Ingin Jadi Pengusaha? Inilah 10 Pola Pikir yang Harus Dimiliki

RUANGNEGERI.com – Profesi sebagai seorang pengusaha atau entrepreneur semakin booming terutama setelah pandemi Covid-19. Banyak orang baik para freshgraduate, ibu rumah tangga ataupun para pekerja berbondong-bondong membuka usaha.

Potret sukses para pengusaha muda seperti Nadiem Makariem (founder Go-Jek), William Tanuwijaya (founder sekaligus owner Tokopedia), Hamzah Izzulhaq (owner Lembaga Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri), Elang Gumilang (Wirausaha Muda Mandiri Terbaik 2017) mungkin banyak menginspirasi generasi muda di Indonesia untuk mengikuti jejak mereka menjadi pengusaha.

Gaya hidup bebas dan merdeka tanpa terkurung rutinitas terlihat keren, kan? Kamu juga bisa lebih leluasa mengatur waktumu. Pergi liburan atau cuti tanpa perlu ijin atasan tentu merupakan hal yang menyenangkan.

Baca juga: Intrapersonal Koleris Berpotensi Menjadi Pemimpin yang Sukses

Keuntungan Menjadi Pengusaha

Sebelum memutuskan untuk terjun sebagai pengusaha, ada baiknya kamu pahami terlebih dahulu suka duka serta risiko yang bakal kamu hadapi. Berikut ini adalah kebebasan-kebebasan yang akan didapatkan manakala kamu memutuskan untuk menjadi pengusaha, di antaranya:

1. Bebas Mengambil Keputusan

Menjadi pengusaha, berarti bahwa kamu adalah bosnya. Sebagai pemimpin, kamu bisa bebas untuk menentukan jam kerja, pekerjaan atau bisnis apa yang ingin dijalankan dan kapan mau memulainya.

Tidak seperti karyawan yang menunggu arahan dari bos untuk melakukan pekerjaan, kamu justru yang menjadi pengarahnya. 

2. Bebas Menetapkan Tujuan

Menjalankan sebuah bisnis sendiri tidak hanya menjadi pekerjaan seorang pengusaha. Tapi melalui bisnis, kamu bisa menyalurkan ide, nilai dan prinsip hidupmu. Kamu bebas untuk menolak proyek atau pekerjaan jika tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kamu anut.

Berbeda dengan seorang karyawan yang harus menurut dengan nilai dan budaya perusahaan. Bagi sebagian orang semakin banyak aturan dan tekanan di lingkungan pekerjaan justru membuatnya semakin tidak nyaman.

Baca juga: Tips Buat Fresh Graduate Agar Tidak Lama Menganggur

3. Bebas Finansial

Mencapai kebebasan finansial atau financial freedom adalah tujuan setiap orang. Kebebasan finansial bukan berarti kamu bebas dari rasa khawatir akan hari esok. Melainkan kamu bebas untuk mengalokasikan dana perusahaan ke pos yang kamu inginkan.

Kebebasan di sini adalah apakah akan kamu pakai sebagai modal tambahan atau mau mengalokasikan pada pengembangan produk baru. Itu semua bergantung di tanganmu. The ball is in your court.

4. Bebas Membangun Relasi dan Kerja Sama

Sebagai bos dari bisnismu, kamu bebas untuk memilih dengan siapa kamu akan bekerja sama. Kamu bebas untuk memilih klienmu. Memiliki kebebasan seperti ini akan membuatmu lebih bahagia dalam bekerja.

Setelah mengetahui kebebasan-kebebasan yang akan kamu miliki jika kamu menjadi seorang pengusaha, tentunya kamu akan berpikir “wah, senang sekali ya menjadi pengusaha”.

Tapi tunggu dulu. Jangan terburu-buru menyimpulkan. Karena apa pun pekerjaanmu, semuanya ada suka dukanya.

Baca juga: Sejumlah Peluang Kerja Buat Kamu yang Ingin Berkarier di Bidang Humaniora

Risiko Menjadi Pengusaha

Meski akan mendapatkan sederet kebebasan sebagaimana di sebutkan di atas, tentu ada duka atau risiko yang harus dihadapi oleh seorang pengusaha. Berikut beberapa duka yang secara umum dirasakan oleh seorang pengusaha:

1. Pendapatan Tidak Menentu

Pendapatan sebagai seorang pengusaha tidak menentu setiap bulannya. Jika kamu memutuskan untuk menjadi pengusaha, kamu harus siap dengan situasi ini. Kadang omsetmu bisa puluhan juta, kadang pula mungkin hanya beberapa juta.

Sebagai seorang pengusaha, kamu harus memiliki kemampuan mengatur uang yang baik agar tetap memiliki simpanan saat usaha kamu sedang sepi.

2. Siap Bangkrut

Saat memulai bisnis, kamu akan dihadapkan pada dua hal yaitu usahamu akan sukses atau gulung tikar. Tentunya kamu menginginkan usahamu sukses. Tapi kamu juga harus siap jika yang terjadi adalah sebaliknya.

So, pikirkan matang-matang bagaimana jika nantinya usaha yang kamu jalankan bakal rugi. Jangan memikirkan untung saat awal-awal mulai membangun bisnis.  

Baca juga: Quotes Motivasi Sanguinis Membangun Pribadi yang Lebih Berani

3. Jam Kerja Panjang dan Tidak Menentu

Tidak seperti karyawan yang memiliki jam kerja pasti, seorang pengusaha tidak memiliki jam kerja yang menentu. Kadang seorang pengusaha masih harus bekerja meski waktu sudah larut malam.

Selain itu, tak jarang seorang pengusaha mengorbankan jam makan siang untuk membicarakan bisnis dengan partner-nya atau sibuk mengurusi pelanggan. Tidak sedikit pula yang harus mengorbankan hal penting lainnya demi membangun dan membesarkan usahanya.

4. Terus Belajar dan Berpikir

Perkembangan dunia usaha yang begitu pesat menuntut para pengusaha untuk selalu menyesuaikan diri dan bisnisnya dengan tren bisnis terbaru. Di era teknologi dan inovasi yang semakin kompetitif, rasa enggan untuk belajar dan berpikir untuk mencari yang terobosan baru adalah pintu menuju kebangkrutan. 

Karena itulah, seorang pengusaha harus selalu belajar agar bisnisnya bisa bertahan. Ia pun harus memikirkan strategi-strategi terbaru untuk memenangkan persaingan.

Baca juga: Lakukan 10 Tips Ini Untuk Menghindari Stres Karena Pekerjaan

Tips Menjadi Pengusaha Sukses

Untuk menjadi pengusaha sukses, tentunya ada tips dan trik tersendiri. Berikut 10 hal yang harus kamu lakukan agar kamu bisa sukses menjadi pengusaha:

1. Berani Menantang Diri Sendiri

Akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi sebagai seorang pengusaha. Tantangan itu bisa saja datang dari lingkungan keluarga, lingkungan bisnis dan yang tidak kalah beratnya adalah tantangan yang datang dari diri sendiri.

Di sini kamu harus berani menantang dirimu sendiri untuk berani melangkah dan membuat sesuatu yang beda sekaligus baru guna terus kreatif mengembangkan inovasi bisnismu.

2. Berani Mengambil Risiko

Sebagai seorang pengusaha, kamu harus berani mengambil risiko untuk mengembangkan bisnismu. Kamu harus berani mengambil keputusan-keputusan besar dengan mempertimbangkan segala risiko.

Caramu menyelesaikan masalah menunjukkan seperti apa dirimu. Apakah kamu cukup cakap untuk memimpin sebuah bisnis atau tidak. Kejelian dalam mengambil risiko bagi seorang pebisnis sering kali membutuhkan pengalaman yang tidak singkat. 

Baca juga: Cara Mengatasi Senioritas Agar Betah di Tempat Kerja

3. Percaya Diri dengan Kemampuanmu

Menjadi seorang pengusaha, berarti menjadi bos dari bisnismu. Ibarat kapal, kamu adalah kaptennya. Kamu harus percaya pada diri dan kemampuanmu bahwa kamu bisa menjalankan bisnismu.

Sebelum kamu membuat orang lain percaya pada bisnis atau produkmu, kamu harus percaya pada dirimu sendiri lebih dulu. Dari situ tentu saja kamu harus bisa membangun kepercayaan diri sendiri terlebih dahulu sebelum memasarkannya kepada orang lain.

4. Kerja Keras dan Tekun

Setiap orang pasti merasa bahwa kerja keras dan tekun adalah hal yang mudah, namun pada praktiknya, ini bukanlah hal yang mudah. Kamu harus terus konsisten baik saat bisnismu maju atau sedang sepi.

Semangat dan etos kerjamu harus tetap sama. Bahkan harus lebih di saat bisnismu sedang sepi. Pantang menyerah dengan berbagai keadaan.

Baca juga: Punya Karakter Melankolis? Ketahui Cara Mengoptimalkannya

5. Berpikir Out of The Box

Berpikir out of the box berarti bahwa kamu memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang suatu masalah. Jika orang lain memandang masalah sebagai hal yang harus dihindari. Kamu justru memandang masalah sebagai peluang bisnis.

Bagaimana kamu bisa menghadirkan solusi akan masalah tersebut. Solusi yang kamu tawarkan pun berbeda dengan yang dipikirkan banyak orang. Di sinilah keberanianmu akan diuji.

6. Terbuka Pada Kritik dan Saran

Hidup adalah proses belajar tiada henti. Apalagi dalam bisnis. Persaingan bisnis saat ini sangat ketat. Jika kamu ketinggalan atau ada pelanggan yang tidak puas terhadap kinerjamu, maka kamu berpotensi kehilangan pelanggan.

Untuk itu, kamu harus terbuka pada kritik dan saran yang disampaikan agar bisnismu bisa terus survive dan berkembang. Karena kritik dan saran yang datang dari orang lain justru menjadi pelajaran yang sangat penting dalam kesuksesan usahamu.

7. Jalankan Bisnis yang Kamu Sukai dan kuasai

Dunia bisnis penuh dengan persaingan dan tekanan. Menjalankan bisnis yang kamu sukai akan membuatmu lebih rileks, bahkan di saat bisnismu dalam keadaan tidak baik.

Sedangkan menjalankan bisnis yang kamu kuasai akan memperbesar peluangmu untuk bisa memenangkan pertarungan. Jika kamu menjalankan bisnis yang menggabungkan dua hal tersebut, maka berbagai rintangan niscaya akan bisa terselesaikan dengan baik.

Baca juga: Motivasi Interpersonal Plegmatis Bisa Sukses Lewat Keahlian Melobi

8. Tidak Cepat Puas

Ketika bisnis kamu sedang naik, kamu jangan cepat puas dan menjadi congkak. Gunakan momentum ini untuk memperkuat brand dan terus berinovasi. Begitu juga ketika bisnismu sedang turun, jangan berputus asa.

Teruslah berusaha dan jangan malu untuk meminta saran dari para pengusaha senior. Setiap bisnis ada naik dan turunnya. Itulah risiko natural dari bisnis, nikmati saja setiap prosesnya. 

9. Tidak Mudah Menyerah

Adalah hal yang lumrah jika terdapat kegagalan dalam suatu bisnis. Jika kamu mengalami kegagalan dalam bisnis, hal itu tidak boleh membuatmu terpuruk. Jadikan kegagalanmu sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Dengan mengalami kegagalan, kamu bisa mengevaluasi apa yang salah dengan manajemen bisnismu.

Para pengusaha besar pun sering mengalami kegagalan. Tapi mereka bisa terus bangkit, mengambil pelajaran dan memperbaiki cara kerja mereka hingga mereka sukses. Tidak ada kata gagal dalam benak mereka.

Ketika mengalami kegagalan, mereka akan berkata sometimes you win, sometimes you learn (ada kalanya kamu menang, ada kalanya kamu belajar. Ingatlah bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Baca juga: Belajar untuk Memulai Karier Bidang Sosial, Mahasiswa Harus Tahu!

10. Anggap Para Pesaing Sebagai Dorongan

Kamu akan menemukan pesaing dalam berbisnis. Bisa saja mereka yang memiliki bisnis yang sama denganmu atau mereka yang merasa pangsa pasarnya terganggu karena kehadiranmu. Dalam menghadapinya, kamu tidak boleh panik dan takut berlebihan.

Kamu tidak perlu menganggap mereka sebagai lawan yang harus dihancurkan. Tapi jadikan mereka sebagai dorongan dan cambuk dalam dirimu untuk memperbaiki kualitas produk/bisnis yang kamu jalankan.

Demikianlah langkah-langkah singkat yang perlu kamu lakukan agar berhasil menjadi seorang pengusaha sukses. Lakukanlah yang terbaik, kerjakan sebaik yang kamu bisa, hasil baik pun akan kamu dapatkan. Karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *