Bitcoin dan Altcoin, Pilih yang Mana Biar Bisa Cuan?

  • Whatsapp
memilih diantara bitcoin dan altcoin
Photo by Stanislaw Zarychta on Unsplash

Bitcoin adalah jenis crypto dengan sistem peer-to-peer yang terdesentralisasi dalam memproses transaksi melalui alat pertukaran digital bitcoin. Bitcoin pertama kali rilis pada tahun 2009 dan hingga kini jaringan Bitcoin telah mendominasi dan bahkan turut mendefinisikan cryptocurrency.

Beberapa alasan mengapa banyak pengguna internet tertarik pada Bitcoin adalah karena statusnya yang terdesentralisasi yaitu tidak memiliki kontrol oleh otoritas pusat. Hal ini membedakannya dari mata uang fiat yang memiliki kontrol penuh oleh bank sentral dan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Bitcoin memiliki sifat yang sulit untuk dimanipulasi atau dirusak karena adanya sistem yang terenkripsi, terdesentralisasi, dan algoritme yang rumit. Meskipun begitu masih belum ada perangkat atau fasilitas yang dapat memastikan keamanannya.

Pemilik bitcoin memiliki otonomi penuh atas bitcoin yang ada karena dalam operasionalnya bitcoin tidak terkait dengan kebijakan pemerintah tertentu. Hal Ini memiliki arti bahwa pengguna dan pemilik cryptocurrency mengendalikan uang mereka sepenuhnya tanpa campur tangan suatu otoritas khusus.

Sistem transaksi yang menggunakan Bitcoin memungkinkan pengguna untuk mengirim atau menerima transaksi secara lintas batas dan lintas jaringan. Selain itu, salah satu karakteristik blockchain Bitcoin adalah transaksi yang tidak dapat diubah. Oleh karena itu, transaksi bitcoin tidak berubah oleh pihak ketiga, seperti entitas pemerintah atau lembaga jasa keuangan.

Mengenal Lebih Dalam Altcoin

Altcoin memiliki keunggulan yang kompetitif dengan melampaui batasan-batasan yang ada pada Bitcoin. Beberapa altcoin menggunakan metode konsensus untuk meminimalkan konsumsi energi dan waktu untuk membuat block dan memvalidasi transaksi baru dalam teknologi blockchain. Sehingga crypto altcoin yang berpotensi untuk menguasai bursa crypto selain bitcoin.

Altcoin telah menciptakan pasar untuk diri mereka sendiri dengan menawarkan perbedaan dari Bitcoin melalui cara ini. Sehingga dapat menarik investor yang melihat potensi pada altcoin sebagai alternatif dari Bitcoin. Jenis crypto yang termasuk altcoin seperti Ethereum, Ripple, Dogecoin, dan lainnya. Sejauh ini gelar altcoin terbaik adalah Ethereum, Binance Coin, Tether, Solana, Cardano, Ripple, Polkadot, Dogecoin, USD Coin, dan Shiba Inu.

Secara prospektif masa depan sistem blockchain dalam altcoin menawarkan berbagai evolusi. Beberapa di antaranya ialah tidak seperti Bitcoin, Altcoin lebih dari sekadar token, fluktuasi harga yang lebih rendah daripada Bitcoin sehingga ini merupakan keunggulan terbaik berinvestasi di Altcoin. Oleh karena itu, jumlah investasi pada Altcoin tidak akan banyak terpengaruh fluktuasi.

Selain itu, transaksi dalam perdagangan Altcoin lebih mudah daripada Bitcoin. Sehingga persaingan untuk berinvestasi di Altcoin relatif lebih rendah, oleh karenanya pengguna dapat dengan mudah berinvestasi dalam altcoin ini dalam hitungan menit.

Tips memilih Bitcoin antara Altcoin

Untuk memilih bitcoin dan altcoin sebagai instrumen investasi dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Altcoin adalah “versi yang lebih baik” dari Bitcoin karena altcoin bertujuan untuk menutupi kekurangan cryptocurrency. Jenis altcoin, seperti stablecoin, berpotensi memenuhi tujuan awal pembentukan Bitcoin sebagai alat pembayaran transaksi harian.
  • Jenis altcoin tertentu, seperti Ethereum dan Cardano, telah mampu memiliki daya tarik tersendiri di beberapa bursa crypto sehingga mampu memiliki nilai transaksi yang tinggi.
  • Investor memiliki banyak pilihan untuk memilih dari berbagai jenis altcoin dengan fungsinya masing-masing yang berbeda dalam ekosistem crypto.
  • Bitcoin memiliki nilai kapitalisasi market dan cakupan bursa yang lebih besar daripada altcoin. Terhitung pada november 2021 Bitcoin menguasai sekitar 42% pangsa pasar cryptocurrency secara keseluruhan.
  • Harga altcoin dapat lebih fluktuatif daripada bitcoin karena tidak adanya pengaturan atau syarat yang ada dalam berinvestasi. Hal tersebut membuat bursa altcoin tidak memiliki banyak investor.
  • Tidak selalu mudah untuk membedakan antara altcoin dalam fungsinya masing-masing, membuat keputusan investasi menjadi lebih sulit dan membingungkan, Ada beberapa altcoin “mati” atau altcoin yang tidak lagi memiliki investor.
  • Bitcoin juga telah menjadi salah satu koin yang paling tangguh selama beberapa bulan terakhir dari turbulensi di ranah mata uang digital.
  • Selalu ada altcoin baru yang lahir, menjadikan rasio antara investor dan jumlah token atau koin altcoin menjadi tidak seimbang. Perkembangan altcoin dalam sepuluh tahun terakhir sangat masif.

Kesimpulan

Selain mempertimbangkan beberapa hal di atas, perlu memahami permasalahan bahwa pasar crypto belum berada pada tahap mature. Selain itu, tidak ada kriteria atau metrik investasi untuk mengevaluasi sebuah crypto.

Selama ini sebagian besar pasar crypto terpengaruhi oleh spekulasi. Spekulasi tersebut tidak selamanya memberikan keuntungan, beberapa di antaranya menyebabkan matinya suatu crypto, jumlah investor yang tidak cukup dengan daya tarik yang ada, atau sekadar menghilang setelah mendapatkan dana investor.

Oleh karena itu bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi dalam pasar crypto, dengan bitcoin dan altcoin adalah cara mudah untuk memperluas portofolio. Kombinasi antara kedua aset crypto tersebut juga dapat memberikan keuntungan bagi investor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *