Raih Keuntungan Investasi Emas Sejak Kuliah, Begini Caranya

RUANGNEGERI.com – Menjadi seorang mahasiswa bukan berarti tidak bisa melakukan investasi. Terutama di era digital saat ini, berinvestasi sudah bisa dilakukan dengan mudah melalui genggaman smart phone.

Di satu sisi, banyak yang mengkhawatirkan keuangan anak kuliahan. Tetapi juga tidak sedikit mahasiswa yang kurang bijak dalam menggunakan keuangannya. Hal itu karena masa anak muda lebih cenderung menghabiskan uangnya untuk kesenangan sementara.

Padahal, jika sedari dini sudah bisa mengelola uang dan mulai berinvestasi, nantinya akan memiliki keuntungan dalam jangka panjang, tidak lagi kesenangan sesaat.

Alasan karena belum memiliki gaji tetap bukan menjadi penghalang mulai latihan berinvestasi. Uang jajan yang kamu dapat dikatakan sebagai pemasukan rutin, baik itu uang harian, mingguan ataupun bulanan, semuanya bisa dibagi sesuai kebutuhan dan dipisahkan secara rutin untuk investasi.

Dari banyaknya jenis investasi yang ada, investasi emas sangat cocok dan bisa dilakukan sejak kuliah. Investasi emas juga jauh lebih aman bila dibandingkan investasi saham, reksa dana, obligasi dan yang lainnya.

Selain itu, logam mulia berupa emas yang memiliki sertifikat asli, akan dipercaya dan diakui oleh dunia secara internasional.

Baca juga: Cara Mengatasi Senioritas Agar Betah di Tempat Kerja

Alasan untuk Berinvestasi Emas

Selain karena aman, dengan memilih investasi emas kamu tidak perlu khawatir untuk memerlukan modal besar. Sekarang emas bisa dibeli dengan pecahan terkecilnya, yaitu 0,01 gram atau setara dengan harga emas saat ini di bawah Rp10.000.

Biasanya dengan pecahan terkecil ini, kamu bisa membelinya pada aplikasi emas digital yang ada di gawaimu. Jadi kamu bisa mulai mencicil secara rutin sesuai kemampuan.

Keuntungan lainnya, investasi emas memiliki risiko rendah dengan nilai yang cukup stabil. Tidak perlu khawatir jika terjadi inflasi dan resesi ekonomi sekalipun, nilai emas cenderung tidak terpengaruh dengan itu. Bahkan di setiap tahunnya, nilai emas akan terus naik.

Baca juga: Mungkinkah Bekerja dari Rumah Menjadi Tren di Masa Depan?

Menurut Ella Syafputri dalam buku berjudul Investasi Emas, Dinar, & Dirham (2012), menjelaskan bahwa emas dan perak lebih bertahan lama ketimbang uang kertas. Sebab secara fisik, logam mulia tidak akan berubah menjadi lapuk, busuk, ataupun robek sehingga berkurang nilainya.

Lebih dari sekedar kemampuannya untuk awet, emas dan perak sangat patut dijadikan sarana penyimpanan kekayaan. Hal itu karena emas dan perak memiliki nilai intrinsik (nilai logam yang terkandung di dalamnya) yang tinggi tanpa dibuat-buat.

Hal itu tentu berbeda dengan uang kertas yang memiliki nominal saja (nilai angka yang tertera). Nilai nominal tersebut sangat mudah turun ketika situasi perekonomian maupun politik sedang tidak menentu.

Investasi emas juga dengan mudah untuk dicairkan. Semisal sedang membutuhkan dana darurat, kamu bisa menggunakan emas yang sudah ditabung sebelumnya.

Meski begitu, tidak dianjurkan untuk mencairkan emas dalam waktu singkat. Karena dengan membeli emas, tidak lantas membuatmu langsung untung dan meraih banyak uang dalam jangka pendek. Perlu waktu jangka panjang jika ingin mendapatkan keuntungan dari investasi emas.

Baca juga: Tips Buat Fresh Graduate Agar Tidak Lama Menganggur

Cara Investasi Emas

Saat ini, tersedia banyak aplikasi emas digital atau secara daring yang menawarkan untuk membeli, menjual serta menabung emas dalam waktu jangka panjang.

Sebelum mulai menukar uangmu dengan emas, perlu mempelajari terlebih dulu tempat yang akan digunakan investasi ke depan. Perhatikan kebijakan dan peraturan yang dimiliki dari perusahaannya.

Jangan lupa membaca respons dan umpan balik dari orang-orang yang telah dikenal, maupun yang sudah menggunakan aplikasi tersebut. Jika sudah merasa yakin serta mampu memenuhi semua persyaratan yang ada, kamu bisa langsung mulai mendaftar dan membuat akun.

Kalaupun jika ingin membeli langsung emas di tempatnya, berhati-hati juga dengan keaslian emas tersebut. Periksa sertifikatnya serta pastikan untuk membeli di tempat yang kredibel.

Dalam menjalankannya pun, harus tetap berhati-hati. Cari informasi selengkap mungkin. Jangan sampai terjebak pada penipuan berkedok investasi emas. Hal itu biasanya disertai dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Setelah menentukan tempat berinvestasi emas, tentukan target dan tujuan dari berinvestasi. Ini penting agar bisa melakukan investasi dengan tepat, terarah dan jelas dalam merencanakan besaran tabungan emas yang mau dialokasikan.

Misalnya dana investasimu ingin digunakan untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, merintis usaha setalah kuliah, umroh, atau pun bisa juga untuk menikah, semuanya memungkinkan untuk dicapai dengan tujuan dan target yang jelas dari awal.

Baca juga: Belajar untuk Memulai Karier Bidang Sosial, Mahasiswa Harus Tahu!

Selanjutnya, kamu bisa mulai membeli emas secara rutin. Sesuaikan dengan target dan tujuan yang ingin dicapai. Bagi yang pemula dalam berinvestasi emas, rajin-rajinlah melihat perkembangan naik turun dari harga emas dari situs resmi.

Perhatikan juga isu-isu internasional yang berkembang, khususnya terkait nilai tukar uang. Sebab harga emas juga dipengaruhi oleh nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat.

Kalau kenaikannya tidak terlalu besar dan harganya murah, maka itulah saat yang tepat untuk membeli emas. Meskipun sebenarnya waktu yang tepat dalam membeli emas tidak ditentukan mutlak oleh grafik.

Waktu yang tepat membeli emas ialah ketika sudah memiliki uang yang dialokasikan untuk investasi. Seiring berjalannya waktu, nantinya kamu akan lebih paham dan peka dengan perkembangan emas.

Belajar dan mulai mencoba investasi dari awal, sama seperti sedang menyiapkan masa depanmu sendiri. Semakin menunda berinvestasi, maka waktu dan keuntungan yang diperoleh juga semakin berkurang.

Firdhausy Amelia

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *