Novel Arkais: Jawaban dari Teka-Teki Nona Teh dan Tuan Kopi PARAK

RUANGNEGERI.COM – Pekatnya kopi, seolah dalam tiap cangkir menciptakan cerita yang tak tertebak. Sama seperti dalam silamnya masa lalu Regen—si Tuan Kopi. Namun, berhadapan kembali dengan gelapnya masa lalu tak lantas membuatnya berubah pikiran untuk hidup bersama Varsha, si Nona Teh. Baginya, Varsha adalah alasan untuk tetap terjaga dari mimpi buruk.

Sepatnya secangkir teh membawa aroma tak terduga dalam tiap cangkir yang tertuang. Sebagaimana Varsha temui dalam perjalanan mengenal Regen. Kebetulan-kebetulan yang merangkai cerita membawanya pada pertanyaan.

Lantas, bagaimana jika menjadi alasan seseorang untuk bahagia ternyata tak segampang yang dia duga? Seperti apakah alasan yang kau punya untuk bahagia ternyata hanya sekadar fana?

Ketika Nona Teh memberi ultimatum yang membuat hati Tuan Kopi kembali patah. Di saat kebetulan ternyata tak membawa akhir bahagia. Apa yang harus Tuan Kopi lakukan untuk melanjutkan hidupnya?

Baca juga: Nona Teh dan Tuan Kopi PARAK: Kisah Cinta dan Keluarga yang Penuh Misteri

Arkais, Nona Teh dan Tuan Kopi Belum Sekuno Itu

Nona Teh dan Tuan Kopi alias Varsha dan Regen tidak sekuno itu untuk merasakan jatuh cinta. Pun keduanya belum setua itu untuk memulai desiran rasa cinta serta gelora asmara untuk mulai mencintai lawan jenis.

Jika di novel sebelumnya, Parak, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang dari Varsha. Sebaliknya, novel Arkais ini menggunakan sudut pandang Regen. Banyak hal yang dapat pembaca ambil dari sudut pandang Regen hingga menjadi pribadi yang seperti itu.

Rasa cinta yang mereka rasakan valid. Berapa pun usia mereka. Benar, mereka struggle dengan kehidupan dan masalah-masalah yang datang dalam hidupnya.

Varsha dan Regen selama ini tidak memiliki waktu untuk tidak mengacuhkan perasaannya. Mereka memilih untuk menyelesaikan dan memahami masalah demi masalahnya satu per satu, alih-alih perasaan semata.

Arkais lebih banyak menjelaskan tentang masa lalu tokoh dan korelasinya. Dari flashback-flashback yan terjadi, satu per satu pertanyaan mulai terjawab. Novel ini memberi insight kepada para pembaca bahwa cinta sepaket dengan melepaskan. Cinta yang paling tulus adalah cinta yang dengan ikhlas melepaskan.

Baca juga: The True Beauty: Standar Kecantikan dan Kecantikan Sesungguhnya

Crowdstroia, sang penulis novel ini, bisa menyisipkan pesan-pesannya dengan baik. Melalui Regen dan melalui Varsha. Ia tidak membangun cerita yang “menye” dan menggambarkan Varsha sebagai sosok lemah.

Malah kebalikannya, Varsha digambarkan sebagai wanita dewasa yang begitu logis. Selain itu, ia juga memiliki mental kuat. Menarik pertanyaan dari sinopsis di awal resensi ini adalah, “bagaimana jika menjadi alasan seseorang untuk bahagia ternyata tak segampang yang diduga?”

Hal tersebut memang tidak mudah. Apalagi yang dijadikan alasan untuk bahagia adalah manusia yang fana. Seseorang yang bisa pergi kapan pun bahkan tanpa memberikan aba-aba terlebih dahulu.

Jadi saat Regen menjadikan Varsha pusat dunianya untuk bahagia, maka Varsha memilih untuk tidak menerima Regen. Alasannya bukan karena Varsha tidak mencintai Regen, namun karena ia begitu cinta.

Karena alasan itulah maka ia perlu membuat Regen mengerti bahwa hakikat tertinggi dari cinta adalah melepaskan. Melepaskan seseorang untuk membahagiakan dirinya terlebih dahulu. Bukan malah menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.

Varsha ingin membuat dirinya bahagia terlebih dahulu sebelum ia menambah kebahagiaan, bukan menggantungkan kebahagiaan.

Baca juga: Rotasi dan Revolusi: Kisah Cinta dari Pikiran ke Pikiran

Sinopsis Novel Arkais

Regen kecil diasuh oleh oma dan bibinya. Ia tumbuh dalam kondisi kurang kasih sayang dari orang tua dan penuh caci maki di dalam keluarganya. Hal tersebut melatarbelakangi kepribadian Regen dan ia memilih untuk tidak menikah hingga kepala tiga.

Saat keluarganya tidak ada yang peduli terhadap Regen kecil, justru orang yang paling memikirkan nasib Regen adalah Hariawan Argentara (Awan). Ia merupakan seorang laki-laki Indonesia yang menikah dengan Griselda, Bibi Regen. Awan sejak pertama melihat Regen merasa ada yang tidak beres dari diri Regen.

Ditambah dengan cerita Griselda dan melihat bagaimana perlakuan Oma, yang merupakan mertuanya, terhadap Regen. Dari situ kepedulian Awan muncul. Kemudian ia bertekad untuk menyembuhkan Regen sekalipun resiko di hadapannya begitu besar.

Regen lahir dan besar di Jerman. Sejak lahir ia tak pernah mengenal kedua orang tua kandungnya. Kepedulian Awan untuk kesembuhan Regen membawanya mengenal sosok Hartanti Sadewi, wanita asal Indonesia yang sedang melakukan sebuah penelitian di Jerman.

Hartanti merupakan ibu kandung dari Varsha Kalamatari. Varsha dan Regen untuk pertama kalinya bertemu saat Varsha menjadi pegawai baru di tempat Regen bekerja (ada dalam novel Parak). Padahal pertemuan Varsha dan Regen di kantor bukanlah pertemuan pertama mereka.

Mereka berdua tidak pernah mengetahui kalau sebelumnya secara tidak sengaja pernah bertemu. Semua terlihat seperti kebetulan. Kebetulan-kebetulan yang mereka alami membawa keduanya ke dalam satu takdir yang menyatukan mereka.

Novel yang berawal dari cerita Wattpad ini memiliki keunikan yang sangat mencolok. Salah satu yang unik dari novel ini adalah penulisan babnya. Biasanya, untuk memulai bagian awal bab lazimnya diawali dengan bab 1, namun untuk novel Arkais penulisan babnya tidak menggunakan bab 1 bahkan keterangan flashback pun tidak ada.

Penulisan babnya dimulai dari -8 (minus 8), -7, dan seterusnya hingga 0, yang menandakan bahwa telah berakhirnya cerita flashback. Lalu apakah setelah 0 berlanjut ke bab 1?

Ternyata tidak, tapi langsung bab 19. Dengan begitu, maka pembaca novel Arakis ini memang harus membaca novel dwilogi sebelumnya, yakni Parak terlebih dahulu.

 

Judul Novel  : Nona Teh dan Tuan Kopi: Arkais

Penulis         : Crowdstroia

Penerbit       : KataDepan

Halaman      :  374

Cetakan I     : September 2018

Delvi Alpha Faliha

Alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Jember, seorang ekstrover yang canggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *