Pengusaha Tajir Turki Akui Sudah Beri Tawaran Untuk Beli Chelsea

  • Whatsapp
Muhsin Bayrak
Sumber: timeturk.com

Pengusaha asal Turki, Muhsin Bayrak kabarnya telah mengajukan tawaran kepada Roman Abramovich untuk membeli Chelsea. Selain Muhsin Bayrak, masih ada 10 pihak lagi yang ingin mengambil alih kepemilikan The Blues dari Roman Abramovich.

Konflik antara Rusia dan Ukraina telah melibatkan banyak pihak, khususnya bagi orang-orang Rusia. Pemilik Chelsea yakni Roman Abramovich juga menerima imbas dari konflik kedua negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat Roman Abramovich terpaksa menjual Chelsea ke pihak lain demi menyelamatkan masa depan klub. Padahal, tahun lalu Chelsea baru saja meraih berbagai kesuksesan di bawah arahan Thomas Tuchel.

Dilansir dari The Guardian, The Blues kini mempunyai 10 peminat yang ingin mengambil alih kepemilikan klub dari Roman Abramovich. Hansjorg Wyss dan Todd Boehly kabarnya sudah berbicara dengan perwakilan Roman Abramovich untuk mengurus pembelian ini.

Akan tetapi, salah satu pengusaha Turki bernama Muhsin Bayrak dikabarkan sudah mengajukan tawaran kepada Roman Abramovich. Sebab The Guardian telah menghubungi perwakilan Muhsin Bayrak beberapa waktu lalu.

“Ya, kami sudah bisa konfirmasi. Kami sudah memberi tawaran mengenai hal ini kepada mereka. Kami sedang mendiskusikan persyaratan untuk membeli Chelsea melalui pengacara Roman Abramovich,” ujar perwakilan Muhsin Bayrak kepada The Guardian.

Roman Abramovich Ingin Jual Chelsea 76 T Rupiah

Roman Abramovich ingin melepas Chelsea di angka 4 miliar poundsterling atau setara dengan 76 triliun rupiah. Akan tetapi, menurut penasihat keuangannya, The Blues tidak akan terjual dengan harga lebih dari 2 juta poundsterling saat ini.

Keinginan Roman Abramovich bisa dikatakan wajar, karena ia sudah menghabiskan sangat banyak uang untuk klub sejak tahun 2003. Di bawah kepemilikannya, Chelsea sukses menjelma menjadi salah satu klub top Eropa dalam 15 tahun terakhir.

Roman Abramovich memang sangat ingin melepas Chelsea dalam waktu dekat, agar klub tidak terkena imbas negatif dari konflik Rusia Ukraina. Tetapi ia tidak ingin melepas kepemilikan klub ke pihak yang berasal dari Arab Saudi atau Tiongkok, mengingat dia negara tersebut punya hubungan tidak baik dengan pemerintah Inggris.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.