Wajib Baca! Beginilah Masa Depan NFT di Indonesia

  • Whatsapp
Potensi NFT di Indonesia
https://pixabay.com/images/id-6288805/

NFT (Non-fungible token) di Indonesia bukanlah hal awam lagi. NFT sendiri merupakan aset digital yang merepresentasikan objek di dunia riil layaknya karya seni, lukisan, musik, item game, video, atau item lainnya. Item tersebut hanya dapat melalui transaksi jual beli secara virtual atau online yang pada umumnya menggunakan crypto.

Pada umumnya NFT memiliki kode dan sistem yang sama dengan kebanyakan crypto, yaitu melalui blockchain. Item NFT biasanya hanya ada satu atau memiliki jumlah yang sangat terbatas dengan kode yang unik sebagai alat autentifikasi. Pada dasarnya, NFT menciptakan kondisi yang bernama kelangkaan digital. Hal ini karena memungkinkan pembeli untuk memiliki barang asli, tetapi menjual versi digitalnya pada marketplace NFT. NFT juga berisi kode autentikasi yang memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan suatu item NFT

Bacaan Lainnya

Manfaat NFT

Teknologi Blockchain memberikan peluang bagi seniman atau kreator konten untuk melakukan monetasi terhadap karya yang mereka produksi. Sebagai contoh, seorang seniman atau kreator konten tidak lagi bergantung pada galeri seni atau lembaga lelang untuk melakukan penjualan terhadap karya seninua.

Melalui NFT marketplace, seniman dan kreator konten dapat melakukan penjualan secara langsung ke calon pembelinya dalam bentuk aset digital. Hal tersebut memberikan kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibanding melalui cara konvensional.

Pemrograman untuk menghasilkan royalti dari presentase penjualan karya seni baru juga dimungkinkan bagi seniman atau kreator konten. Fitur tersebut menarik karena biasanya seniman atau kreator tidak langsung menerima hasil penjualan karya seni mereka seutuhnya saat penjualan pertama kali.

Karya seni bukanlah satu-satunya media yang dapat menghasilkan keuntungan melalui NFT. Perusahaan seperti Charmin dan Taco Bell juga melakukan pelelangan item NFT dengan tujuan untuk pengumpulan dana amal.

NFT juga memiliki manfaat dalam pada pengembangan dan pertumbuhan finansial bagi seniman atau kreator. Hal tersebut dapat menghindarkan seniman atau kreator dari keharusan kewajiban pembayaran pengalihan kepemilikan untuk mempublikasikan karya mereka.

Pada umumnya, pengelolaan dan pengumpulan royalti seniman atau kreator melalui lembaga tertentu, serikat pekerja, dan agensi yang biasanya mengambil presentase pendapatan atau hasil penjualan karya seni. Melalui NFT, royalti dapat menjadi kode ke dalam NFT itu sendiri, yang berarti bahwa setiap kali NFT terjual, persentase dari hasilnya secara otomatis terkirim ke pembuatnya.

Baca Juga:

Masalah yang Dihadapi NFT

Ketika seseorang membeli karya seni fisik atau barang koleksi lainnya, penjual harus melepaskan kepemilikan barang tersebut kepada pembeli, dan aset tersebut secara fisik berpindah tangan. Dalam beberapa kasus, item tersebut adalah satu-satunya dari jenisnya yang ada, yang berarti sangat berharga dan tak tergantikan.

Tapi tidak seperti koleksi fisik, aset digital seperti NFT tidak langka atau eksklusif. Pencipta masih mempertahankan karya asli setelah penjualan, jadi ada persediaan yang tak terbatas. Dalam kata lain penjual dapat terus berbagi dan menjual karya mereka. Karena tidak ada kelangkaan nyata yang terlibat, nilai NFT dapat meningkat secara tidak terprediksi.

Pada faktanya siapa pun dapat menemukan salinan karya seni secara online dengan gratis. Hanya perlu mengeklik kanan, dan simpan pada perangkat. Hal ini karena sebenarnya pembeli tidak memiliki barang tersebut, pembeli hanya memiliki sertifikat keaslian yang menyatakan bahwa pembeli adalah pemilik barang tersebut.

Ilustrasinya kira-kira akan seperti membeli akta untuk sebuah rumah tetapi bukan membeli rumah itu sendiri sehingga para pembeli habya membayar akta yang sama untuk rumah itu. Meskipun secara teknis, NFT terlindungi oleh hak cipta. Hal Ini bukan masalah baru, tetapi NFT membuka celah pencurian yang sama sekali baru dan memudahkan orang untuk meniru artis dan menjual karya mereka.

Memang benar bahwa NFT memudahkan seniman untuk memonetisasi karya mereka sendiri. Tetapi NFT juga mengancam akan merampok hak kekayaan intelektual pembuat. Karena kecuali Anda menjual hasil pekerjaan Anda sebagai NFT sehingga tidak mengherankan, NFT juga dapat berfungsi untuk melakukan pencucian uang.

Potensi NFT di Indonesia

Di Indonesia sendiri memiliki perlindungan hukum yang minim bagi NFT Indonesia. Selain itu terdapat masalah hukum lainnya, terkait penggunaan smart contract yang merupakan perantara dalam jual beli NFT di Indonesia. Permasalahannya adalah apakah smart contract terakomodasi oleh hukum Indonesia.

Dalam praktiknya pun karya yang menjari representasi dari suatu NFT bisa mendapatkan perlindungan oleh undang-undang, tetapi tidak dengan item NFT itu sendiri. Sehingga hak milik dari item NFT belum tentu menjadi hak milik atas karya yang menjadi representasi oleh NFT.

Contohnya pada karya seni lukisan, jika lukisan tersebut sudah terjual, hanya akan ada satu pemilik dari karya lukisan yang orisinil, tetapi, seniman karya lukisan tersebut memiliki hak kekayaan intelektual yang membuat mereka dapat memproduksi cetakan, salinan, atau karya turunan dari suatu karya lukisan tersebut.

Sehingga NFT di Indonesia sebenarnya memiliki potensi NFT yang besar bagi kreator dan seniman dan menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan level perdagangan ke level global. Tetapi sistem bagi NFT di Indonesia masih belum cukup dipahami oleh kebanyakan orang, begitu pula dengan sistem pengaturannya. Potensi NFT di Indonesia dapat menguat apabila literasi mengenai NFT dan pengaturan NFT Indonesia telah memadai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *