Penggunaan Robot di Dunia Pertanian, Apakah Petani Akan Tergantikan?

RUANGNEGERI.com – Robot yang dapat melaksanakan berbagai fungsi kerja secara otomatis saat ini telah banyak ditemukan. Hal itu dapat membantu memudahkan manusia dalam berbagai aspek.

Peran robot dalam membantu manusia banyak dinilai sangat efektif dan efisien. Mulai dari dunia medis, forensik, pekerjaan kantor, produksi hingga perawatan rumah pun banyak yang memanfaatkan pengembangan teknologi berupa robot seperti itu.

Walau dalam beberapa bidang juga masih menuai pro dan kontra untuk penggunaannya, robot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan akan terus diteliti dan dikembangkan untuk bidang-bidang yang memang sudah mengembangkannya.

Hal itu membuat pengembangan robot semakin gencar dilakukan karena manfaatnya yang diklaim telah banyak memudahkan manusia. Tulisan kali ini adalah membahas peran robot dalam dunia pertanian.

Bisakah urusan bertani juga bisa diringankan dengan keberadaan robot pintar yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI)? Bagaimana robot di dunia pertanian itu dikembangkan, dan bagaimana peran petani ke depannya?

Baca juga: Pengobatan Kanker dengan Teknologi dan Cara Alami

Manfaat Robot dalam Dunia Pertanian

Robot dalam dunia pertanian sudah dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan penggunaannya pun kini terus meningkat di berbagai negara. Generasi pertama robot dalam dunia pertanian adalah pengembangan traktor yang dilengkapi dengan teknologi komputerisasi.

Robot ini sudah mampu melakukan penanaman tanaman secara lebih presisi (tepat). Selain itu, robot-robot agrikultur yang dilengkapi dengan teknologi AI ini ternyata dapat meningkatkan ketepatan dalam mengurangi penggunaan bahan kimia pada tanaman.

Peran teknologi AI ini bisa menjadikan robot bermanfaat yang mampu mengurangi penggunaan bahan kimia itu hingga 10 persen dalam satu tahun. Robot pintar ini juga bahkan diklaim dapat membantu mencegah kerusakan tanah.

Kandungan nutrisi yang ada di dalam tanah lebih mudah dan terjaga. Hasilnya dapat dilihat dari tanaman yang lebih cepat tumbuh dan lebih sehat hasilnya.

Robot pertanian dengan sistem AI ini bahkan telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik daripada robot-robot di dunia pabrikasi dan produksi. Pemanfaatan robot untuk pertanian ini bahkan ke depannya bisa dioperasikan dengan menggunakan aplikasi gawai (hand phone).

Dengan peran teknologi, profesi petani ke depannya diprediksi juga akan banyak meningkatkan minat orang muda untuk terjun ke dunia agrikultur ini.

Baca juga: Cara Kerja Mesin AI Mendeteksi Kebohongan Seseorang

Jenis Robot dalam Dunia Pertanian

Ada banyak jenis robot yang kini sudah diterjunkan ke ladang-ladang dan kebun-kebun pertanian. Robot-robot pintar itu memiliki manfaat yang berbeda-beda, bergantung pada sistem yang ditanamkan serta fokus dari penggunaannya.

Salah satu jenis robot pertanian yang cukup populer adalah TerraSentia. Melansir dari The New York Times (13/02/2020), Girish Chowdhary, seorang ahli Teknologi Pertanian di Universitas Illinois, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa robot ini dapat berkeliling tanaman secara leluasa guna melakukan observasi kondisi taman.

Robot TerraSentia ini akan memastikan bahwa setiap tanaman tumbuh dengan sehat. Sambil berkeliling dengan bantuan roda, kamera yang terpasang pada robot juga akan membantu mengukur diameter batang tanaman.

Berikutnya adalah Sweeper. Teknologi robotik di bidang pertanian ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh konsorsium gabungan penelitian dari Universitas Wageningen (Belanda) Universitas Umea (Swedia) serta Lembaga Riset Pengembangan Buah dan Sayuran Belgia.

Kemampuan robot ini bahkan didesain untuk bisa memanen dan menjaga keberlanjutan (sustainability). Menggunakan algoritma AI, robot bahkan bisa mengidentifikasi misalnya mana cabai yang sudah matang.

Jika semua algoritma yang disyaratkan terpenuhi, maka robot ini akan memanen cabai tersebut sekaligus memindahkannya dari ladang ke tempat penyimpanan. Teknologi robot juga bisa menentukan mana bagian tanaman yang harus dibuang karena sudah mati.

Robot dapat mengelompokkan mana tanaman yang harus diambil buahnya dan mana yang harus dibuang bagian yang matinya. Benar-benar sangat responsif dan memiliki algoritma yang membantu kerja para petani.

Baca juga: Sensor Optik AI Bisa ‘Melihat’ Seperti Mata Manusia

Apakah Petani Akan Tergantikan?

Dengan berbagai perkembangan robot di dunia pertanian yang sudah ditemukan, apakah itu artinya peran petani akan tergantikan? Jawabannya tentu saja tidak sepenuhnya bisa tergantikan.

Pengembangan robot memang terus menghasilkan temuan-temuan yang mengejutkan. Namun membiarkan penanaman, pengolahan lahan hingga pemanenan tanaman dengan diserahkan pada robot sejauh ini tidak mungkin bisa dilakukan sepenuhnya.

Masih tetap dibutuhkan keberadaan petani untuk menentukan dan membimbing kerja robot agar berfungsi dengan maksimal. Misalnya untuk robot yang bertugas mendata pertumbuhan tanaman. Agar lebih efisien dalam pengumpulan data, petani bisa mengarahkan di mana lokasi tanaman yang sebaiknya diperiksa lebih dulu.

Baca juga: Reinforcement Learning dari Tangan Robot AI Semakin Mirip Manusia

Selain itu, robot tentu bisa melewatkan beberapa daun mati yang tersembunyi dan harusnya dicabut. Atau melewatkan memanen buah yang sudah matang hingga akhirnya busuk. Meski belum sempurna, namun saat ini penggunaan robot dalam dunia pertanian sudah masif digunakan di berbagai negara.

Dengan begitu, penggunaan robot dan berbagai manfaatnya untuk dunia pertanian tidak boleh dianggap sebelah mata. Pengembangan robot ini sangat mungkin akan semakin maju dan luas jangakauannya.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan robot dalam berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berkembang. Artinya berbagai macam jenis pekerjaan dan mata pencahariaan manusia nantinya akan menuju era digitalisasi.

Apabila tidak melakukan inovasi dan pengembangan diri, bukan mustahil bahwa pekerjaan manusia di masa depan akan banyak tergantikan oleh robot. Inovasi serta pengembangan yang dimaksud adalah mempelajari hal-hal yang sekiranya tidak banyak bersinggungan dengan ‘kepintaran’ robot.

Oktaviana

Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, berpengalaman di bidang penulisan dan penelitian pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *