Ingin Jadi Pengusaha? Inilah 10 Pola Pikir yang Harus Dimiliki

  • Whatsapp
Pola Pikir Pengusaha Muda Sukses
Sumber: Unsplash/Adeolu Eletu

RUANGNEGERI.com – Profesi sebagai seorang pengusaha atau entrepreneur semakin booming terutama setelah pandemi Covid-19. Banyak orang baik para freshgraduate, ibu rumah tangga maupun para pekerja berbondong-bondong membuka usaha. Lantas, bagaimana pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh seorang pengusaha? 

Potret sukses para pengusaha muda seperti Nadiem Makariem (founder Go-Jek), William Tanuwijaya (founder sekaligus owner Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), Hamzah Izzulhaq (owner Lembaga Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri), Elang Gumilang (Wirausaha Muda Mandiri Terbaik 2017) dan lain-lain mungkin telah banyak menginspirasi generasi muda di Indonesia untuk mengikuti jejak mereka menjadi pengusaha.

Bacaan Lainnya

Mungkin saja kamu juga berpikir bahwa dengan menjadi pengusaha seperti mereka, gaya hidup bebas dan merdeka tanpa terkurung rutinitas akan tercapai, kan? Bisa jadi iya, itulah keuntungan menjadi pengusaha.

Selain itu kamu juga bisa lebih leluasa mengatur waktumu. Pergi liburan atau cuti tanpa perlu ijin atasan tentu merupakan hal yang menyenangkan.

Keuntungan Menjadi Pengusaha

Sebelum memutuskan untuk terjun sebagai pengusaha, ada baiknya kamu pahami terlebih dahulu suka duka serta risiko yang bakal kamu hadapi. Berikut ini adalah kebebasan-kebebasan yang akan didapatkan manakala kamu memutuskan untuk menjadi pengusaha, di antaranya:

1. Bebas Mengambil Keputusan

Menjadi pengusaha, berarti bahwa kamu adalah bosnya. Sebagai pemimpin, kamu bisa bebas untuk menentukan jam kerja, pekerjaan atau bisnis apa yang ingin dijalankan dan kapan mau memulainya.

Tidak seperti karyawan yang menunggu arahan dari bos untuk melakukan pekerjaan, kamu justru yang menjadi pengarahnya. 

Baca juga: Intrapersonal Koleris Berpotensi Menjadi Pemimpin yang Sukses

2. Bebas Menetapkan Tujuan

Menjalankan sebuah bisnis sendiri tidak hanya menjadi pekerjaan seorang pengusaha. Tapi melalui bisnis, kamu bisa menyalurkan ide, nilai dan prinsip hidupmu. Kamu bebas untuk menolak proyek atau pekerjaan jika tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kamu anut.

Berbeda dengan seorang karyawan yang harus menurut dengan nilai dan budaya perusahaan. Bagi sebagian orang semakin banyak aturan dan tekanan di lingkungan pekerjaan justru membuatnya semakin tidak nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.