginan untuk memperbaiki.
  5. Pengenalan identitas gender, pengetahuan awal tentang peran gender dan preferensi awal untuk bertindak suka dan berafiliasi dengan orang lain dari jenis kelamin seseorang.
  6. Menjadi terhubung dengan orang lain dalam masyarakat dan mengambil tempat dalam keluarga dan kelompok usia anak yang lebih besar.

Perkembangan tersebut membutuhkan pendampingan orang tua yang intens setiap saat. Keterampilan parenting untuk memahami perkembangan masa balita tersebut sangat menentukan bagaimana seorang anak tumbuh di masa depan.

Untuk itu, skill parenting yang fleksibel sangat diperlukan untuk dapat diterapkan sesuai dengan keadaan anak.

BACA JUGA: Agar Si Kecil Mandiri, Ajarilah Skema Problem Solving Ini

Pengaruh Skill Parenting Pada Perkembangan Balita 2 Tahun Pertama

Masa toddlers menjadi sebuah masa penentu untuk tegaknya hidup seorang anak. Balita yang masih tidak tahu apa-apa akan mulai mempelajari banyak hal dI fase atau tahapan ini.

Segala bentuk pola asuh yang diterima oleh anak akan membentuk kepribadiannya. Bisa dikatakan bahwa tahapan ini adalah masa yang menjadi dasar karakter anak.

Pengaruh yang ditanamkan dalam dunia parenting sangat membekas dalam otak seorang anak. Apa yang mereka dapat di usia merupakan hal pertama yang tertanam di otak mereka. Dasar inilah yang kemudian membentuk pola pikirnya.

Apapun model pola asuh yang diberikan, sedikit banyak akan memberikan pengaruh pada perkembangan kepribadian dan emosional anak di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *