Punya Karakter Melankolis? Ketahui Cara Mengoptimalkannya

RUANGNEGERI.com – Florence Littauer (2015) dalam buku berjudul Your Personality Tree: Lejitkan Potensi dengan Memahami Kepribadian Anda, menyebutkan bahwa motivasi melankolis (perfeksionis) datang dari setiap kesempatan yang ada di hadapannya.

Hal itu karena seorang yang bertipe melankolis cenderung memiliki target hasil maksimal

Setiap pekerjaan akan digarap dengan telaten hingga menghasilkan pencapaian yang sempurna. Rasa lega akan diperoleh ketika hasil pekerjaannya telah sempurna.

Oleh sebab itulah, melankolis seringkali dijuluki “si perfeksionis”. Akibat sifatnya yang selalu ingin menghasilkan capaian yang sempurna inilah yang menimbulkan pemikiran luar biasa.

Pemikirannya pun lebih panjang, sehingga terkesan jenius yang menjadi ciri khasnya.

Seorang melankolis tidak akan mengerjakan secara asal-asalan. Dapat dikatakan jika seorang melankolis adalah pengejar kesempurnaan.

Motivasi melankolis si perfeksionis inilah yang menyebabkan rasa tak ingin ada kesalahan dan ingin menghasilkan yang terbaik.

Tentu pemikiran melankolis si perfeksionis ini terkadang membuat pekerjaan yang digarap dalam waktu yang lebih lama dari pada rekan kerjanya yang lain. Apabila suatu pekerjaannya lama selesai, ini bukan berarti malas bekerja.

Hal ini terjadi justru dikarenakan keinginannya mengerjakan secara sempurna, ekspektasi tinggi, pemikiran panjang, teliti, dan ingin tak ada kesalahan.

Seorang yang bertipe melankolis cukup dipercaya dan diandalkan akan hasil kerjanya. Namun, hal yang menjadi persoalan orang melankolis ini adalah sering merasa tertekan dan mudah stres akibat mengejar kesempurnaan (Sukri, 2013).

BACA JUGA: Insecure Setelah Lulus Kuliah? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

Motivasi Seorang Melankolis Terdorong untuk Teliti

Hal yang membuat motivasi melankolis dalam bekerja adalah mencapai suatu hasil yang sempurna. Semangatnya begitu tinggi untuk mengejar kesempurnaan.

Sering kali, tipe melankolis diandalkan dalam sebuah tim untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan detail. Keunggulan ini patut diacungi jempol.

Pemikirannya cenderung panjang dan selalu mengantisipasi adanya kemungkinan potensi masalah atau kesalahan.

Apabila dalam sebuah pekerjaan terdapat sebuah proyek, tentunya dalam setiap tim butuh tipe melankolis untuk mengantisipasi adanya kekeliruan kerja.

Motivasi perfeksionis tidak hanya ketika dihadapkan tugas individu atau perorangan. Ketika bekerja dalam suatu tim pun menginginkan hasil kerja kelompoknya sempurna.

Kejelian dan kedisiplinannya sudah tak diragukan lagi bagi rekan kerjanya. Bahkan, rekannya menganggap jenius si tipe melankolis tersebut.

Tim yang mendapatkan rekan melankolis akan merasa beruntung karena bisa dianggap sebagai penyelamat jika ada kesalahan. Jika terdapat kesalahan, tipe melankolis biasanya lebih cepat tanggap dari pada tipe lainnya.

Segala pekerjaannya tersusun dengan rapi dan jeli. Tak heran jika segala hal yang dimilikinya serba rapi.

Jika iseng ingin menemui teman dengan tipe melankolis, datangi kamarnya. Hampir dipastikan akan tampak rapi. Tidak hanya arsip kerjanya saja yang tersusun rapi, kehidupan sehari-harinya juga mengikuti (Malahayati, 2010).

BACA JUGA: 5 Cara Membangun Jaringan Karier saat Kuliah

Tipe Kepribadian Melankolis Sangat Bisa Sukses!

Florence Littauer (2015) juga menyebutkan bahwa tipe melankolis yang selalu mengejar sempurna membawanya berpikiran analitis dan kreatif.

Mengambil sebuah keputusan atau suatu pekerjaan selalu didasarkan dengan data atau fakta yang konkret. Melankolis disebutnya tidak ingin bekerja sembarangan dengan data yang tidak akurat dan tidak jelas kevalidannya.

Oleh sebab itulah, seorang tipe melankolis lebih teoritis dan kritis. Kekritisannya ini membuat setiap analisisnya cenderung tepat. Pemikirannya juga kreatif. Berpikir sekreatif mungkin agar mendapatkan hasil perfeksionis.

Akan selalu ada ide-ide yang bermunculan akibat kemauannya yang kuat akan hasil yang optimal.

Kesuksesannya lebih tampak karena adanya pemikiran yang kritis dalam analisisnya. Analisisnya mampu memperhitungkan potensi bahaya yang akan terjadi dalam mengambil suatu keputusan.

Kemungkinan hambatan juga bisa diperkirakan oleh dirinya secara akurat. Tidak heran jika melankolis sering digemari rekan kerjanya, bahkan oleh atasannya sekali.

Pengorbanannya untuk mencapai kesuksesan begitu besar. Seluruh tenaga, pikiran hingga waktu pun rela dikorbankan. Ketekunan dalam menjalankan suatu pekerjaan juga tak diragukan lagi.

Bahkan, loyalitas dan kesetiannya terhadap pekerjaan.

Apabila merasa suatu pekerjaannya sulit atau terdapat hambatan, tipe melankolis tidak gampang menyerah. Tipe ini akan berusaha menyelesaikan pekerjaannya tersebut hingga benar-benar selesai. Di sinilah maksud dari kata “setia” (Imam, 2015).

BACA JUGA: Alasan Mengapa Kamu Perlu Ikut Organisasi Kampus

Cara Mengatasi Tipe Melankolis yang Cenderung Mudah Tertekan

Karakter melankolis tidak menginginkan terjadi kesalahan sedikit pun, bahkan targetnya begitu tinggi di atas rata-rata.

Ekspektasi kerjanya yang tinggi ini sering kali membuat tipe melankolis merasa tertekan jika belum bisa mencapai target yang ditentukan dirinya sendiri.

Mungkin bagi orang yang tidak memiliki tipe yang demikian, tidak akan merasa dibebani oleh pekerjaan tersebut. Memang tak bisa disamakan setiap tipe setiap orang.

Antara orang satu dengan lainnya dalam menanggapi sesuatu bisa jadi berbeda. Beban pekerjaan bagi melankolis lebih berat dibandingkan dengan tipe lainnya.

Sukri (2013) menjelaskan bahwa tipe melankolis cenderung serius dalam menyikapi sesuatu. Maka, jangan heran jika bergaul dengan si perfeksionis ini sering terkesan membosankan. Berhati-hatilah jika berbicara dengan tipe ini karena mudah tersinggung.

Kepribadian tipe melankolis membuat sering menyalahkan dirinya sendiri, bahkan merendahkan dirinya jika harapannya tidak tercapai. Gelisah pun akan teralami.

Perasaannya sangat peka dan sensitif jika terjadi suatu masalah antara rekan kerja semisalnya. Rasa sensitif ini menimbulkan kebiasaan pendendam jika terdapat seseorang yang berniat atau pernah menyelakainya.

Mungkin sifat perfeksionis ini bisa dikatakan sesuatu hal yang positif. Akan tetapi, kekurangan dari melankolis jika dilihat dari sudut pandang lain juga memiliki kekurangan.

Dalam melengkapi kekurangan tersebut, melankolis membutuhkan motivasi dan dukungan dari tipe sanguinis. Kinerja akan semakin maksimal jika kedua tipe tersebut saling bekerjasama.

Tipe melankolis cenderung kurang percaya diri ketika hendak tampil di depan umum. Mengantisipasi hal tersebut, motivasi melankolis si perfeksionis ini bisa datang dari dukungan tipe sanguinis.

Kedua tipe ini mungkin saling melengkapi, jika melankolis kurang percaya diri tampil dihadapan banyak orang, sedangkan tipe sanguinis dapat dengan mudah dan percaya diri tampil di depan umum. Jadi sanguinis bisa mewakili untuk tampil.

Dalam hal pertemanan juga cocok karena kepribadian yang saling melengkapi. Sanguinis yang ramah, mudah bergaul dan banyak berbicara bisa menyeimbangi sifat melankolis yang serius dan mungkin membosankan.

Penjelasan dari artikel ini memberikan gambaran mengenai kepribadian tipe melankolis. Dari sekian informasi bisa digunakan sebagai cermin diri bagi kamu yang berkepribadian tipe melankolis.

Si perfeksionis ini memang memiliki banyak keunggulan. Namun, motivasi ini dapat lebih optimal apabila didorong oleh rekan yang kepribadiannya saling melengkapi antara satu sama lain, seperti sanguinis.

Dengan kombinasi tipe tersebut, maka kinerja tim yang diisi oleh orang melankolis akan semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *