PKS Punya Presiden Baru, Fahri Hamzah Ingatkan Hutang 30 Miliar

RUANGNEGERI.com – Mantan Wakil Walikota Bekasi periode 2013 – 2018, Ahmad Syaikhu secara resmi terpilih sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa bakti 2020 – 2025.

Melansir dari laman Detik.com (05/10/2020), mendengar kabar dirinya terpilih sebagai nahkoda partainya, ia sempat menangis dan meminta orang lain menggantikan dirinya.

Namun Sohibul Iman, Presiden PKS sebelumnnya, justru menganggapnya sebagai kader partai terbaik yang layak untuk melanjutkan tugas Presiden PKS ke depannya. Syaikhu dinilainya sebagai pribadi yang santun, berintegritas, dan totalitas dalam berjuang.

Menanggapi permintaan dari kader agar tetap menjabat Presiden PKS, Sohibul Iman mengatakan bila jabatan presiden di PKS hanya untuk satu periode. Hal itu agar menjadi tradisi baik untuk regenerasi tugas kepemimpinan yang terus berjalan.

Politikus berkelahiran Tasikmalaya ini juga menitipkan pesan kepada Syaikhu agar terus melanjutkan dan meningkatkan capaian PKS selama kepengurusan 2015-2020. Ia juga berharap agar mampu menguatkan PKS untuk ke depannya.

Proses pergantian Presiden PKS dilaksanakan dalam Musyawarah Majelis Syuro (MMS) PKS di Bandung, pada Senin lalu. Anggota Majelis Syuro (MS) yang hadir dalam musyawarah ini ialah utusan masing-masing provinsi.

Mereka terpilih menjadi anggota MS 2020 – 2025 pada Pemira (Pemilihan Raya) anggota MS dengan menggunakan sistem pemilihan eletronik. Pemilihan anggota MS PKS telah dilaksanakan pada 26 Juli lalu oleh para kader di seluruh Indonesia.

Hasilnya, 66 anggota terpilih mewakili 34 provinsi. Merekalah yang hadir untuk mengikuti sidang pada Musyawarah Majelis Syuro di Bandung. Selama pelaksanaannya di Bandung, protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat.

Politisi PKS, Mardani Ali Sera, menerangkan bagaimana seluruh anggota Syuro diharuskan melakukan Swab terlebih dulu di hari Sabtu, serta dilakukan juga isolasi secara keseluruhan. Setelah dinyatakan sehat, anggota bisa mengikuti pelaksanaan MMS.

Habib Salim Segaf Aljufrie Kembali terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro (MS) PKS. Sohibul Iman, Ahmad Heryawan dan Suharna Surapranata ditetapkan sebagai Wakil Ketua Majelis Syura dengan Untung Wahono sebagai sekretaris Majelis Syura.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) dijabat oleh Suswono, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Aboe Bakar Al Habsyi sebagai Sekretaris Jenderal dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP PKS.

BACA JUGA: Sederet Bisnis Gibran, Calon Walikota Solo

Syaikhu Tegaskan Sikap PKS sebagai Partai Oposisi

Dalam sambutan perdananya sebagai Presiden Partai yang sebelumnya bernama Partai Keadilan, Ahmad Syaikhu menjelaskan sikapnya sebagai partai oposisi dari pemerintahan.

Mengutip dari Republika.co.id (05/10/2020), sikap politik PKS tetap istiqomah bersama dengan rakyat. Hal ini dinilai mampu menjadi kekuatan oposisi untuk mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan Jokowi – Ma’ruf.

“Meskipun di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat,” kata Syaikhu.

Politisi kelahiran 1965 ini juga menyebutkan bila saat ini Indonesia sedang dalam mengalami krisis kesehatan, ekonomi, dan kepemimpinan nasional. Kunci untuk keluar dari krisis ini menurutnya dengan semangat kebersamaan dan setia pada cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Selain itu juga konsisten berjuang menegakan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ajaran agama.

BACA JUGA: Meski Vokal Kritik Pemerintah, Fadli dan Fahri Dapat Bintang Kehormatan dari Jokowi

Fahri Hamzah Menagih Hutang, Anis Matta Ingin Berkolaborasi

Mantan politikus PKS, Fahri Hamzah mengingatkan kepada pengurus baru agar membayar hutangnya sebesar Rp 30 miliar. Peringatan ini, dituliskan di akun pribadi Twitter pribadinya.

“Tugas pertama pengurus baru bayar utang ya…#30M,” tulisnya pada Senin (05/10/2020). Jika dana itu cair, maka akan digunakannya untuk pemberdayaan UMKM.

Ia juga berjanji tidak akan menggunakan sepersen pun untuk kepentingan pribadi. Karena menurutnya, itu telah menjadi janjinya kepada fakir miskin dan orang-orang susah. “Kalau cair netizen yg susah bisa dapat bagian,” kicaunya di Twitter.

Awal tahun 2019 lalu, PKS dihukum membayar uang ganti rugi immaterial sebesar Rp 30 miliar kepada Fahri Hamzah. Uang ganti rugi itu harus dibayarkan PKS karena kalah saat melawan Fahri dalam kasus pemecatannya dari PKS di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perseteruan antara PKS dengan Fahri Hamzah berawal dari pemecatan Fahri Hamzah dari keanggotaan PKS. Fahri Hamzah dipecat oleh Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016. Hal itu dilanjutkan dengan penandatanganan SK pada 1 April 2016 oleh Presiden PKS Sohibul Iman.

Berbeda dengan Fahri, Anis Matta, Ketua Partai Gelora Indonesia, menyampaikan ucapan selamat kepada Ahmad Syaikhu atas terpilihnya sebagai Presiden PKS melalui akun Twitter-nya.

Anis, yang juga pernah menjabat sebagai Presiden PKS 2013-2015, berharap agar PKS di bawah Syaikhu dapat berkolaborasi dengan Partai Gelora di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *