Mobil Hybrid: Teknologi, Prospek dan Tantangannya

  • Whatsapp
Mobil Hybrid: Teknologi, Prospek dan Tantangannya
Sumber: Unsplash/Austin Park

RUANGNEGERI.com – Perkembangan industri otomotif dunia bergerak semakin cepat, tak terkecuali pada mobil. Seperti yang diketahui, mobil yang digunakan saat ini adalah mobil dengan penggerak mesin berbahan bakar minyak (solar/bensin).

Mesin dengan dua bahan bakar tersebut kini sudah tergolong konvensional setelah masuknya teknologi mobil bermesin hybrid. Awal pengembangan teknologi ini sebenarnya sudah sejak lama, namun baru ramai dibicarakan publik dalam beberapa tahun terakhir.

Apa yang dimaksud dengan mobil hybrid? Sesuai namanya, mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicles (HEVs) ini adalah mengombinasikan dua jenis penggerak, yaitu bahan bakar minyak (BBM) dan tenaga listrik.

Melihat dari jenis penggeraknya saja, kita sudah bisa menduga bahwa mobil didesain dengan tujuan yang berbeda dari mobil yang ada saat ini. Salah satu tujuan utama dari mobil ini adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM dan menurunkan kadar emisi karbon.

Desain teknologi yang digunakan mobil ini tentulah sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Apa saja teknologi yang ada di dalamnya?

Baca juga: Mimpi Besar Elon Musk: Inovasi Teknologi Tesla Bisa Mengubah Dunia

Teknologi Mobil Hybrid

Dengan dua jenis penggerak, mobil hybrid banyak menyedot perhatian pasar otomotif. Pengembangan teknologi hybrid sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2015. Meski demikian, hingga kini masih terus dikembangkan.

Setidaknya ada tiga teknologi yang cukup signifikan dari mobil ini. Ketiganya adalah regenerative braking, electric motor drive/assist serta automatic start/stop engine. Beberapa mobil terbaru berbahan bakar bensin/solar saat ini sudah menyematkan teknologi tersebut.

Regenerative braking adalah teknologi yang disematkan pada rem mobil. Fungsinya adalah untuk menangkap kembali energi yang dilepaskan mobil saat dilakukan pengereman. Energi yang dihasilkan didapatkan dari gerak maju roda secara otomatis.

Dengan teknologi ini, rem mobil akan menghasilkan energi listrik untuk membantu pengemudi saat hendak memberhentikan mobil. Jadi benar-benar ekonomis dalam penggunaan bahan bakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.