Moms, Ketahui 7 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Visual Spasial Tinggi

RUANGNEGERI.com – Tak ada anak yang terlahir bodoh atau tidak cerdas. Semua anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, sehingga mempengaruhi cara pandang dan output.

Perbedaan kecerdasan ini dikemukakan oleh Howard Gardner yang memperkenalkan istilah multiple intelligence. Howard mengembangkan teori tersebut melalui serangkaian penelitian yang kompleks. Ia melibatkan berbagai macam aspek, termasuk antropologi, fisiologi, serta neuroanatomi.

Sebagaimana dikutip oleh Musfiroh (2014), Gardner menyebutkan bahwa paradigma kecerdasan manusia terdiri atas tiga komponen.

Pertama, kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Kedua, kemampuan melahirkan ide atau permasalahan baru untuk diselesaikan. Ketiga, kemampuan menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang berujung pada penghargaan.

Ketiga komponen tersebut dimiliki oleh setiap manusia, namun berbeda dalam praktiknya. Tak semua orang menunjukkan kemampuan tersebut secara terbuka, beberapa orang justru nyaman menutupinya. Ada pula yang mencari celah lain untuk memanipulasi kemampuan yang dimiliki agar tak terlalu mencolok di hadapan orang lain.

Berbekal dari teori kecerdasan majemuk tersebut, Gardner memperkenalkan 9 jenis kecerdasan berbeda. Salah satunya adalah kecerdasan visual spasial atau spasial yang cenderung menonjolkan kreativitas.

Seseorang dengan kecerdasan spasial tinggi mungkin tak terlalu unggul secara IQ atau intelligence quotient. Tetapi kemampuan mereka dalam menebak jarak, gambar hingga ruang benar-benar tinggi.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Kecerdasan Visual Spasial Pada Anak

7 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Visual Spasial Tinggi - Dua Siswa Mengerjakan Tugas
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kecerdasan visual spasial diartikan sebagai kemampuan berpikir secara visual. Anak dengan kecerdasan spasial tinggi mampu mentransformasikan bentuk yang dilihat ke dalam gambar atau lukisan. Mereka cenderung berpikir dalam bentuk gambar atau visual daripada tulisan.

MENERAPKAN KEGIATAN MEWARNAI DENGAN ANEKA MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK USIA DINI

Aisyah & Ismawati (2018), dalam tulisan berjudul Menerapkan Kegiatan Mewarnai dengan Aneka Media untuk Meningkatkan Kemampuan Visual-Spasial Pada Anak Usia Dini, menyebutkan bahwa kepekaan mereka terhadap geometri, bidang, serta bangunan dua atau tiga dimensi sangatlah tinggi.

Bahkan anak jauh lebih peka terhadap warna, bentuk, pola, hubungan antar unsur, ruang, bayangan, hingga keseimbangan.

Pada praktiknya, anak dengan kemampuan spasial merasa nyaman belajar terkait warna, coretan, gambar maupun ruang. Cara belajar dengan mengkombinasikan beragam bentuk pun dianjurkan untuk mengasah kemampuan spasial mereka. Perubahan atau transformasi lebih mudah terbayangkan oleh anak dengan kecerdasan spasial tinggi.

Dengan begini, perubahan konfigurasi benda yang ditunjukkan lebih mudah teridentifikasi. Pasalnya, gambaran abstrak visual mereka jauh lebih tajam dibanding anak dengan kecerdasan lainnya.

Kecerdasan visual spasial merupakan kumpulan berbagai keahlian yang berkaitan. Ini meliputi kemampuan mengenali identitas objek tertentu dari sudut pandang yang berbeda.

Otak mereka sangat mudah mencerna dan membayangkan sebuah gambar secara abstrak. Orang dengan kemampuan ini terlahir dengan bakat kreativitas yang sangat tinggi.

Alasan ini harusnya dijadikan pedoman oleh para orang tua maupun guru dalam treatment anak. Model pengajaran dan pembelajaran pun harus disesuaikan dengan tingkah laku dan penerimaan anak.

Secara garis besar, kemampuan visual spasial berhubungan dengan internal  imaginary atau khayalan internal. Imajinasi anak dalam memproyeksikan sebuah objek terbilang peka, sehingga mampu mengenali dan menuangkannya kembali dalam berbagai bentuk.

Tak ayal kalau anak dengan kecerdasan spasial dianggap lebih imajinatif dan kreatif dalam berbagai bidang. Mereka tak mengalami kesulitan sama sekali, meskipun objek berada dalam jarak tertentu.

BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Perbedaan Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal

Indikator Kecerdasan Spasial

Dari rangkaian penjelasan terkait kecerdasan visual spasial diatas, secara umum orang tua harus mengetahui indikator atau tanda yang ditunjukkan. Umumnya, anak dengan kecerdasan spasial akan terlihat menonjol dalam:

1. Bidang Seni

Kemampuan visual pada usia dini dapat berpola pada minat dan bakat anak. Ini tergambar melalui ketertarikan mereka pada seni kriya dan lukis menjadi indikator awal. Saat dihadapkan pada gambar dan warna, insting mereka jauh lebih peka.

Keingintahuan anak terhadap seni dan nilai-nilai estetika lebih tinggi dibandingkan bidang lainnya. Mereka mungkin tak berminat ketika dihadapkan dengan buku berisi tulisan, namun terpicu untuk belajar dan membaca dari buku bergambar maupun komik.

2. Visualisasi Jelas

Unggul dalam hal visual memungkinkan anak menggambar objek atau sosok secara jelas. Gambaran yang ditunjukkan akan sangat mirip dengan bentuk maupun sosok aslinya.

Oleh karenanya, orang tua lebih mudah memahami apa yang digambar dan ingin ditunjukkan oleh anak. Mereka pun lebih mudah menjelaskan objek yang digambar dan memproyeksikan maksud dari gambar tersebut.

3. Imajinatif

Imajinasi dan melamun menjadi 2 kondisi yang kerap ditemukan pada anak dengan kemampuan spasial tinggi. Mereka seolah-olah sulit fokus pada pembicaraan dengan orang sekitar, tetapi punya daya imajinasi yang tinggi.

Dari imajinasi yang dimilikinya, anak bisa mengembangkannya menjadi hal-hal menarik. Tak jarang anak dengan kemampuan spasial bisa merangkai gambar menjadi cerita, meskipun di usia dini.

4. Pembacaan Grafik, Peta dan Chart

Visual yang disajikan berupa grafik, chart ataupun peta akan menarik perhatian anak dengan kecerdasan visual. Usia dini tak membatasi mereka memahami makna yang tertuang melalui grafik maupun chart. Ketika mereka diperkenalkan untuk pertama kalinya, ingatan tersebut akan mudah melekat.

Otak anak lebih mudah menyerap dan mencerna serta menangkap dan mengulangi informasi berupa grafik, chart maupun peta. Ini bisa diuji dengan melontarkan pertanyaan ringan seputar hal-hal tersebut.

Treatment yang dibutuhkan pun tak sulit, cukup memperkenalkan dan melihat reaksi mereka terhadap unsur-unsur visual tersebut.

5. Permainan Visual

Jenis permainan yang cocok untuk anak berkemampuan visual spasial adalah jigsaw, maze dan puzzle. Memecahkan dan menyusun puzzle dengan berbagai bentuk membuat adrenalin mereka tertantang.

Anak tak akan merasa bosan sama sekali, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka sangat menikmati permainan dan mampu memecahkan dan menyelesaikan permainan puzzle maupun jigsaw sampai akhir.

6. Mengingat Benda

Konfigurasi benda yang berubah atau barang yang berpindah akan mudah dikenali oleh anak berkemampuan spasial. Saat salah satu benda di rumah hilang, biasanya mereka yang pertama kali menemukannya.

Anak akan mudah mengenali atau peka perubahan desain interior maupun warna pada rumah. Tak jarang, mereka memberikan pendapat terhadap perubahan tersebut, setuju ataupun tidak (Kadek Suarca, dkk., 2005).

BACA JUGA: Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga?

7. Menuangkan Ide

Berawal dari ide, anak bisa memproyeksikan suatu bentuk abstraksi menjadi gambar visual yang mudah dipahami. Orang dewasa sekalipun akan mudah memahami ide yang ingin disampaikan melalui visual tersebut.

Apapun yang dipikirkan anak, mereka tak mengalami kesulitan ketika diminta untuk memvisualisasikan atau mentransformasikannya ke dalam gambar.

Pada dasarnya, kecerdasan majemuk bisa dilatih dan dikembangkan sejak usia dini. Melalui berbagai permainan dan observasi yang tepat, orang tua bisa memaksimalkan kecerdasan anak.

Sebelum melangkah ke treatment khusus, orang tua tentu perlu mengenali kecerdasan yang dimiliki setiap anak. Untuk kecerdasan majemuk sendiri, anak akan diuji melalui serangkaian tes, termasuk IQ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *