Nona Teh dan Tuan Kopi PARAK: Kisah Cinta dan Keluarga yang Penuh Misteri

RUANGNEGERI.COM – Terkadang, manusia menilai hanya dari apa yang tampak di mata tanpa menyelami hakikat dan realita yang sebenarnya. Seperti teh, yang membuat tubuh rileks dalam memulai hari, ia tetap tampil anggun meski sejatinya terasa pahit.

Segenap keberhasilan yang telah dicapai oleh Nona Teh hanya dinilai sebelah mata oleh orang yang vital dalam hidupnya. Dunia menekannya, namun tak ada tuntutan yang ia tutur dalam doa kepada Yang Maha Kuasa.

Aku mendoakan agar kekosongan hatinya diisi seseorang, tetapi Tuhan belum mengabulkan doaku hingga enam tahun kemudian.

Seperti kopi, yang membantu tubuh tetap terjaga, ia menyimpan kegetiran pekat di balik kafein yang mencandu. Tuan Kopi adalah pria mapan namun belum juga menikah.

Bukan karena takut berkomitmen. Namun lebih karena tramua dengan sekotak masa lalu hitam di belakang yang mencakar benak tiap ia terbangun dari mimpi buruk.

Aku berdoa agar Tuan Kopi dipertemukan dengan Nona Teh. Tetapi aku telat menyadari bahwa Tuhan memiliki cara sendiri dalam mempertemukan dua orang yang Dia kehendaki.

Ini adalah kisah bagaimana aku berdoa, menyerah, kembali berdoa lagi, dan bagaimana di balik itu semua. Tuhan bekerja dengan cara ‘misterius’ untuk memberi lebih dari sekadar jawaban atas doaku.

Paragraf-paragraf di atas adalah blurb novel serial Nona Teh dan Tuan Kopi yang berjudul Parak. Novel ini merupakan novel dengan genre romance mystery yang ditulis oleh Crowdstroia.

Baca juga: Mariposa: Kupu-kupu yang Sulit Digapai

Kisah Cinta dan Keluarga yang Penuh Misteri

Novel ini menceritakan tentang tokoh utama Varsha dan Regen. Mereka bertemu karena suatu kejadian tak terduga. Mereka bertemu karena adanya kebetulan-kebetulan kecil yang mendekatkan garis kedekatan mereka berdua.

Kebetulan-kebetulan kecil tersebut dikisahkan menarik Varsha dan Regen menjadi lebih dekat. Mulai dari kejadian di Jerman hingga Varsha yang pindah kerja ke kantor Regen.

Kisah keluarga Varsha juga layak menjadi perhatian di dalam novel ini. Background dari keluarga membuatnya menjadi lebih kuat dan matang dalam melalui hidup.

Kisah ayahnya yang selingkuh. Kakak-kakak Varsha juga digambarkan memiliki kesamaan dengan sang ayah. Hal tersebut membuat Varsha mempertimbangkan dan memikirkan apa esensi pernikahan hingga sangat dalam.

Varsha ingin mengerti esensi pernikahan terlebih dahulu sebelum ia menikah. Ia butuh waktu untuk memantapkan dirinya sendiri. Walaupun ia belum menikah, ia merupakan pribadi mandiri atau independen dan memilih untuk mengadopsi seorang anak.

Pada novel Parak ini, sebagian besar cerita bertumpu pada Varsha. Termasuk ketika buku ini memasuki cerita tentang Regen. Kacamata dia-lah yang bermain.

Baca juga: Rotasi dan Revolusi: Kisah Cinta dari Pikiran ke Pikiran

Kerumitan Alur dan Tokohnya

Menurut saya, tokoh di dalam novel ini terlalu banyak. Memang, ini merupakan novel pertama dari dwilogi Nona Teh dan Tuan Kopi. Namun dengan alur dan tokohnya yang banyak, menurut saya membuat pembaca perlu effort lebih untuk mengingat.

Pertama, pembaca harus mengingat silsilah keluarga Varsha dan Regen. Selain silsilah, pembaca juga harus mengingat apa hubungan tokoh cerita sebelumnya. Novel ini juga menurut saya sangat bertele-tele.

Mungkin Crowdstroia ingin membuat universe suatu kisah bersambung. Namun, untuk serial pertama dwilogi novel ini menurut saya masih terlalu membingungkan.

Alur yang disajikan di dalam novel ini terus terang tidak seperti yang saya ekspektasikan. Judul Nona Teh dan Tuan Kopi saya pikir akan menggambarkan tentang wanita pecinta teh dan lelaki pecinta kopi. Ada, sih. Tapi sangat minor penjelasannya di novel Parak ini.

Benang merah tentang kebetulan-kebetulan di dalam novel ini sangat panjang dan tipis. Pembaca harus teliti dalam memahami alur di dalam novel ini. Ditambah dengan misteri-misteri para tokoh dengan masa lalunya. Hal itu semakin membuat pembaca pusing jika tidak terbiasa membaca topik berat.

Banyak tokoh yang ada dalam cerita (sebaiknya dibantu dengan diagram atau pohon silsilah), saya lihat masih membuat bingung pembaca. Akan tetapi perjuangan Varsha untuk berdiri di atas kaki sendiri patut diapresiasi.

Konflik yang dialami oleh Varsha lekat dengan keseharian pembaca. Siapa yang tidak awam dengan cerita soal perselingkuhan yang berujung perceraian, kan?

Baca juga: Romantisme dan Kesabaran di Hujan Bulan Juni

Varsha digambarkan sebagai wanita karier yang kuat. Meski begitu, Varsha tetaplah manusia. Ada kalanya ia “lari” dan menangis di hadapan sahabatnya.

Crowdstoria sangat detail menggambarkan latar dalam setiap peristiwa-peristiwa di dalam novel ini. Ia sangat rinci dalam mengemukakan suasana-suasana dalam suatu peristiwa sehingga dapat membawa pembacanya untuk masuk ke alam pikirannya.

Selain itu juga mampu membuat para pembaca mengkhayalkan sendiri peristiwa yang ditulis dalam cerita novel.

Dapat disimpulkan bahwa latar merupakan kelebihan utama yang ditonjolkan oleh Crwodstoria pada novelnya ini. Akhir dari setiap bagian bab dalam novel ini selalu dibuat bersambung pada bab berikutnya.

Hal itu tentu saja membuat pembaca selalu merasa penasaran dan ingin terus melanjutkan ceritanya hingga tuntas.

Novel lanjutan dari serial ini berjudul Arkais. Semoga lanjutan serial Nona Teh dan Tuan Kopi sanggup mengurai benang-benang kejanggalan dalam Parak ini.

 

Judul Novel : Nona Teh dan Tuan Kopi (Parak)

Penulis         : Crowdstroia

Penerbit       : KataDepan

Tahun terbit : 2017

Tebal            : 352 Halaman

ISBN            : 978-602-6475-29-9

Delvi Alpha Faliha

Alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Jember, seorang ekstrover yang canggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *