Rapijali: Mencari, Naskah Tertua Dee Lestari yang Dihidupkan Kembali

RUANGNEGERI.com – Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyayanginya.

Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita.

Hidup Ping jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru.

Mungkinkah ia menemukan apa yang hilang selama ini? Dan, apakah Ping siap dengan yang ia temukan? Bahwa, hidupnya ternyata tidak sesederhana yang diduga.

Baca juga: Rotasi dan Revolusi: Kisah Cinta dari Pikiran ke Pikiran

Naskah Pertama Dee Lestari: Planet Ping

Dee Lestari adalah seorang penulis yang mengawali kariernya dengan bermusik. Ia telah bermusik sejak usia belia. Hal tersebut yang menjadi latar belakang Dee Lestari untuk menuliskan cerita pertamanya yang bertema tentang musik.

Naskah dari novel Rapijali ini ditulisnya saat berusia 17 tahun, tepatnya pada tahun 1993. Dee Lestari yang lebih akrab disebut Ibu Suri menulis naskah dari novel ini dengan judul Planet Ping.

Novel ini beberapa kali pernah ingin diterbitkannya, tetapi selalu gagal. Dee Lestari lebih memilih untuk menerbitkan cerita Perahu Kertas dan Aroma Karsa terlebih dahulu.

Ia merasa cerita Ping perlu waktu yang tepat untuk diterbitkan dan ditinjau ulang karena kurang matang. Pada pertengahan 2019, Dee Lestari memutuskan untuk serius dengan panggilan Ping yang meronta ingin diterbitkan.

Akhirnya, ia membangunkan Ping dari tidur panjangnya dan mulai membangun satu per satu semesta Ping. Ping adalah rekor tulisan terlama bagi Dee Lestari, yaitu 27 tahun.

Baca juga: Mariposa: Kupu-kupu yang Sulit Digapai

Serial Rapijali: Mencari

Novel Rapijali sempat menjadi perbincangan publik pada masa awal penerbitannya. Pasalnya, promosi pre-order yang dilakukan baik di media sosial atau e-Commerce berbeda dengan yang diterima oleh pembeli.

Sebelumnya, Dee Lestari melakukan promosi dengan menerbitkan Rapijali dalam bentuk cerita bersambung (cerbung) di aplikasi Storial. Kemudian, baru membuka pre-order.

Pembeli mungkin banyak yang mengira bahwa buku yang telah dipesan adalah buku tunggal. Namun, ternyata buku tersebut merupakan sebuah serial.

Rapijali: Mencari. Judul yang benar-benar merepresentasikan keseluruhan jalan cerita di dalam novel ini. Ceritanya berkisah tentang Ping dan dunianya yang terlihat biasa saja, tapi sebenarnya sangat menakjubkan dan penuh dengan teka-teki.

Baca juga: Romantisme dan Kesabaran di Hujan Bulan Juni

Tidak hanya Ping yang mencari teka-teki di dalam hidupnya. Namun, seluruh tokoh di dalam novel ini dan pembaca pun terpaksa ikut mencari.

Ping merupakan seorang gadis yang bernama asli Lovinka. Ia tinggal di Pantai Batu Karas bersama kakeknya yang nyentrik. Hidupnya sejak kecil sangat dekat dengan musik karena kakeknya memiliki band dengan nama D’brohoh.

Ping memiliki kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain. Ia memiliki talenta pitch perfect karena sejak kecil ia sudah terlibat dengan D’brohoh dan menjadi salah satu anggota band tersebut.

Ibu Ping meninggal dan ayahnya pergi meninggalkannya. Namun, tanpa Ping ketahui, kakek Ping, Yudha, telah menyiapkan masa depan Ping dengan Guntur, ayah Ping yang menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Novel Arkais: Jawaban dari Teka-Teki Nona Teh dan Tuan Kopi PARAK

Kehidupan Baru dengan Lingkungan Baru

Karena kematian kakeknya, Ping terpaksa harus pindah ke kota bersama Guntur. Namun, Ping masih belum tahu bahwa Guntur adalah ayahnya. Yang ia ketahui hanya sekadar Guntur sebagai seorang politikus yang membantu pendidikannya.

Ping merasa tidak enak dengan keluarga Guntur. Ia merasa hanya Guntur yang dapat menerimanya dengan hangat di rumah barunya. Nita (istri Guntur) dan Ardi (anak Guntur) terasa menolak dan tidak rela ada orang baru di rumahnya.

Ping harus beradaptasi dengan sekolah barunya. Ia bertemu dengan orang-orang baru yang wataknya berbeda jauh dengan teman-temannya di Pantai Batu Karas. Ping dikenal di sekolah barunya karena ia merupakan anak asuh politikus.

Di sekolah barunya, Ping bertemu dengan murid lainnya yang ingin menghidupkan kembali band sekolah. Ia kemudian membentuk band dengan nama Rapijali.

Ping juga belajar musik kepada guru musik di sekolah barunya. Memang, Ping memiliki bakat musik yang sangat bagus, tetapi bakat saja tidak cukup.

Baca juga: Nona Teh dan Tuan Kopi PARAK: Kisah Cinta dan Keluarga yang Penuh Misteri

Akhir yang Mengambang

Rapijali menyajikan cerita yang ringan. Tidak seperti serial Supernova atau Aroma Karsa yang penuh dengan fantasi dan ilmu pengetahuan yang tinggi, Rapijali lebih mudah dinikmati oleh segala usia.

Cerita yang disajikan lebih realistis dibanding dengan cerita Aroma Karsa dan Supernova. Namun, menurut saya novel ini memiliki banyak tokoh yang harus dibahas satu per satu.

Di buku Rapijali: Mencari ini menurut hemat saya masih menyajikan pengenalan tokoh. Belum ada konflik utama yang saya temukan selama membaca novel ini. Selain itu, ceritanya diakhiri dengan ending yang sangat mengambang.

Akhir dari kisah setebal 348 halaman ini terasa sangat kacau dan tidak halus. Pasalnya, tidak hanya satu atau dua pertanyaan yang mengganjal di novel ini, tapi sangat banyak. Semoga buku ke dua dari serial Rapijali akan menguak pertanyaan-pertanyaan di Rapijali: Mencari.

 

Judul Novel         : Rapijali: Mencari
Penulis                 : Dee Lestari
Jumlah Halaman : 348
Penerbit               : Storial
Terbit                   : Januari 2021

Delvi Alpha Faliha

Alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Jember, seorang ekstrover yang canggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *