Pentingnya Identifikasi Gender Anak, Orang Tua Harus Tahu

RUANGNEGERI.com – Gender adalah sesuatu yang harus dipahami oleh setiap anak sebagai kodrat yang diberikan oleh Tuhan. Adanya gender atau jenis kelamin pada setiap manusia bukanlah menjadi suatu penghalang bagi anak untuk berkembang.

Orang tua perlu memberikan pemahaman yang tepat pada anak mereka. Mengapa bisa demikian? Hal itu adalah karena setiap anak belum bisa menalar dengan benar apa yang ada dalam setiap kehidupan.

Orang tua wajib mendampingi anak dalam mengenal identitas diri mereka sendiri. Identitas diri anak harus dikenalkan mulai dari jenis kelamin yang mereka miliki.

Shefali Tsabary (2010) dalam bukunya The Conscious Parent, menjelaskan bahwa orang tua harus sadar jika setiap anak akan menyerap rasa identitas dalam dirinya melalui orang tua sejak awal lahir.

Orang tua juga cenderung melihat dirinya sendiri dalam diri anak dan membuat anak menjadi seperti miniatur dari orang tua. Karena dorongan dari ego yang kuat itulah para orang tua biasanya akan membentuk anak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Padahal, hal tersebut tidak seratus persen benar. Orang tua harus bisa membantu anak untuk mengidentifikasi peran gendernya dengan tepat.

BACA JUGA: Kecerdasan Naturalis Anak, Bagaimana Cara Mengoptimalkannya?

Identifikasi Gender Pada Anak

Setiap anak harus bisa melakukan identifikasi gender pada dirinya sendiri maupun pada orang lain. Kemampuan identifikasi ini dapat diperoleh dengan tepat melalui apa yang dilihat dan diajarkan oleh orang tua. Orang tua memainkan peran yang sangat penting terhadap pengetahuan gender pada anak.

Tiap orang tua dapat memberikan pemahaman yang tepat mengenai gender sejak anak masih balita. Meski penalarannya belum sempurna, anak akan mulai mengenal apa itu gender sehingga bisa membedakan mana laki-laki dan mana perempuan.

Caranya adalah dengan mengenalkan perbedaan gender mulai dari ciri-ciri yang sederhana. Contohnya, laki-laki memakai celana dan perempuan umunya memakai rok. Laki-laki mempunyai rambut yang cepak atau pendek, sedangkan perempuan memiliki rambut yang panjang.

Dimulai dari pengenalan hal-hal sederhana tersebut, anak akan mulai mengerti perbedaan antar gender. Pemahaman tersebut dapat terus berkembang kepada hal-hal yang lebih spesifik seiring bertambahnya usia anak.

Orang tua pun dapat memberikan pengertian mengenai apa saja yang biasa dilakukan oleh anak laki-laki dan anak perempuan seusianya.

March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting (Volume 1), mengatakan bahwa selama tahun kedua dan ketiga pertama, anak-anak mengambil beberapa langkah penting untuk membangun identitas gender.

Bekal pengetahuan kepada anak bahwa seseorang akan selalu menjadi laki-laki atau perempuan beserta ciri umum dan perannya sangat penting untuk bekal anak kelak.

Memiliki anak usia dini mungkin menjadi lebih memperhatikan maskulinitas atau feminitas anak. Orang tua juga dapat menggunakan istilah maupun kata ganti sesuai dengan gender anak.

Semakin bertambahnya usia anak, orang tua akan menemukan bahwa pakaian dan mainan yang yang disukai anak-anak lebih terkait dengan gender. Anak-anak pun akan mulai menyadari apa yang mereka sukai sesuai dengan gender mereka.

BACA JUGA: Role Playing Anak: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya

Perkembangan Identitas Gender Pada Anak

Seiring bertambahnya usia, identitas anak terkait dengan gender akan semakin terlihat jelas. Anak yang terlahir sebagai perempuan akan semakin menunjukkan sisi feminimnya. Sedangkan anak yang terlahir sebagai laki-laki akan semakin menunjukkan sisi maskulinitasnya.

Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk meyakinkan anak mengenai siapa dirinya sebenarnya. Orang tua yang tanggap akan menghindarkan anak dari permasalahan gender yang mungkin terjadi ketika mereka dewasa nanti.

Walaupun pada akhirnya mereka dapat menentukan perannya sendiri, kehadiran orang tua tetaplah penting untuk menekankan pada mereka bahwa mereka terlahir manusia dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan sejak kecil.

Mary Eming Young & Linda M. Richardson (2007) dalam bukunya Early Child Development From Measurement to Action, mengatakan bahwa cara membedakan perbedaan gender dalam kesiapan sekolah dapat disajikan dengan menggunakan statistik dan grafik sederhana.

Penggunaan statistik dan grafik tersebut akan membantu setiap orang tua untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada anak. Anak pun akan lebih mengerti dengan jelas sesuai dengan tahap perkembangannya.

Seiring bertambahnya usia, anak-anak akan mengerti identitas gender dan identifikasi peran gender serta mempunyai kemampuan untuk melabeli dan mengidentifikasi gender diri dan orang lain.

Selain itu juga akan mampu mengetahui beberapa perilaku dan atribut yang sesuai dari laki-laki atau perempuan dari berbagai usia. Hal itu juga disertai dengan kemampuan memilih untuk meniru dan berafiliasi dengan orang lain dari jenis kelamin seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *