Reinforcement Positif Pada Anak: Pengertian, Contoh dan Fungsinya

  • Whatsapp
Reinforcement Positif pada Anak: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya - Ibu dan Balita
Sumber: Pixabay/nastya_gepp

RUANGNEGERI.com – Reinforcement atau penguatan secara positif kepada anak mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kehidupan anak. Fungsi reinforcement ini memiliki andil yang cukup besar pada pembentukan kepribadian seorang anak.

Anak yang menerima penguatan positif tentu tumbuh berbeda dibandingkan anak yang tidak pernah diberi penguatan. Penguatan positif yang diberikan kepada seorang anak mempunyai tujuan kebaikan dalam jangka panjang. Penguatan ini akan menciptakan sebuah perilaku tertentu yang memang diinginkan agar terbentuk sejak awal.

Bacaan Lainnya

Untuk membentuk perilaku tersebut, diperlukan stimulus atau rangsangan yang sesuai dengan kondisi anak. Stimulus ini nantinya akan memberikan penguatan positif. Pada akhirnya, semua itu akan melahirkan perilaku yang positif pula.

Baca juga: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Pengertian Reinforcement Positif Anak

Dalam buku berjudul Sumber Kecerdasan Manusia, Ratu Ile Tokan (2016), menyebutkan bahwa reinforcement adalah respons positif terhadap suatu tingkah laku tertentu dari anak yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali.

Hal itu bisa mendorong perilaku positif yang ada dari seorang anak agar bisa timbul kembali. Selain itu juga bermanfaat untuk dapat membangkitkan dan mempertahankan motivasi anak dalam belajar. Sehingga reinforcement ini sangatlah penting dalam proses belajar.

Lebih lanjut lagi, Carole Wade & Carol Tavris (2015) dalam buku Psikologi (edisi ke-9), menyatakan bahwa reinforcement merupakan sebuah proses. Di mana sebuah stimulus atau kejadian dapat memperkuat atau meningkatkan kemungkinan respons yang mengikutinya. Dalam berbagai hal, reinforcement sering kali berhubungan erat dengan sebuah penghargaan.

Baca juga: Parents, Lakukan Ini saat Anak dalam Tahap Autonomy dan Shame and Doubt

Fidelis E. Waruwu (2004) melalui tulisan berjudul Belajar Menurut Pendekatan Behaviourisme, menjelaskan bahwa reinforcement memiliki arti suatu proses yang dijalani dengan menggunakan stimulus tertentu.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku yang telah dilakukan. Penguatan ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu positif dan negatif. Positif berarti perilaku yang terus dikembangkan karena diikuti oleh stimulus yang menyenangkan. Proses tersebut kemudian akan menghasilkan perilaku yang menyenangkan pula.

Reinforcement positif merupakan konsekuensi positif yang mendorong pada suatu perilaku tertentu. Tujuannya adalah agar kemungkinan terulang kembali perilaku positif sesuai yang diinginkan akan semakin meningkat atau bertambah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.