Pesawat Tempur Marinir AS Lepas Landas dari Kapal Induk Inggris untuk Pertama Kalinya

RUANGNEGERI.com – Setelah setahun menjadi wacana, akhirnya pesawat tempur Marinir Amerika Serikat lepas landas untuk pertama kalinya dari Kapal Induk Inggris, Queen Elizabeth.

AS dan Inggris merupakan sekutu militer terdekat. Baik sebagai sesama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO maupun aliansi bilateral kedua negara.

Keakraban kali ini adalah dalam rangka latihan besar bersama yang rencananya akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Selain itu juga sekaligus sebagai persiapan peluncuran kembali kapal induk Inggris tersebut tahun depan.

Tak kurang dari sepuluh pesawat tempur jenis F-35B lepas landas dari Portsmouth, Inggris. Pesawat tersebut adalah jet tempur generasi ke-5 milik Korps Marinir.

Melansir dari Navalnews.com (23/09/2020), pesawat jenis F-35 dari Marine Fighter Attack Squadron 211, dari Yuma, Arizona akan berlatih bersama dengan F-35B Inggris dari Skuadron 617 RAF Inggris, yakni “The Dambusters“.

Keduanya tercatat merupakan satu-satunya korps militer di dunia yang menerbangkan F-35 varian B. Yaitu jenis pesawat tempur yang memiliki kipas angkat sehingga mudah lepas landas dari landasan pendek.

Dengan begitu maka lebih mudah untuk melakukan pendaratan secara vertikal. Fitur tersebut juga memudahkan pilot saat harus beroperasi dari dek kapal induk yang tidak terlalu panjang.

Selama ini, F-35B milik Marinir AS ditempatkan di kapal amfibi yang tentu saja tidak memiliki dek penerbangan sepanjang Queen Elizabeth.

Melansir dari laman Military.com (23/09/2020), latihan bersama ini disambut antusias oleh kedua pihak. Komandan Kelompok Penyerang HMS Queen Elizabeth, Steve Moorhouse, mengatakan bahwa “HMS Queen Elizabeth akan beroperasi dengan kelompok udara terbesar dari pesawat tempur generasi ke-5 yang berkumpul di mana saja di dunia.”

Menurutnya, latihan bersama ini sekaligus menunjukkan “kekuatan nyata pada NATO.” Selain itu juga sekaligus menjadi ajang untuk menujukkan kepada dunia tentang kekuatan militer angkatan laut kedua negara.

Sejak dicanangkan tahun lalu, latihan gabungan seperti ini telah disambut baik. Korps Marinir AS dan Angkatan Laut Inggris sama-sama beranggapan bahwa hal ini adalah koalisi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Dengan latihan gabungan, ada kesempatan untuk memperkuat kerja sama. Juga mengevaluasi seberapa baik kedua korps militer tersebut saling mendukung.

Pada sesi latihan itu, VMFA-211 dari Korps Maritim AS juga akan menggunakan teknik baru mereka. Yakni dengan menggabungkan sumber daya dengan rekan internasionalnya.

Hal itu bertujuan untuk “mempertahankan keuntungan militer maritim global,” sebagaimana yang dinyatakan oleh Steven Rudder, kepala Korps Marinir AS.

VMFA-211 sendiri merupakan skuadron jet penyerang yang menjadi bagian dari Korps Marinir AS yang memiliki tugas menyerang pesawat musuh dalam segala kondisi cuaca.

Selain itu juga untuk menghancurkan musuh di dalam wilayah maritim AS dan sekutunya. Skuadron ini berada di bawah kendali Unit Marinir ke-13 Angkatan Laut AS.

Selama periode latihan, pasukan AS dan Inggris juga akan ikut dalam NATO Joint Warrior yang merupakan bentuk latihan militer antar anggota NATO yang dilaksanakan di Skotlandia.

Di sana akan diperlihatkan kemampuan siluman F-35 yang berjaringan tinggi. Sekaligus sebagai ajang untuk uji coba menjelang pengiriman pesawat yang sama untuk militer Inggris.

“Latihan bersama ini menunjukkan bahwa pasukan kami terintegrasi,” ujar Kolonel Simon Doran, perwakilan MHS Queen Elizabeth Fighter Squadron.

F-35 dan F-35B saat ini diakui sebagai pesawat tempur siluman yang paling mumpuni. Korps Marinir memakai F-35 sejak tahun 2014. Skuadron penyerang F-35B sendiri digunakan sejak 2018 yang diluncurkan dari kapal induk milik Angkatan Laut AS.

Inggris menggunakan pesawat penyerang yang sama sejak Juni 2016 lalu. Negara yang saat ini dipimpin ole Perdana Menteri Boris Johnson tersebut berencana menambah 24 unit jet penyerang lagi pada tahun 2023.

BACA JUGA: Amerika Serikat Khawatir dengan Kekuatan Nuklir Tiongkok

HMS Queen Elizabeth, Kapal Terbesar Inggris

Dalam sesi latihan tersebut, Angkatan Laut Belanda juga ikut bergabung. Hal itu semakin menguatkan latihan militer terbesar yang pernah dipimpin Inggris dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Dengan didukung oleh kekuatan 14 jet penyerang, 7 kapal perusak serta 8 helikopter, ini merupakan komposisi kendaraan perang terbanyak yang beroperasi di lautan Britania Raya. Tepatnya sejak HMS Hermes beroperasi tahun 1983.

HMS Queen Elizabeth sejauh ini tercatat sebagai kapal induk terbesar dan terkuat yang pernah dimiliki Inggris dengan bobot lebih dari 65.000 ton.

Panjangnya 280 meter dan bisa melaju hingga di atas 25 knot. Kapal ini juga sekaligus menggantikan HMS Ocean sebagai kapal utama Angkatan Laut Inggris.

Kapasitasnya mampu membawa 40 pesawat tempur di atasnya, serta dapat membawa 1.680 personel yang terdiri dari pasukan Angkatan Laut, pilot dan marinir.

Fasilitasnya juga lengkap. Di bagian atasnya ada 5 gym, tempat ibadah dan pusat kesehatan. Dek penerbangannya seluas empat hektar. Dengan luas sebesar itu, empat pesawat dapat dipindahkan dari hanggar ke dek dalam satu menit saja.

Mesin kapal induk ini memiliki kekuatan setara dengan 1.000 mobil. Dengan baling-baling kapal seberat 33 ton.

Selain berfungsi sebagai pencegat utama, juga sebagai pusat komando dan kendali bagi seluruh Angkatan Laut. Kapal ini juga digunakan untuk membawa staf angkatan laut senior dan menerima pejabat asing.

Walau tidak sebesar USS Enterprise atau Nimitz yang dimiliki oleh negeri Paman Sam, namun MHS Queen Elizabeth termasuk sepuluh kapal induk paling besar di dunia.

Kapal induk ini merupakan remake dari MHS Queen Elizabeth I yang dibuat pada masa-masa Perang Dunia I. Pada tahun 1948, setelah mengalami Perang Dunia II, kapal ini dinonaktifkan. Pada tahun 2007 diaktifkan lagi oleh Menteri Pertahanan Inggris saat itu, Des Browne.

Setelah menjalani perbaikan dan rekonstruksi hingga tahun 2014, MHS Queen Elizabeth kembali difungsikan sebagai kapal utama Angkatan Laut Inggris. Pada tahun 2018, kapal ini secara resmi dipakai untuk latihan perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *