Usia Berapa Si Kecil Mengalami Fase Trust dan Mistrust? Ini Ulasannya 

  • Whatsapp
Saat Usia Ini si Kecil Mengalami Fase Trust dan Mistrust - Anak Perempuan
Sumber: Unsplash/Caroline Hernandez

RUANGNEGERI.com – Fase trust dan mistrust (percaya dan tidak percaya) adalah tahapan yang sudah pasti dilalui oleh si kecil. Tidak hanya perkembangan fisik dan otak saja yang akan terjadi pada anak melainkan juga perkembangan psikososial.

Perkembangan ini tentu saja sama pentingnya dengan perkembangan fisik maupun otak. Sebab, apa pun yang terjadi pada perkembangan psikososial ini akan mempengaruhi psikologi anak tersebut.

Bacaan Lainnya

Hasilnya pun akan memberikan nilai psikologi pada anak hingga nanti dewasa. Karenanya, tahapan ini juga penting dan tak boleh diremehkan. Salah satu tahap perkembangan psikososial adalah fase trust dan mistrust.

Fase ini adalah salah satu di antara delapan tahapan yang dilalui si kecil. Tahapan ini juga merupakan yang pertama sebelum dua fase selanjutnya. Sebenarnya tidak hanya tiga fase saja tahapan psikososial terjadi.

Namun karena kali ini yang dibahas adalah tahap perkembangan psikososial pada si kecil, memang hanya ada tiga saja. Tahapan psikososial untuk seorang individu menurut Erik Erikson adalah delapan fase.

Tulisan ini menjelaskan apa itu fase trust dan mistrust, serta kapan si kecil akan mengalami tahap perkembangan psikososial ini.

Baca juga: Yuk Ketahui Tahapan Initiative dan Guilt Pada Anak Usia 3-5 Tahun

Apa Itu Fase Trust dan Mistrust?

Merupakan fase yang menentukan apakah seorang individu nantinya akan percaya diri atau tidak. Memang bukan ini pengertian yang seutuhnya. Namun prinsipnya tahapan psikososial pada fase ini menentukan hal tersebut.

Seorang anak yang dididik dengan banyak kesenangan dan segala perawatan yang ada pada dirinya terpenuhi secara rutin serta berkesinambungan, maka akan terbentuk lah seorang individu yang percaya kepada dirinya maupun lingkungannya.

Kondisi ini disebut dengan trust. Orang tua yang bisa mendidik anak dengan sedemikian rupa akan membentuk psikososial anak sebagai anak yang percaya diri. Orang tua yang bisa memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan kasih sayang dan perhatian akan membuat si kecil merasa nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.