Romantisme dan Kesabaran di Hujan Bulan Juni

  • Whatsapp
Resensi Novel Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono
Sumber: Instagram/novi_rahantan

RUANGNEGERI.com – Hujan Bulan Juni, puisi yang sangat terkenal yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono. Jika kalian pergi ke salah satu program studi bahasa Indonesia di salah satu universitas, pasti ada saja skripsi yang membahas puisi ini.

For your information saja, jika kalian tidak tahu bagaimana puisinya, isinya sebagai berikut.

Bacaan Lainnya

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu


Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu


Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Puisinya terlihat sangat sederhana, bukan?

Dari puisi tersebut, melahirkan beragam interpretasi. Interpretasi yang dihasilkan masih relate dengan cinta, penantian dan kesabaran. Indah dan romantis diksi yang digunakan di dalam puisi tersebut. Asal kalian tahu saja, dari tiga bait puisi tersebut, Sapardi Djoko Damono dapat mengembangkannya menjadi novel, bahkan film. Pada resensi kali ini, Saya akan membahas novel Hujan Bulan Juni oleh Sapardi Djoko Damono.

Novel ini menceritakan kisah cinta Sarwono dan Pingkan. Novel dengan tebal 135 halaman ini mencerminkan kelihaian Sapardi Djoko Damono dalam merangkai kata. Novel ini memiliki kekuatan pada diksi yang digunakan. Sangat indah dan puitis.

Kalimat-kalimat yang ditulis di dalam novel ini bagai puisi, saking indahnya. Jangan takut kehabisan bahan untuk qoute, pembaca masih bisa menjumpai puisi-puisi dari Sarwono untuk Pingkan di dalam novel ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *