Ragam dan Pesona Wisata Tanah Flores

RUANGNEGERI.com – Flores merupakan salah satu di antara empat pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini dikenal memiliki satwa langka yang mendunia, yaitu Varanus Komodoensis atau biawak raksasa yang lebih dikenal dengan nama Komodo. Fauna langka ini tinggal di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, habitat alaminya.

Selain memiliki fauna langka, ternyata Pulau Flores juga memiliki dua taman nasional. Salah satunya seperti yang kita kenal, yaitu Taman Nasional Pulau Komodo.

Sedangkan yang lain adalah Taman Nasional Kelimutu, tempat di mana sebuah danau unik yang airnya selalu berubah warna bersemayam.

Tanah Flores terdiri atas 8 kabupaten yang dihuni oleh 8 suku besar, yaitu Suku Manggarai, Riung, Ngada, Nage-Keo, Ende, Lio, Sikka dan Larantuka. Kesemua suku-suku tadi hanyalah 8 suku terbesar di Flores.

Tiap-tiap mereka masih memiliki berbagai suku. Oleh karenanya, tak heran jika Flores juga kaya akan keragaman budaya dan tradisi yang lahir dari keberagaman masyarakatnya.

Selain itu, mereka juga dikental dengan kekuatan tradisinya leluhurnya dengan cara tetap menjaga kekayaan alam dan lingkungannya.

Masyarakat Tana Ai di bagian timur Kabupaten Sikka, Flores, memiliki berbagai aturan adat yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Termasuk urusan tata ruang dan pengelolaan lahan di daerah tersebut.

Flores memiliki 5 warisan leluhur yang salah satunya telah diakui oleh dunia internasional melalui UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Adapun kelimanya adalah Tarian Caci, Lodok, Penti, Arsitektur Rumah Gendang, serta Kampung Adat Waerebo.

Nah, selain Pulau Komodo yang memang sudah lebih terkenal menjadi cagar budaya dunia, organisasi PBB yang membidangi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan ini juga sudah menetapkan kampung adat sebagai warisan budaya dunia.

Membicarakan kekayaan Flores menarik sekali bukan?

Berikut ini ulasan saya mengenai beberapa tempat di tanah Flores yang memiliki keragaman budaya dan wisata yang patut kamu kunjungi.

BACA JUGA: Tradisi Unik Suku Sasak di Lombok, ‘Menculik’ Gadis yang Hendak Dinikahi

1. Pulau Komodo

Ragam dan Pesona Wisata Tanah Flores - Pulau Komodo
Sumber: Instagram/traveling_w0w

Pulau yang merupakan salah satu habitat asli reptil raksasa ini berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pulau Komodo ini diakui sebagai situs warisan dunia serta salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Selain merupakan rumah bagi ribuan Komodo, pulau ini juga memiliki kawasan alam yang sangat indah nan menakjubkan lho!

Untuk memasuki kawasan pulau yang dijadikan sebagai destinasi wisata ini, kamu hanya perlu merogoh kantong sebesar 85 ribu rupiah, 5 ribu untuk tiket masuk dan 80 ribu untuk membayar pemandu wisata.

Ya, kamu harus ditemani oleh pemandu wisata selama tur di Pulau Komodo demi keselamatan dan keamanan kamu tentu saja.

Tarif tadi hanya untuk wisatawan domestik saja ya. Untuk wisatawan mancanegara, tarif yang diberlakukan adalah sebesar 150 ribu rupiah ditambah 80 ribu rupiah.

Jumlah tarif tadi, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara, saya kira merupakan jumlah yang masih terlalu murah untuk merawat kelestarian satwa dan habitatnya.

Semoga pulau ini terus lestari dan menjadi habibat yang nyaman bagi flora dan fauna endemiknya.

Apa saja yang bisa kamu lakukan di pulau ini?

Tentu yang paling menarik adalah mengamati Komodo dari dekat, di habitat asalnya. Kamu juga bisa mengambil foto untuk mengabadikan momen bersama mereka.

Jika beruntung, kamu bisa melihat beberapa komodo jantan memperebutkan komodo betina pujaannya. Kamu bakal terkejut dapat melihat langsung hewan besar yang sering disebut dengan kadal purba itu.

Dengan melihat mereka, barangkali rasa sayang kamu terhadap para satwa langka akan timbul dengan sendirinya. Sehingga menjadi lebih peduli terhadap kelestarian mereka.

Selain mengamati kehidupan komodo, kamu juga bisa mengunjungi pantai unik di pulau ini. Namanya Pantai Pink. Disebut demikian karena pasir pantainya berwarna merah muda.

Warna pasir ini berasal dari kumpulan terumbu karang berwarna merah muda yang tergerus oleh ombak lautan dan bercampur dengan pasir.

Menyusuri pantai eksotis ini, kamu akan merasa seperti sedang berada di Balos Lagoon, Yunani.

2. Danau Kelimutu, Telaga Tiga Warna

Ragam dan Pesona Wisata Tanah Flores - Telaga Tiga Warna
Sumber: Google Maps/Ikra Alwi

Danau Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata yang paling eksotis di Tanah Flores, Nusa Tenggara Timur. Keindahan danau ini telah santer terdengar di berbagai penjuru dunia.

Daya tarik utama danau ini adalah warna airnya yang dapat berubah-ubah dalam tiga warna utama, yaitu biru, merah dan putih. Perubahan warna air danau ini merupakan pengaruh dari mikroba dan suku gas yang ada di sekitar danau.

Kawasan Danau Kelimutu berada di ketinggian 1639 mdpl, yang membuatnya menjadi tempat yang sejuk dan dingin. Sayangnya, kamu tak boleh berlama-lama di sini.

Sebab, konsentrasi gasnya tak baik untuk kesehatan paru-paru dan pernapasanmu.

Danau Kelimutu terdiri atas tiga buah danau yang terpisah dan masing-masingnya memiliki nama dan kedalaman yang berbeda-beda.

Yang pertama adalah Danau Tiwu Nuwa Muri Kofai, sedalam kurang lebih 127 meter dan luas sekitar 5,5 hektar. Warna air danau ini adalah hijau lumut dan biru. Danau ini dipercaya merupakan tempat bagi muda-mudi yang meninggal.

Berikutnya adalah Danau Tiwu Ata Polo yang airnya berwarna merah. Kedalaman airnya sekitar 64 meter dan luas sekitar 4,5 hektar. Bagian danau inilah yang warnanya sering kali berubah-ubah. Kadang merah, kadang hijau.

Danau ini menurut kepercayaan masyarakat sekitar merupakan tempat bagi orang-orang yang selama hidupnya melakukan kejahatan seperti tenung dan santet.

Yang terakhir, Danau Tiwu Ata Mbupu dengan kedalaman 67 meter dan luas 4 hektar. Air danaunya berwarna hijau toska dan putih.

Danau ini dipercaya merupakan tempat berkumpulnya arwah para orang tua yang telah meninggal. Masyarakat sekitar percaya bahwa ketika danau-danau ini berubah warna, itu adalah pertanda bahwa mereka harus memberikan sesajen bagi orang-orang yang meninggal.

Tertarik mengunjungi Danau Kelimutu?

BACA JUGA: Menelisik Berbagai Tradisi Pingitan di Indonesia

3. Kampung Adat Wae Rebo   

Ragam dan Pesona Wisata Tanah Flores - Kampung Adat Wae Rebo
Sumber: Google Maps/Bhima Wibawa

Seperti yang telah saya sebutkan tadi, Kampung Adat Wae Rebo merupakan sebuah desa wisata yang telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, pada tahun 2012 silam.

Wae Rebo adalah sebuah desa kecil yang berada di ketinggian 1200 mdpl, di puncak pegunungan.

Di desa Wae Rebo ini, kamu akan mendapati 7 rumah adat masyarakat lokal yang telah ada selama lebih dari 19 generasi. Ya, hanya 7 buah rumah adat.

Tapi jangan salah. Rumah adat yang bernama Mbaru Niang ini cukup besar. Ia terdiri atas 5 lantai setinggi kira-kira 15 meter.

Mbaru Niang berbentuk kerucut, atapnya terbuat dari ilalang yang dianyam. Ketujuh Mbaru Niang membentuk formasi melingkar di puncak bukit, tempat Desa Wae Rebo berada.

Kamu harus berjalan kaki menaiki tanjakan ke puncak selama 3 – 4 jam untuk sampai di kampung adat ini.

Tapi, kelelahanmu seketika buyar setelah kamu sampai di kawasan Desa Wae Rebo. Sebab, kamu akan disambut oleh keramahan masyarakat desanya, serta keindahan panorama alamnya yang sungguh menakjubkan.

Perpaduan antara sisi tradisionalitas budaya dan keindahan lanskap alam ciptaan Tuhan. Karena berada di puncak pegunungan, awan-awan berarak menyelimuti perkampungan ini.

Selain keindahan alam dan kemenarikan budayanya, kehidupan sosial masyarakat Desa Wae Rebo juga cukup menarik untuk kamu ikuti.

Masyarakat Desa Wae Rebo adalah para petani yang hidup bersahabat dengan alam. Sedangkan para perempuannya membuat pakaian untuk keluarga mereka dengan menenun.

Selain itu, di sekitar bukit yang sejuk itu ada kebun kopi yang tumbuh subur karena sesuai dengan karakteristik tempat tumbuhnya. Kamu bakal mencicipi kenikmatan kopi khas Flores ini jika berkunjung ke sana.

Tiket masuk ke desa wisata unik ini adalah sebesar 200 ribu rupiah per orang, untuk wisatawan domestik. Jumlah yang cukup ramah untuk menikmati sajian perpaduan budaya dan keindahan alam yang menyejukkan badan dan pikiran.

Di atas bukit itu kamu tak akan dapat berkomunikasi melalui peranti elektronik, sebab tak ada sinyal di sana. Ini bisa menjadi terapi buat kamu.

Menikmati suasana dan momentum di sana dengan lebih paripurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *