Simak Perbedaan Coin dan Token Crypto Berikut!

  • Whatsapp
Coin dan token crypto
Photo by Art Rachen on Unsplash

Terkadang publik menyebut coin untuk merujuk pada apa yang sebenarnya adalah token dan sebaliknya. Salah satu antara dua istilah tersebut akan dipakai oleh beberapa kalangan untuk menyebut semua aset crypto yang tersedia saat ini. Kata coin dan token crypto sering digunakan sebagai sinonim dan banyak orang beranggapan bahwa istilah tersebut dapat saling menggantikan.

Tetapi mereka merujuk pada dua konsep yang sama sekali berbeda. Ada perbedaan coin dan token crypto, jadi penting bagi untuk mengetahuinya sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada crypto.

Bacaan Lainnya

Karakteristik Coin dan Token Crypto

Coin Crypto

Coin crypto adalah alat pembayaran digital. Istilah coin mengacu pada crypto apa pun yang memiliki sistem blockchain yang mandiri dan independen. Coin memiliki sifat yang sama dengan uang, sifat fiat money yang mana pemilik dapat melakukan penukaran, pengiriman atau memberi, menerima, portabel, tahan lama, dan persediaannya terbatas merupakan sifat yang sama yang ada pada coin crypto.

Coin crypto biasanya berfungsi sebagai coin asli dari suatu sistem blockchain. Contohnya, ethereum yang merupakan sistem blockchain. Coin dari sistem seperti coin crypto terbaru yang bernama eter dan terdapat token lainnya yang terbuat di blockchain ethereum.

Coin crypto pada blockchain bersifat open-source sehingga siapa saja dapat bergabung dalam suatu sistem blockchain. Untuk mendapatkan coin terdapat dua cara yang dapat pengguna lakukan untuk mendapatkan coin crypto.

Salah satunya melalui penambangan konvensional pada sistem Proof of Work. Pengguna lebih banyak menggunakan metode ini untuk mendapatkan bitcoin karena dapat lebih meningkatkan jumlah bitcoin yang akan didapatkan. Namun, yang menjadi masalah adalah tidak banyak Bitcoin yang tersisa untuk ditambang, sehingga prosesnya menjadi semakin sulit setiap harinya.

Metode lainnya adalah Proof of Stake, yang merupakan cara yang lebih modern untuk mendapatkan coin daripada Proof of Work. Hal ini karena cara ini memakan konsumsi energi yang lebih kecil dan lebih mudah bagi siapapun. Cardano adalah salah satu coin crypto yang mengadopsi sistem ini.

Berdasarkan coinmarketcap sebagian besar aset crypto yang dikenal publik adalah coin crypto, seperti Altcoin, Bitcoin (BTC) Ethereum (ETH) Solana (SOL) Binance Coin (BNB), Dogecoin, dan coin lainnya

Baca Juga:

Token Crypto

Token crypto sendiri memiliki karakteristik unik di bursa cryptocurrency yang mana mereka berfungsi sebagai token utilitas dalam ekosistem aplikasi tertentu untuk melakukan aksi tertentu atau melakukan transaksi yang timbul dari aplikasi tertentu tersebut.

Sebagian besar token yang eksis saat ini memiliki peruntukan bagi aplikasi terdesentralisasi, biasanya terbangun pada sistem blockchain yang telah ada. Tim developer token dapat memutuskan akan seberapa jumlah token yang akan ada dan platform atau sistem mana token baru ini akan menjadi tempat distribusi saat pertama rilis.

Token mewakili suatu aset atau utilitas, sehingga token antara keamanan dan utilitas memiliki perbedaan sendiri. Untuk memproduksi token lebih sederhana daripada memproduksi sebuah coin, karena tidak perlu membuat program atau code baru dan tidak perlu melakukan modifikasi pada program atau kode yang telah eksis. Cukup menggunakan template standar dari platform yang berbasis blockchain dan memungkinkan siapa saja membuat token.

Beberapa token seperti Tether yang merupakan stablecoin yang memiliki dukungan surat berharga komersial, yang merupakan komitmen pembayaran utang jangka pendek oleh perusahaan. Dengan menggunakan token yang lebih dari satu blockchain memberikan kecepatan dan mengurangi biaya pengguna.

Jadi, tidak seperti coin, token dapat memilih untuk tidak terikat ke satu blockchain tertentu saja, sehingga memberikan fleksibilitas dan menjadi lebih mudah untuk menjadi komoditas perdagangan.

Beberapa jenis token crypto seperti Dai, Maker (MKR), OX, Augur (REP), Komodo (KMD), Golem (GNT), Safemars Token. Safemars Token, Kin Token, SFP Token, Uniswap, Chainlink, token crypto terbaru seperti Shiba Inu, Polygon, hingga token crypto termahal, yaitu Tether.

Baca Juga:

Perbedaan Coin dan Token Crypto

Faktanya adalah bahwa coin dan token sangat mirip pada tingkat fundamental. Keduanya mewakili nilai dan dapat memproses pembayaran. Penukaran coin dengan token sangat dimungkinkan. Perbedaan utama antara keduanya adalah utilitas. Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan token tetapi tidak dengan coin. Selain itu, beberapa pasar bursa atau marketplace hanya akan menerima coin dan bukan token.

Perbedaan coin dan token adalah coin merupakan alat metode pembayaran sementara token dapat mewakili bagian perusahaan, memberikan akses ke produk atau layanan, dan melakukan banyak fungsi lainnya.

Coin adalah mata uang yang dapat digunakan untuk membeli dan menjual barang. token memiliki peruntukkan khusus dalam suatu proyek tertentu, sedangkan Coin bekerja secara mandiri dalam jaringan blockchain secara independen.

Contohnya pada Ethereum, Ethereum menggunakan Ether sebagai mata uang aslinya, tetapi token seperti BAT (Basic Attention Token) dan Loopring ada di blockchain Ethereum. Sistem Blockchain Ethereum melakukan ini karena tim pengembang (biasanya jumlahnya lebih kecil) dapat memungkinkan Ethereum untuk memberikan semua keselamatan dan keamanan sementara tim di belakang token hanya berfokus pada pembuatan token yang memiliki fitur bagus. Blockchain Ethereum menyebut tokennya yang disebut token ERC20.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *