Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

  • Whatsapp
Seberapa Penting IQ, EQ, dan SQ di Usia Dini? - Anak Belajar
Sumber: Unsplash/Andrew Ebrahim

RUANGNEGERI.com – Masa kanak-kanak ibarat ujung tombak bagi pertumbuhan seseorang di masa mendatang. Freud menyatakan usia lima tahun awal (golden age) merupakan masa awal pembentukan kepribadian anak.

Pada masa ini, anak akan mengalami kejadian-kejadian unik dan penting yang mempengaruhi kehidupannya pada usia dewasa. Pengalaman dan pembelajaran awal ini tak akan bisa dilupakan maupun tergantikan.

Bacaan Lainnya

Orang tua atau anak sendiri hanya bisa melakukan modifikasi pengalaman saat memasuki usia remaja dan dewasa. Mengetahui pentingnya pengalaman serta pertumbuhan di masa awal, orang tua tentu memiliki peran besar serta keterlibatan dalam proses pembentukan karakter.

Pendidikan anak usia dini sangat penting diterapkan pada usia emas. Sabiq & Millah (2016) dalam jurnal berjudul Mengembangkan Kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual Anak Usia Dini Secara Qur’ani pada TK Masyitoh Mranggen Demak, menjelaskan tujuan dari pendidikan usia dini guna memfasilitasi pertumbuhan anak.

Dengan pendidikan yang tepat, anak akan tumbuh lebih optimal sesuai dengan norma dan nilai yang dianut. Ini mencakup keseluruhan aspek kecerdasan, seperti emosional, intelektual, fisik, spiritual, sosial serta motorik.

Membekali anak dengan pendidikan yang tepat menjadi poin awal (starting point) efektif sekaligus pondasi yang kokoh. Penting memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai ketakwaan, intelektualitas yang komprehensif dan holistik serta emosional mumpuni.

Dengan demikian, maka anak akan mampu menempatkan dirinya dalam lingkungan pergaulan yang tepat serta menghindari adanya salah pergaulan.

Pada praktiknya, pendidikan anak usia dini menghubungkan 3 aspek kecerdasan mendasar, yakni IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual). Kecerdasan spiritual merupakan aspek terpenting bagi seorang anak. Aspek emosional dan intelektual merupakan integral dari kecerdasan spiritual yang terbentuk sejak usia dini.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual atau God Quotient mengambil peran penting dalam pemecahan masalah. Kecerdasan spiritual memicu otak manusia untuk bekerja aktif memecahkan masalah.

Memasuki masa-masa pubertas, kecerdasan spiritual ini justru dikatakannya menjadi pegangan bagi remaja dalam melewati peralihan dari usia kanak-kanak menuju dewasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *