PA 212 Menganggapnya ‘Selesai,’ Prabowo Justru Didukung oleh Koalisi Jokowi

RUANGNEGERI.com – Meski masih terpaut empat tahun lagi untuk pesta demokrasi pemilihan presiden, namun sejumlah partai dan tokoh sudah sibuk melakukan manuver.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) misalnya, yang berharap Prabowo untuk mau maju kembali sebagai calon presiden RI.

Namun, tanggapan kecut justru datang dari kelompok persatuan alumni (PA 212) yang dulunya begitu getol memberikan dukungan kepada Prabowo di pemilu presiden 2019. 

Gerindra Minta Prabowo Maju Capres Kembali

Dalam acara Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang diadakan secara virtual pada hari Sabtu (08/08/2020) di Hambalang, Prabowo kembali terpilih sebagai Ketua Umum partai.

Juru Bicara Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan jika seluruh kader masih mempercayakan amanat pada Prabowo Subianto. Dirinya juga menepis isu, jika internal partai mengalami keterbatasan kaderisasi, hingga tak ada pengganti yang mumpuni.

“Detik ini Gerindra punya banyak sekali kader, dan para tokoh. Namun kepercayaan dari kader akar rumput masih diberikan kepada bapak Prabowo. Jadi, ini bukan masalah kaderisasi tidak tumbuh, tapi lebih ke masalah kepercayaan,” kata Dahnil kepada wartawan Detik.com.

Selain mempercayakan amanat sebagai ketua umum partai, seluruh kader Gerindra juga meminta agar Prabowo bisa kembali maju sebagai calon presiden pada pemilu 2024.

Seluruh kader sangat berharap agar Prabowo tidak berhenti berjuang untuk memimpin negara ini ke arah yang jauh lebih baik lagi.

Apalagi, saat ini kans yang dimiliki Prabowo semakin besar, setelah berhasil membuktikan diri bisa legowo dan membantu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan.

Oleh karenanya, Partai Gerindra percaya pemilu 2024 mendatang bisa dimenangkan cukup mudah oleh Prabowo. Terlebih angin dukungan dari pihak yang dulu bersaing, juga terasa berhembus lebih kencang.

BACA JUGA: Bangkitnya Arus Konservatisme Islam Pasca Orde Baru

PA 212 Sebut Prabowo Sudah ‘Habis’

Mendengar kabar jika Prabowo Subianto diminta untuk maju sebagai capres lagi, PA 212 menanggapinya dengan dingin. Menurut PA 212, Prabowo sudah ‘selesai’ dan mereka berharap adanya calon presiden lain yang lebih maju dan kompeten.

“Bagi kami Prabowo Subianto sudah habis, masih banyak kader muda yang lebih cocok memimpin negara ini ke depan. Tahun 2024 saatnya bagi kaum muda yang berkarya,” ucap ketua umum PA 212 Slamet Ma’arif pada awak media. 

Menurut mereka, dari partai Gerindra sendiri sebenarnya masih banyak kader muda yang lebih cocok untuk didukung sebagai calon presiden, atau dari partai lain serta kaum profesional lainnya.

PA 212 mencontohkan beberapa nama seperti Anies Baswedan, Sandiaga Uno, sampai dengan nama tokoh agama Habib Rizieq Shihab.

Bukan tanpa alasan pihak PA 212 mengatakan hal yang demikian. Sebab dari hubungan keduanya, yakni PA 212 dan Prabowo belakangan sudah retak.

Padahal, dulu keduanya memiliki hubungan yang sangat harmonis. Terlebih dukungan dari PA 212 yang begitu kukuh menginginkan Prabowo sebagai presiden di pemilu tahun lalu. 

Dukungan tak hanya diberikan saat masa kampanye pemilu. Bahkan hingga hasil pemilu dikeluarkan dan menyebut nama Jokowi-Amien Ma’ruf sebagai pemenang, PA 212 tak berhenti memperjuangkan.

Berbagai aktivitas mulai dari Ijtima Ulama I sampai dengan Itjima Ulama III, PA 212 tetap mengalirkan dukungan untuk Prabowo. 

Namun hubungan tersebut memburuk, ketika Prabowo yang telah kalah dalam pemilu malah menerima tawaran dari pemerintah Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Sejak saat itu, PA 212 merasa Prabowo telah mengkhianati dukungan mereka. Ungkapan Prabowo sudah selesai tersebut, menjadi bukti.

BACA JUGA: Kebijakan New Normal dan Herd Immunity

Reaksi Anggota Koalisi Pendukung Jokowi

Di saat PA 212 sudah tak lagi memberikan dukungan kepada Prabowo, justru pihak yang dulu menjadi lawan politik memberikan pembelaan. PDIP misalnya, yang mengatakan pihaknya tidak sepakat dengan apa yang diungkapkan PA 212.

“Pilpres masih jauh, tidak elok untuk berandai-andai mengatakan Pak Prabowo sudah habis. Pak Prabowo saat ini justru semakin semangat untuk memperjuangkan Indonesia, bersama pemerintahan Pak Jokowi,” kata Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. 

Dukungan senada juga diungkapkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa yang mengatakan Prabowo masih memiliki banyak kans untuk untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Pihaknya pun menyebut jika PA 212 tidak memiliki hak untuk melarang Prabowo mencalonkan diri kembali sebagai calon presiden di pemilu mendatang.

“Prabowo masih memiliki hak untuk maju kembali. PA 212 tidak punya hak melarang,” tegas Waketum PKB, Jazilul Fawaid.

BACA JUGA: Politik Identitas: Tinjauan Sosial di Era Digital

Tanggapan Prabowo Soal Nyapres Lagi

Prabowo Subianto nampaknya sadar betul akan kegaduhan yang terjadi setelah Kongres Luar Biasa (KBL) Partai Gerindra digelar beberapa waktu yang lalu. Terlebih soal dirinya yang diminta untuk maju sebagai calon presiden kembali di pemilu mendatang. 

Informasi yang didapat melalui pihak Partai Gerindra yang menanyakan pendapat ke Prabowo, ketua umum mereka saat ini masih enggan membahas masalah tersebut.

Dari jawaban yang didapat, Prabowo meminta agar masalah soal pencapresan dirinya lebih baik dibahas di lain waktu, setidaknya pada satu atau satu setengah tahun sebelum diselenggarakan hajatan pemilu 2024. 

“Sekarang bukan waktunya membahas capres, sekarang waktu yang lebih tepat untuk bekerja bahu membahu untuk membawa Indonesia kembali bangkit,” begitu keterangan dari Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade. 

Prabowo sendiri lebih banyak membahas masalah hasil kongres kemarin, di mana dirinya akan sangat siap dalam mengemban amanat sebagai ketua partai Gerindra kembali.

Ia juga menekankan pada militansi kader Partai Gerindra yang begitu besar, sehingga bisa membawa nama partai dengan baik.

Menteri Pertahanan RI ini juga menggarisbawahi tanggapan dari banyak pihak yang meremehkan partainya, saat baru muncul. Keraguan dari berbagai pihak itu akhirnya bisa dijawab dengan sangat baik oleh kerja keras kader yang dimiliki oleh Gerindra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *