Reinforcement Learning dari Tangan Robot AI Semakin Mirip Manusia

RUANGNEGERI.com – Kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) pada robot kini sudah sangat sering menjadi topik hangat dalam perkembangan teknologi.

Fungsi dan kerja tangan robot AI yang semakin mirip tangan manusia ini masih menimbulkan banyak perdebatan, namun di satu sisi juga membuat ekspektasi masyarakat semakin tinggi.

Robot yang dilengkapi dengan algoritma AI yang satu ini dinamakan sebagai robot humanoid. Sebab, kemampuannya sudah nyaris dapat menyamai kemampuan manusia. Pengembangan robot ini masih terus berjalan, dengan disertai berbagai penyempurnaan.

Selama beberapa waktu terakhir, fokus pengembangan AI untuk robot banyak fokus pada bagian tangan. Tangan cerdas robot ini sangat penting dikembangkan karena berkaitan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja yang mulai diarahkan secara otomatis dengan memanfaatkan tangan robot ini.

Pekerjaan lain seperti jurnalis, bahkan sudah mulai bisa dilakukan oleh robot. Microsoft misalnya, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, sudah berencana mengganti kegiatan jurnalisnya dengan AI.

Para peneliti pun nampak tidak main-main dengan target ini. Hal itu nampak dari bagaimana pengembangan tangan robot yang dilengkapi dengan AI ini sudah semakin sempurna mendekati akhir tahun 2020 ini.

Baca juga: Mimpi Besar Elon Musk: Inovasi Teknologi Tesla Bisa Mengubah Dunia

Reinforcement Learning Robot Dikembangkan Sejak 2018

Di pertengahan tahun 2018 silam, teknologi tangan robot yang dilengkapi dengan algoritma AI ‘baru’ sanggup memutar sebuah kubus.

Kemampuan ini berhasil dikembangkan dengan sistem AI robot melatih dirinya sendiri selama masa belajar sekitar 100 tahun. Seperti itulah gambaran bagaimana sulitnya menambahkan satu kemampuan untuk dapat dilakukan oleh tangan robot ini.

Algoritma AI yang digunakan untuk melatih kemampuan tangan robot ini dikenal dengan istilah reinforcement learning. Reinforcement learning adalah teknik belajar dari mesin tanpa disertai dengan campur tangan manusia sama sekali.

Teknik ini awalnya terinspirasi dari cara kerja dari hewan. Yakni pada saat hewan melakukan berbagai respon secara positif dari lingkungan di sekitarnya.

Baca juga: Mengenal Masker High-Tech yang Dinilai Terbaik untuk Mencegah Covid-19

Melansir dari Scitechdaily.com (03/12/2020), algoritma dari “otak” robot AI ini dilatih untuk mengkordinasikan pergerakan tangan. Selain itu juga sekaligus bisa mengambil tindakan layaknya manusia.

Beberapa di antaranya adalah melempar dan menangkap bola serta memegang pena. Robot juga dilatih untuk bisa menguasai berbagai kemampuan baru dari nol. AI pada tangan robot ini dikenal dengan sebutan Dayctil, yang telah dikembangkan oleh para peneliti dari The OpenAI sejak tahun 2018 lalu.

Awalnya adalah dengan belajar membalikkan sebuah kubus dengan algoritma tertentu untuk bisa mengubah sisi kubus menghadap ke atas. Meski mengalami trial and error, pada akhirnya robot berhasil menemukan cara yang benar.

Para peneliti mengakui masih banyak kekurangan dari tangan robot dengan AI ini. Dmitry Berenson, seorang ahli robot dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, mengakui bahwa kemungkinan itu masih ada.

Namun, ia tetap optimis “jika kita bisa mengatasi ‘kekurangan’ ini dengan baik, maka proses belajar sistem akan lebih mudah ke depannya,” terangnya.

Baca juga: Militer AS Kembangkan Kendaraan Perang Robotik Bertenaga Listrik

Robot Bisa Memutar Bola di Tahun 2019

Fungsi penting dari tangan manusia lainnya adalah dapat menggenggam benda. Tidak hanya itu, tangan manusia juga bisa melakukan berbagai gerak pada benda tersebut. Entah itu memutar, melempar maupun melakukan hal-hal lain yang biasa dilakukan menggunakan tangan manusia.

Bagi manusia saja, belajar melempar atau membidik dengan tepat bukanlah perkara yang mudah. Apalagi dalam pengembangan tangan robot dengan AI ini. Namun sejak tahun 2019 yang lalu, penyempurnaan demi penyempurnaan terus dilakukan.

Setelah melihat pengembangan di tahun sebelumnya, dimana tangan robot dengan AI sudah bisa memanipulasi objek, peneliti di tahun 2019 menargetkan tugas yang lebih kompleks untuk tangan robot AI ini.

Baca juga: Mungkinkah Bekerja dari Rumah Menjadi Tren di Masa Depan?

Tugas yang dikembangkan saat itu adalah bagaimana tangan robot AI bisa memutar dua bola logam tanpa menjatuhkannya. Saat itu, peneliti memperkirakan masa belajar yang sangat panjang agar algoritma robot bisa menemukan caranya.

Nyatanya, perkiraan tersebut meleset. Tangan robot dengan AI bisa mempelajari tugas itu hanya dalam waktu 2,7 jam saja. Tidak hanya sampai di situ, pada pengembangan lain, peneliti juga melatih algoritma agar tangan robot dapat menggelindingkan sebuah bola ke satu titik tujuan.

Tangan robot AI yang bisa melakukan tugas itu bernama Shadow Hand. Tangan robot ini mampu menggelindingkan bola dengan jari-jarinya yang memang dibuat memiliki sendi-sendi.

Jadi pergerakan tangan robot ini lebih sempurna dibandingkan tangan robot di pengembangan sebelumnya. Hasil-hasil temuan ini menunjukkan bagaimana potensialnya tangan robot dengan AI di kehidupan manusia beberapa tahun ke depan.

Sebagian besar pekerjaan (jika tidak semuanya), yang sebelumnya dilakukan dengan tangan manusia, tugas dan fungsinya kini mulai bisa tergantikan oleh robot melalui sistem algoritma AI-nya.

Baca juga: Coronavirus Dapat Menular Lewat Plasenta

Tangan Robot Mirip dengan Manusia

Di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020 ini, perkembangan teknologi robot dengan AI nampaknya tidak berhenti. Bahkan, hasil terbaru pengembangannya banyak yang mencengangkan dunia. Kini tangan robot makin mirip dengan tangan manusia.

Tidak hanya bisa bekerja sendirian, tangan robot kini juga sudah bisa bekerja sama dengan tangan robot AI lainnya. Kemampuan ini tentu kemajuan yang sangat pesat dan membuat manfaat dari tangan robot AI di dunia industri dan kerja akan semakin besar.

Hasil dari pengembangan sebelumnya, tangan robot AI sudah banyak digunakan untuk efektivitas kerja selama beberapa tahun terakhir. Misalnya pada bidang produksi dan aktivitas berbahaya seperti penonaktifan nuklir.

Baca juga: Booming Aplikasi Zoom Selama Pandemi Covid-19

Namun jika diperhatikan, sebenarnya secara umum pemanfaatan dari tangan robot dengan kecerdasan buatan ini banyak ditemukan pada bidang-bidang yang membutuhkan tingkat keakuratan kerja yang tinggi.

Tidak seperti manusia yang bisa lengah, sistem AI pada robot yang telah dilengkapi dengan algoritma kerja tertentu akan menghasilkan kerja yang presisi. Inilah yang membuat tangan robot semakin diminati dan diharapkan bisa semakin bertambah bidang fungsinya.

Di tahun 2020 ini, tangan robot bernama Shadow Hand sudah dilengkapi dengan algoritma untuk mengkoordinasi gerak jari. Jadi, tangan robot dengan AI tidak terbatas lagi hanya bisa menggenggam atau memutar dan menggerakkan benda.

Professor Giovani Montana dari Universitas Warwick, Inggris, berkomentar bahwa, “Penemuan terbaru ini akan menjadi modal untuk penemuan lebih menarik di masa depan.”

“Bahkan tangan robot ini nantinya bisa digunakan untuk kerja-kerja yang membahayakan seperti penonaktifan bom atau robot operasi,” jelasnya.

Oktaviana

Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, berpengalaman di bidang penulisan dan penelitian pendidikan.

Satu tanggapan untuk “Reinforcement Learning dari Tangan Robot AI Semakin Mirip Manusia

  • 3 Januari 2021 pada 12:29 PM
    Permalink

    AI mengautomasi pembelajaran dan penemuan berulang melalui data.  Tetapi AI berbeda dengan automasi robotik yang digerakkan oleh perangkat keras. Alih-alih mengautomasi tugas manual, AI melakukan tugas-tugas yang sering, bervolume tinggi, terkomputerisasi dengan andal dan tanpa mengalami kelelahan. Untuk jenis automasi ini, penyelidikan manusia masih penting untuk mengatur sistem dan mengajukan pertanyaan yang tepat. AI menambahkan kecerdasan pada produk-produk yang ada. Di sebagian besar kasus, AI tidak dijual sebagai aplikasi individu. Akan tetapi, produk yang sudah Anda gunakan akan ditingkatkan dengan kemampuan AI, mirip seperti Siri yang ditambahkan sebagai fitur pada generasi baru produk Apple. Automasi, platform percakapan, bot, dan mesin pintar dapat dikombinasikan dengan sejumlah besar data untuk meningkatkan banyak teknologi di rumah dan di tempat kerja, mulai dari intelijen keamanan hingga analisis investasi.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *