Mengenalkan Angka pada Anak? Gunakan Alat-alat Sederhana Ini

RUANGNEGERI.com – Mengenalkan angka pada anak menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi sebagian orang tua. Kemampuan mengenal angka pada anak berhubungan dengan perkembangan kognitifnya.

Perkembangan kognitif ini akan menampilkan bagaimana pikiran yang dimiliki anak dapat digunakan untuk berpikir.

Perkembangan kognitif ini akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan fisik dan perkembangan syaratnya. Kognitif menjadi sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dengan tingkat kecerdasan seorang anak.

Tingkat kecerdasan pada anak akan terlihat dari minatnya pada sesuatu dan juga kemampuannya dalam mengenal angka.

Proses mengenalkan pada anak membutuhkan cara dan stimulasi yang tepat sekaligus menyenangkan seperti kegiatan bermain.

Aktivitas bermain bisa disebut menyenangkan apabila mempunyai ciri-ciri seperti menghadirkan perasaan menyenangkan, kebebasan, merdeka, memilih dan menarik anak untuk terlibat dalam kegiatan secara aktif (Slamet Suyanto, 2005).

BACA JUGA: Agar Si Kecil Mandiri, Ajarilah Skema Problem Solving Ini

Perkembangan Pengenalan Angka Pada Anak

Perkembangan kognitif pada anak untuk menggunakan angka mempunyai sifat tanpa pemahaman, tertarik pada jumlah dan pada tahap ini mereka pun sudah mulai memakai angka, jumlah dan panjang (Yuliani Nurani Sujiono, 2011).

Tahapan perkembangan kognitif pada anak meliputi membentuk permainan dengan kreatif, menciptakan bentuk, membentuk bangunan, menyebut dan membilang 1 sampai 20 serta mengenal lambang bilangan.

Selain itu juga meliputi lambang bilangan, mengenal perbedaan antara sama, lebih banyak dan lebih sedikit, menjumlah dengan benda, mengenal waktu, menyusun puzzle, mengenal alat-alat ukur dan mengetahui suatu kejanggalan dari dua buah gambar.

Untuk pemahaman angka, perkembangan anak mempunyai beberapa tingkatan yang berbeda. Yaitu tingkat menyebutkan banyak benda dengan jumlah satu hingga sepuluh, tingkat mengenal konsep bilangan dan mengenal lambang bilangan.

Semua tingkatan tersebut akan membuat anak terus mengembangkan kognitifnya sehingga mudah mengenal angka.

Dalam Buku Kurikulum 2013 PAUD yang dikeluarkan oleh pemerintah, dijelaskan bahwa perkembangan konsep bilangan dan angka pada anak terlihat dalam kemampuannya membilang banyak benda satu hingga sepuluh, mengenal konsep dan lambang bilangan.

Proses mengenal angka pada anak ini bukan hanya mengenal lambang bilangan, tetapi anak dapat mengetahui nilai dari suatu bilangan tersebut.

Dalam mengenalkan lambang bilangan, anak harus mengenal konsep bilangan terlebih dahulu agar anak juga mengetahui makna dari bilangan tersebut.

Pengenalan angka ini membutuhkan proses yang terstruktur dengan baik. Kemampuan mengenal angka pada anak menunjukkan bahwa anak sudah bisa mengetahui makna dan simbol yang melambangkan banyaknya suatu benda.

Seorang anak yang hanya bisa sekedar menghafal lambang bilangan akan kesulitan dalam menyelesaikan suatu masalah yang berhubungan dengan bilangan. Sebab, tidak mengetahui makna dan simbol yang dimaksudkan.

Konsep yang belum sempurna ini akan membangun karakter anak yang mudah bingung jika dihadapkan pada persoalan yang berhubungan dengan bilangan.

Berangkat dari hal itu, mengenalkan angka pada anak menjadi sesuatu yang sangat penting. Anak yang sudah mengenal angka dengan baik akan lebih mudah mengembangkan cara berpikirnya, sehingga bisa menumbuhkan kreativitas yang tinggi.

Anak yang mempunyai kreativitas yang tinggi sejak kecil akan lebih mudah beradaptasi dengan masalah ketika dewasa nanti.

BACA JUGA: Mengajarkan Kemandirian Anak lewat Pekerjaan Rumah, Bagaimana Langkahnya?

Alat Sederhana untuk Mengenalkan Angka

Cara mengenalkan angka pada anak dapat menjadi lebih mudah jika menggunakan beberapa media atau alat yang tepat.

Mengenalkan angka pada anak dapat menuliskan angka dengan menebalkan angka dan agar konsep tentang angka semakin matang bisa menggunakan contoh benda yang hampir sama dengan bilangan yang akan dikenalkan.

Contohnya bilangan satu dengan sebuah tongkat, bilangan dua dengan angsa, bilangan tiga dengan tali rambut atau telinga, bilangan empat dengan orang yang sedang hormat, bilangan lima dengan kuda laut, bilangan enam dengan orang yang sedang memegang yoyo, bilangan tujuh kita dengan kapak, bilangan delapan dengan lanting, bilangan sembilan dengan pemukul bola.

Pada mulanya, anak tidak tahu jika angka 1 sampai 9 merupakan simbol matematis dari banyaknya benda. Untuk itu anak harus dilatih agar memahami makna dari angka-angka tersebut.

Hal itu bisa dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti pembiasaan (menulis nomor, tanggal ulang tahun dan sebagainya), bermain dadu menggunakan manik-manik atau biji-bijian, mengenalkan digit angka 1 – 9 adalah angka satu digit, sedangkan 10 – 20 adalah angka dua digit.

Untuk mengenalkan angka pada anak ada beberapa alat sederhana yang bisa digunakan. Alat-alat ini mudah ditemukan dan lebih mudah untuk bisa merangsang perkembangan kognitif anak.

Contoh alat sederhana ini ialah sebagai berikut:

1. Kartu Angka dengan Gambar

Set kartu angka 1 sampai 10 dapat dicocokkan dengan jumlah benda yang digambar. Tunjukkan gambar dan biarkan anak memilih kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

2. Engklek

Engklek adalah sebuah permainan tradisional. Dengan gambar kotak-kotak engklek yang disertai angka, anak bisa melompat menuju kotak sesuai dengan angka yang sudah disebutkan.

3. Cucian

Saat mencuci anak bisa dipancing untuk menghitung jumlah pakaian yang akan dicuci. Anak akan merasa senang dengan cara belajar seperti ini.

4. Bumbu Masakan

Aktivitas memasak dapat dijadikan sebagai cara mengenalkan angka pada anak dengan meminta anak menghitung jumlah bumbu yang akan digunakan.

Misalnya dengan menyuruh anak mengambil bawang, tomat, kentang sesuai jumlah yang disebutkan dan sebagainya.

5. Lego

Anak bisa berlatih mengambil lego sesuai dengan jumlah yang diperintahkan.

6. Ular Tangga

Permainan sederhana ini bisa membuat anak belajar menghitung tanpa mereka sadari. Anak harus menghitung langkah sesuai dengan jumlah mata dadu yang keluar.

7. Kelopak Bunga

Anak bisa belajar menghitung berapa jumlah kelopak bunga yang sudah dipetiknya.

8. Camilan

Jadikan saat makan camilan menjadi waktu belajar untuk anak. Minta anak menghitung berapa jumlah camilan yang dimilikinya atau anak bisa menghitung berapa saja camilan yang sudah berhasil dimakan.

Mengenalkan angka pada anak dapat menjadi salah satu cara belajar yang menyenangkan tanpa membebani anak. Melalui cara menyenangkan, anak akan tidak sadar sedang belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *