Pingin Kuliahmu Tak Sia-Sia? Lakukan Hal-Hal Ini!

RUANGNEGERI.com – Setiap orang yang berstatus mahasiswa, tentu mempunyai alasan dan tujuan kenapa mereka memilih untuk kuliah. Ada yang mempunyai alasan bahwa kuliah itu sesuatu hal yang penting untuk menunjang karier di masa depan dan ada juga yang mempunyai alasan kuliah untuk memenuhi standar status sosial atau sekedar ikut-ikut.

Terlepas akan alasan atau tujuan tersebut, pada intinya menganggap bahwa kuliah itu perlu. Kuliah pada dasarnya melatih kita untuk mulai hidup secara mandiri, bebas dan bertanggung jawab.

Mandiri dengan tinggal sendiri jika kuliah di luar kota atau memang sudah mandiri secara finansial dengan berkuliah biaya sendiri tanpa bergantung pada orang tua.

Bebas dalam arti tidak terlalu terikat oleh aturan-aturan yang ada. Banyak pilihan-pilihan yang dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing.

Tanggung jawab juga dapat melatih diri di dunia perkuliahan. Dengan adanya kebebasan, tentu harus berhadapan dengan sikap tanggung jawab.

Apa saja yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan. Hal ini akan menuntut kita untuk memilih hal-hal yang masih dalam kendali yang dapat kita jangkau. Sikap tanggung jawab di dunia perkuliahan sangatlah perlu, karena hal itu nantinya akan mendukung sikap yang lebih dewasa.

Secara lebih luas, tujuan kuliah adalah terkait perubahan mindset atau pola berpikir kita. Bukan hanya bersandar pada jurusan yang diambil. Namun lebih pada pendewasaan pola berpikir kita.

Tujuan tersebut sangatlah penting, karena hal itulah yang akan menjadi landasan dalam menjalani aktivitas kuliah.

BACA JUGA: 5 Cara Membangun Jaringan Karier saat Kuliah

Jangan Hanya Duduk di Bangku Kelas

Berbicara mengenai aktivitas sampai dengan kesibukan dunia perkuliahan, tentu masing-masing berbeda. Latar belakang kesibukan tersebut tentu didasari oleh kebutuhan atau keinginan masing-masing.

Ada yang mengambil kesempatan untuk mengembangkan potensi, ada pula yang hanya sekedar fokus untuk kuliah dengan memenuhi target-target akademik. Hal-hal di luar urusan akademik, dirasa kurang perlu.

Dari dua tipikal mahasiswa tersebut berbeda. Keduanya juga mengambil keputusan berbeda, dan mempunyai alasan dan dasar keinginan mereka masing-masing.

“Fokus dibidang akademik selama menjalani perkuliahan”. Pernyataan tersebut dibenarkan, karena memang itu menjadi hal yang tepat karena bagian penting dari proses untuk pencapaian target mahasiswa dalam memenuhi syarat kelulusan.

Akan tetapi, dunia perkuliahan tidak sesempit dunia sekolah yang dilakukan sebelum menginjak bangku perkuliahan. Berbeda dengan sekolah, ruang perkuliahan terdapat banyak hal, dimana kita bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Peluang dalam dunia perkuliahan sangat menguntungkan jika kita mau memanfaatkannya dengan bijak. Bijak dalam artian bisa membagi waktu fokus akademik dengan kegiatan di luar akademik.

Sebab, hal yang paling mendasar dalam mengembangkan potensi selama kuliah memang dimulai dari bijak terkait manajemen waktu. Tanpa adanya manajemen waktu yang baik, kegiatan di luar kampus akan mudah mengalihkan fokus tujuan kuliah itu sendiri.

Manajemen waktu harus dikuasai terlebih dahulu sebelum terjun ke kegiatan-kegiatan di luar akademik yang cukup menguras waktu dan tenaga.

BACA JUGA: Insecure Setelah Lulus Kuliah? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

Ketahui Potensi dan Passion

Potensi yang ada di dalam setiap orang penting untuk diketahui. Sebab hal itu diperlukan untuk bisa memahami kemampuan seseorang dalam bidang apa saja yang dikuasainya.

Jika belum diketahui, maka perlu digali dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengenali apa saja yang digemari. Dalam arti jika kita melakukannya akan timbul rasa semangat. Selain itu juga kita merasa bisa memenuhi target-target yang kita lakukan.

Mencoba hal yang baru juga perlu dilakukan. Karena seringkali mahasiswa juga masih bingung dengan potensi yang dimilikinya. Sebab, dengan mencoba hal baru, siapa tahu ada potensi yang selama ini tersembunyi dan kita belum pernah mencobanya.

Disamping potensi, ada juga passion. Yakni gairah atau hasrat kecintaan seseorang terhadap sesuatu yang apabila melakukannya menggugah minat yang ada dalam diri kita. Kita akan merasa senang melakukan sesuatu yang memang sesuai passion kita.

Lalu bagaimana cara mengenalinya?

Mengetahui passion dapat menggali rasa iri kita terhadap seseorang. Itu bisa dilakukan misalnya dengan mencari tau apa saja yang membuat orang tersebut sukses. Atau dengan cara menanyakan ke teman-teman terdekat akan keunikan yang kita miliki.

Cara lain bisa juga dilakukan dengan melihat role model. Dengan mengenali seseorang yang kita jadikan sebagai panutan, hal itu juga bisa membuat kita lebih mengenali diri sendiri.

Kuatkan Prinsip dan Tujuan Kita

Setelah mengetahui potensi dan passion yang dimilki, kita lebih mengenali diri. Hal itu dapat menjadi bekal kita untuk menyusun rencana, strategi dan target selama di kampus.

Kenapa butuh ketiga hal itu? Dengan adanya perencanaan, kita dapat berjalan sesuai arah. Strategi dapat digunakan untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengambil langkah yang sesuai. Adapun targetan adalah ukuran yang ingin kita raih.

Dengan adanya target, kita dapat menjalaninya dengan semangat yang sewaktu-waktu di tengah perjalanan terdapat tantangan atau hambatan sekali pun. Hambatan di setiap perjalanan tentu ada, misalnya lingkungan yang tidak mendukung dengan target-target kita.

Keberadaan teman-teman dekat juga kadang kala melemahkan semangat kita. Godaan untuk ‘menikmati perkuliahan’ seringkali melalaikan kita terhadap capaian target-target yang sudah disusun sedemikian rupa.

Alasan solidaritas dan rasa ‘tidak enakan‘ seringkali dijadikan dasar untuk kita lalai dengan tujuan atau target yang kita miliki.

Jika kita menuruti arus pertemanan yang tidak sesuai, maka baiknya mencari circle pertemanan yang lebih mendukung capaian target kita. Mengikuti arus pertemanan yang akan membuat kita rugi nantinya hanya akan menghasilkan sebuah penyesalan di masa depan.

Tidak mengikuti arus bukan berarti tidak berteman dengan mereka yang berlawanan prinsip. Akan tetapi lebih bisa menolak ajakan-ajakan yang dinilai dapat menghambat target kita.

Dalam masalah ini, tentu kita harus mempunyai sikap disiplin dan tegas terhadap diri kita sendiri. Disiplin dengan menerapkan strategi untuk mencapai target, serta tegas menolak atau menjauh dari hal-hal yang dapat melalaikan target atau tujuan.

Menjalani dunia perkuliahan, selain mengetahui target yang sudah kita susun juga perlu untuk memaksimalkan strategi untuk mencapainya.

Strategi yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan waktu luang, kebebasan dan jaringan. Kampus menjadi ruang yang harus kita manfaatkan dengan mengisi sepenuhnya sesuai dengan target atau tujuan yang dimiliki.

Hal itu dapat ditempuh dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tetap berpegangan pada skala prioritas dengan kegiatan yang berkaitan dengan memaksimalkan potensi. Selain itu juga kita haru selektif dalam memilih kegiatan-kegiatan di luar bangku kelas yang sesuai dengan passion.

Membangun relasi jaringan pertemanan dengan senior, dosen atau dengan orang-orang yang dianggap berpengaruh dalam mencapai target kita.

Hal-hal tersebut akan lebih membantu kita dalam memanfaatkan dunia perkuliahan yang luas dan bebas, namun tetap harus bertanggung jawab. Kuncinya adalah disiplin dalam menjalaninya.

Masa sekarang dan masa depan tentu diri sendiri yang menentukan. Oleh sebab itu, maksimalkan waktu di masa-masa kuliah dengan menggali potensi diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *