Peninggalan Sejarah Indonesia Ternyata Ada di Belanda Sampai Saat Ini!

  • Whatsapp
Ilustrasi peta pada zaman kolonial untuk membaca benda peninggalan sejarah
Ilustrasi peta pada zaman kolonial untuk membaca benda peninggalan sejarah./Pexels.com/Alexandr Podvalny

RUANGNEGERI.com – Peninggalan sejarah, berupa keris milik Pangeran Diponegoro yang berlapis emas, serta berlian kurang lebih 36 karat milik Kerajaan Banjarmasin dulu telah dicuri oleh Belanda. Pihak Belanda kabarnya telah mengembalikannya ke Indonesia. Apakah ini Sebagai bukti Belanda bersalah di masa lalu?  

Jika kita kembali mengingat sejarah Indonesia, Kisah penjajahan yang paling fenomenal adalah di masa kolonial Belanda. Berdasarkan sejarah, para compagnie (lompeni) ini telah menjajah Indonesia selama 350 Tahun. Namun, pihak sejarawan berpendapat bahwa penjajahan masa kolonial ini sebetulnya tidak sampai 3.5 abad.

Bacaan Lainnya

Sudah jelas bahwa pada masa itu, Banyak terjadi peperangan melawan penjajah Belanda. Masa penjajahan ini adalah salah satu cerita kelam yang pernah melanda rakyat kita terdahulu. Dengan keterbatasan senjata rakyat Indonesia saat itu, tentunya pihak Belanda mayoritas menjadi pemenang dalam perang tersebut.

Baca Juga: Makna Tradisi Sungkeman Saat Lebaran dan Pernikahan

Setiap mereka menang, mereka akan merampas harta dari kerajaan yang melawan mereka. Seperti yang sudah terlalu oleh Kerajaan Banjar, yang saat itu pemimpinnya adalah Pangeran Antasari. Ketika itu, pihak Belanda menemukan berlian milik Sang Raja, dan akhirnya Belanda membawanya sebagai harta rampasan perang.

Bukan hanya itu saja, para ahli memperkirakan bahwa ada sekitar ratusan ribu benda sejarah lainnya yang terbawa oleh Belanda dari Indonesia secara tidak pantas saat itu. Setelah puluhan tahun berlalu, akhirnya pihak Belanda sendiri berangsur mengembalikan benda-benda peninggalan sejarah dan budaya milik NKRI itu.

Sebanyak 1.500 Peninggalan Sejarah Indonesia Kembali

Melansir Here’s TV (11/01/2020), Belanda telah mengembalikan sebanyak 1.500 benda budaya milik Indonesia dari Museum Prinsenhof di Delft, Belanda. Benda-benda peninggalan sejarah tersebut kembali melalui Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Setelah pemerintah memeriksanya, kebanyakan dari benda-benda peninggalan sejarah tersebut merupakan benda Etnografi. Benda Etnografi sendiri merupakan peralatan-peralatan hidup yang membantu kegiatan suatu suku tertentu di Indonesia zaman dulu. Salah satunya, Sebuah kapak dan juga benda unik dari tahun 1940-an.

Baca Juga: Pulau Bali dan Keindahanya Diakui Dunia, Benarkah Sudah Ramah Wisatawan Muslim?

Berdasarkan hasil identifikasi dari para Observer benda sejarah, Terdapat sekitar 7 kategori benda-benda sejarah dan budaya Indonesia yang kembali ke Indonesia. Namun, kategori tersebut bisa berubah karena masih banyak benda-benda yang belum teridentifikasi.

7 Kategori tersebut adalah benda Etnografi, Pra-sejarah, Sejarah, Heritage, Numismatik, Geografi, dan Keramik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.