Usia Berapa Si Kecil Mengalami Fase Trust dan Mistrust? Ini Ulasannya 

RUANGNEGERI.com – Fase trust dan mistrust (percaya dan tidak percaya) adalah tahapan yang sudah pasti dilalui oleh si kecil. Tidak hanya perkembangan fisik dan otak saja yang akan terjadi pada anak melainkan juga perkembangan psikososial. Perkembangan ini tentu saja sama pentingnya dengan perkembangan fisik maupun otak.

Sebab, apapun yang terjadi pada perkembangan psikososial ini akan mempengaruhi psikologi anak tersebut.

Hasilnya pun akan memberikan nilai psikologi pada anak hingga nanti dewasa. Karenanya, tahapan ini juga penting dan tak boleh diremehkan.

Salah satu tahap perkembangan psikososial adalah fase trust dan mistrust.

Fase ini adalah salah satu di antara delapan tahapan yang dilalui si kecil. Tahapan ini juga merupakan yang pertama sebelum dua fase selanjutnya.

Sebenarnya tidak hanya tiga fase saja tahapan psikososial terjadi. Namun karena kali ini yang dibahas adalah tahap perkembangan psikososial pada si kecil, memang hanya ada tiga saja.

Tahapan psikososial untuk seorang individu menurut Erik Erikson adalah delapan fase.

Perkembangan sosial seorang anak meningkat ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kebutuhan dan peraturan yang berlaku (Yudrik dalam Agustina, 2012).

Tulisan ini menjelaskan apa itu fase trust dan mistrust, serta kapan si kecil akan mengalami tahap perkembangan psikososial ini.

BACA JUGA: Yuk Ketahui Tahapan Initiative dan Guilt Pada Anak Usia 3-5 Tahun

Apa Itu Fase Trust dan Mistrust?

Merupakan fase yang menentukan apakah seorang individu nantinya akan percaya diri atau tidak. Memang bukan ini pengertian yang seutuhnya. Namun prinsipnya tahapan psikososial pada fase ini menentukan hal tersebut.

Seorang anak yang dididik dengan banyak kesenangan dan segala perawatan yang ada pada dirinya terpenuhi secara rutin serta berkesinambungan, maka akan terbentuk lah seorang individu yang percaya kepada dirinya maupun lingkungannya.

Kondisi ini disebut dengan trust. Orang tua yang bisa mendidik anak dengan sedemikian rupa akan membentuk psikososial anak sebagai anak yang percaya diri.

Orang tua yang bisa memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan kasih sayang dan perhatian akan membuat si kecil merasa nyaman.

Jika si kecil merasa nyaman karena beberapa hal tersebut maka akan terbentuklah sifat psikososial yang percaya diri sekaligus percaya terhadap lingkungannya.

Artian ‘lingkungan’ dalam hal ini tentu saja luas. Bisa percaya kepada orang tua, teman di usia selanjutnya, hingga hal-hal lain yang sifatnya eksternal.

Tidak hanya percaya terhadap lingkungan atau eksternal saja si kecil akan lebih bisa percaya diri jika mendapatkan beberapa hal di atas. Seperti yang kita tahu bahwasanya percaya diri adalah hal yang penting.

Rasa tersebut juga bisa membangkitkan berbagai skill atau kemampuan serta hal lainnya yang sifatnya menguntungkan untuk individu itu sendiri.

Fase trust dan mistrust sangatlah menentukan karakter si kecil hingga dewasa nanti. Bisa saja yang didapatkan adalah individu dengan rasa percaya diri.

Namun juga bisa sebaliknya. Yakni tetap bisa saja terjadi kebalikannya dan hasil yang didapat dari fase ini adalah mistrust.

Si kecil yang mendapatkan hasil ini pada fase ini pertanda mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan di usianya saat memasuki fase ini.

Pengalaman yang kurang menyenangkan ini bisa berupa banyak hal. Soalnya saja orang tua terlalu protektif pada si kecil. Banyak hal yang ingin dilakukan oleh si kecil namun dilarang oleh orang tua.

Terkadang jika orang tua terlalu menutup lingkungan luar kepada si kecil juga akan menghasilkan mistrust pada fase ini.

Intinya, apabila fase ini yang didapatkan adalah mistrust maka apa yang terjadi pada si kecil adalah berkebalikan dari apa yang didapat ketika mendapatkan trust.

Jika si kecil mengalami masa kecil yang penuh dengan kasih sayang, perhatian dan perawatan serta perlindungan yang cukup, maka ia bisa mengembangkan rasa percaya (trust).

Kebalikannya, jika si kecil mendapatkan masa kecil yang terlalu protektif, orang tua yang tidak sabar menghadapinya, serta pengawasan yang terlalu ekstra, maka sulit bagi si kecil untuk menumbuhkan rasa percaya.

Hal ini akan membangkitkan perasaan ragu pada si kecil hingga dewasa nanti. Jika hal-hal yang didapat si kecil seperti ini, maka akan membuat si kecil krisis ego hingga dewasa.

Jika krisis ego tidak pernah terselesaikan, individu tersebut akan mengalami kesulitan dalam bentuk rasa percaya dengan orang lain sepanjang hidupnya, selalu meyakinkan dirinya bahwa orang lain berusaha mengambil keuntungan dari dirinya (William dalam Narti, 2020).

BACA JUGA: Kenali, 3 Jenis Tangisan Anak dan Cara Memberikan Feedback yang Tepat

Kapan dan Bagaiamana Mengembangkan Trust dan Mistrust?

Berdasarkan teori perkembangan psikososial menurut Erik Erikson fase trust dan mistrust terjadi antara bayi baru lahir sampai usia 1 tahun.

Fase ini mungkin akan terjadi ketika si kecil memasuki usia 2 tahun. Namun waktu usia itulah usia maksimal sekecil mengalami tahap ini.

Setelah usia 2 tahun maka sudah bukan Fase ini lagi yang menjadi perkembangan psikososial pada si kecil.

Setiap individu memiliki durasi memasuki fase ini yang berbeda-beda. Ada yang ketika memasuki usia 1 tahun fase ini sudah berakhir. Ada juga yang memasuki usia 2 tahun baru berakhir fase ini.

Sudah mengetahui kapan si kecil akan memasuki tahapan psikososial ini. Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda juga harus menambah wawasan terkait bagaimana mengembangkan sisi trust kepada si kecil.

Apa yang akan diulas pada poin ini cukup mirip dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya.

Supaya si kecil memiliki pribadi yang percaya diri dan percaya terhadap lingkungan, maka orang tua khususnya harus memberikan proteksi yang secukupnya, perawatan, kasih sayang dan kepedulian.

Bersifat ignorance atau mengabaikannya akan memberikan pribadi yang mistrust. Namun, jika terlalu besar memberikan proteksi juga akan memberikan kepribadian tersebut.

Mungkin akan terkesan sulit untuk menghasilkan kepribadian trust pada fase ini. Tambah lagi, usia si kecil ketika memasuki fase ini sangatlah kecil, yaitu usia 1 tahun.

Namun, setiap anak harus berkembang secara psikososial yang salah satunya adalah memasuki fase trust dan mistrust dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *