Yuk Cari Tahu Pentingnya Dongeng Sebelum Tidur untuk Kecerdasan Anak

RUANGNEGERI.com Golden age atau usia emas menjadi fase krusial bagi tumbuh kembang anak. Pembentukan karakter dan kecerdasan anak sangat dipengaruhi pola asuh, pendidikan dan pengajaran di usia emas ini. Jika orang tua tak bijak mengoptimalkan perkembangan di tiga tahun pertama, maka akan kesulitan membentuk karakter anak unggul.

Guna memaksimalkan perkembangan anak, dongeng sebelum tidur menjadi media pembelajaran yang tepat. Banyak penelitian membuktikan manfaat mendongeng yang mampu meningkatkan kecerdasan anak.

Dalam hal ini, orang tua dapat menjadikan dongeng sebagai media pembelajaran yang dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Orang tua menjadi figur utama terserapnya informasi melalui dongeng tersebut.

Suyatno dan Abas (2004) menambahkan bahwa orang tua maupun guru dapat menggunakan cerita sebagai sarana pendidikan. Pembentukan karakter anak melalui cerita menggunakan pendekatan transmisi budaya (cultural transmission approach).

Selain itu, penanaman nilai-nilai luhur dilakukan dengan menghayati maksud dan makna cerita atau meaning and attention of story. Dengan begitu, maka anak akan memperoleh cerita positif sejak dini.

Kematangan psikologis anak dapat diupayakan melalui dongeng sebelum tidur. Keunikan nilai yang terkandung pada dongeng menawarkan dimensi baru bagi anak.

Dimensi tersebut menjadi ruang imajinasi serta pembelajaran untuk anak mengenal bentuk serta karakter. Gambaran serta daya imajinasi inilah yang menuntun dan mengarahkan kehidupan mereka nantinya (Widiastuti, 2016).

Sayangnya, budaya literasi di Indonesia masih sangat rendah. Dari 61 negara di dunia, Indonesia menempati posisi ke-60 dalam urusan literasi. Bila disederhanakan, masyarakat yang melek literasi hanya sekitar 2% dari total populasi di Indonesia. Fakta tersebut tentu membuat para orang tua cukup kewalahan menerapkan kebiasaan dongeng sebelum tidur.

Berbagai seminar maupun talk show terkait parenting lebih menekankan pentingnya keterlibatan orang tua untuk membentuk karakter anak melalui dongeng.

Kebiasaan mendongeng sedari dini akan melatih kemampuan dan kepekaan anak dalam berbagai hal. Tak hanya kecerdasan kognitif dan akademik semata, namun sosial dan spiritual mereka.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Manfaat Mendongeng Bagi Anak

Secara ilmiah, dongeng berperan penting dalam membentuk kecerdasan majemuk atau multiple intelligence anak. Adapun manfaat dongeng sebelum tidur yang terlihat dari anak adalah:

1. Meningkatkan IQ, EQ dan SQ

Mendongeng bukan semata-mata aktivitas harian yang harus dilakukan. Dibalik itu semua, orang tua secara langsung sedang mengajarkan dan mengasah kecerdasan akademik, emosional serta spiritual anak. Ini disebabkan oleh cerita yang dipilih orang tua saat proses mendongeng.

Ada banyak cerita yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Cerita-cerita tersebut menjadi media ajar anak untuk mengenal lingkungan sekitar.

Aktivitas mendongeng bisa pula dijadikan sarana pengenalan emosi melalui interaksi antar tokohnya. Dengan buku dongeng bergambar, anak pun bisa belajar bentuk, warna hingga tekstur. Intonasi pembacaan menjadi pengalaman pertama anak mengenal emosi.

2. Melatih Kemandirian

Lilis Sumaryanti (2018) mengemukakan bahwa kemampuan anak tergantung pada interaksi awal bersama orang tua. Sebuah proses alamiah dalam upaya melatih kepekaan dan kemandirian mereka dalam menyelesaikan berbagai tugas atau pekerjaan.

Ketika dongeng sebelum tidur menjadi kebiasaan, secara tidak langsung anak mencontoh seluruh kebiasaan yang didengar dan dilihat melalui buku dongeng.

Kehadiran orang tua kian meyakinkan dan menuntun mereka melakukan hal-hal yang dianggap tepat. Belajar mandiri dari cerita dongeng tentu lebih menyenangkan, sebab anak tak merasakan rasa keterpaksaan sedikitpun.

3. Mengasah Kemampuan Berbahasa

Nilai positif dari mendongeng yang dapat dirasakan langsung oleh para orang tua adalah kemampuan berbahasa anak. Pernyataan ini diperkuat Meity dalam Rani Astria (2019) yang mengatakan dongeng dapat meningkatkan kemampuan berbahasa atau linguistik anak. Intensitas pembacaan dongeng sejalan dengan penguasaan kosa kata baru serta makna dibaliknya.

Penelitian yang dilakukan adalah terkait proses komunikasi anak dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka akan menunjukkan antusiasme saat berbicara menggunakan kata-kata yang baru diketahuinya.

Dengan kecerdasan bahasa (linguistik intelligence), anak akan lebih mudah mengungkapkan perasaan, emosi dan sesuatu yang ada di sekitarnya.

4. Membangun Nilai Moralitas

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dongeng menjadi media yang tepat untuk membangun nilai moral, kejujuran, rasa percaya, sopan santun, kesetiakawanan, tanggung jawab dan lainnya. Pendapat tersebut telah didukung oleh banyak penelitian yang dilakukan oleh pakar psikologi.

Meskipun sekadar cerita, dongeng berperan penting terhadap kecerdasan holistik seorang anak. Untuk orang tua yang ingin memaksimalkan tumbuh kembang bayi, membacakan dongeng sebelum tidur dari usia 0 tahun jadi upaya terbaik.

BACA JUGA: Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga?

Upaya Membangun Kebiasaan Mendongeng

Kebiasaan mendongeng dapat dimulai dari hal-hal terkecil dan mudah. Orangtua dapat memulainya dari menceritakan dongeng rakyat yang telah dikenal sejak generasi ke generasi.

Dari proses ini, anak akan meniru kebiasaan itu. Sebaiknya, mendongeng dimulai dari usia sedini mungkin, bahkan 0 hingga 3 tahun atau golden age. Kemampuan anak untuk menyerap berbagai informasi sudah dimulai sejak awal.

Di usia emas, tahap belajar paling efektif untuk anak adalah imitasi atau meniru. Anak akan meniru apapun yang dilakukan oleh orangtua atau orang dewasa di sekitar mereka.

Dari sini, basic trust anak pun perlahan-lahan akan muncul dan terus tumbuh. Alasan ini pula melatarbelakangi keterlibatan orang tua pada proses tumbuh kembang sangat penting. Bukan hanya kehadiran sosok ibu semata, namun juga ayah.

Lilis Sumaryanti (2019) menjelaskan beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua agar dongeng sebelum tidur dapat berjalan optimal dan tepat.

Pertama, orang tua harus menentukan tujuan mendongeng terlebih dahulu. Output seperti apa yang ingin dihasilkan nantinya terkait kecerdasan majemuk anak.

Kedua, memilih materi mendongeng anak yang sesuai dengan usia dan kondisi anak. Pemilihan materi perlu dilakukan dan berdasarkan kesepakatan kedua orang tua.

Ketiga, pemilihan media yang mendukung aktivitas mendongeng. Ada baiknya media disesuaikan dengan usia anak, misalnya boneka tangan.

Keempat, proses pembacaan dongeng yang tidak monoton. Orang tua bisa menggunakan suara yang berbeda, improvisasi, ataupun hafalan untuk menarik minat anak.

Kelima, memancing interaksi anak saat aktivitas mendongeng. Umpan balik dari anak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita yang dibacakan.

BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Perbedaan Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal

Aktivitas dongeng sebelum tidur tak semata-mata meningkatkan kecerdasan anak secara holistik dan terintegrasi. Bonding atau ikatan antara orang tua dan anak menjadi poin penting dari aktivitas tersebut. Hubungan batin akan membantu anak membangun pondasi yang kuat terkait moralitas, kepercayaan, ataupun kearifan.

Untuk membentuk karakter unggul dan berkualitas tentu dibutuhkan upaya yang tak main-main. Prosesnya pun harus dilakukan sejak dini, yakni dengan menjadikan dongeng sebagai sarana pengajaran awal yang tepat.

Dari paparan manfaat dongeng sebelum tidur, orang tua dan guru seyogyanya paham dan mafhum pentingnya mengaplikasikan kebiasaan ini.

Sebuah kebiasaan hanya terbentuk, jika dilakukan secara rutin dan terus-menerus. Oleh sebab itu, bangun kebiasaan baik mendongeng untuk melatih kesadaran berliterasi dan kecerdasan majemuk anak sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *