Mariposa: Kupu-kupu yang Sulit Digapai

  • Whatsapp
Resensi Novel Mariposa Luluk HF - Novel Mariposa Karya Luluk HF
Sumber: Instagram/coconutbooks

RUANGNEGERI.com – Resensi kali ini akan membahas novel karya Luluk H.F. yang berjudul Mariposa. Sekilas, nama Mariposa mengingatkan kita pada salah satu judul film animasi Barbie dengan judul yang sama, Mariposa.

Mariposa pada film animasi Barbie tersebut merupakan serial dari Barbie Fairytopia. Film tersebut banyak ditayangkan di TV dan digemari anak-anak—terutama perempuan—pada sekitar tahun 2010-an seingat saya.

Bacaan Lainnya

Jadi, apa hubungannya novel Mariposa yang akan saya resensi dengan film animasi Barbie Mariposa? Pasti kalian bertanya-tanya, kan? Oke, jadi menurut prolog yang saya kutip di Wattpad Mariposa, dimana awal novel ini familiar, kira-kira seperti ini.

Kamu itu seperti Mariposa. Kalau aku kejar dan coba tangkap, kamu menghindar. Tapi, jika aku biarkan? Apa kamu mau mendekatiku?” –Natasya Kay-Loovi-

Bagiku kamu seperti bunga matahari, sebuah simbol kebahagiaan dan keceriaan. Tanpa bunga matahari seekor mariposa tidak bisa hidup. Aku membutuhkanmu, maka aku akan mendekatimu.” –Iqbal Guanna Freedy-

Prolog yang ditulis di Wattpad tersebut telah menggambarkan isi dari keseluruhan cerita di dalam novel Mariposa. Mariposa bercerita tentang Natasya Kay-Loovi atau Acha, yang merupakan siswi SMA yang jatuh cinta kepada Iqbal Guanna Freedy atau Iqbal.

Mereka berdua merupakan siswa yang termasuk pintar di sekolahnya masing-masing. Mereka berbeda sekolah dan bertemu pada saat camp olimpiade.

Sejak saat itu, Natasya Kay-Loovi yang memiliki nama panggilan Acha tersebut menaruh hati kepada Iqbal Guanna Freedy yang memiliki nama panggilan Iqbal. Namun, selama camp mereka berdua tidak sempat untuk bertukar informasi kontak atau semacamnya.

Pada suatu hari saat Acha sedang ngafe cantik bersama sahabatnya, ia mendapati sosok Iqbal di kafe tersebut. Sahabat Acha, Amanda merupakan seorang yang ternyata satu sekolah dengan Iqbal.

Secara impulsif atau tiba-tiba dan tanpa pikir panjang, Acha menghampiri Iqbal untuk meminta kontak Iqbal yang dapat ia hubungi sewaktu-waktu.

Amanda heran dengan Acha, dia mengerti bahwa Iqbal merupakan laki-laki yangt terkenal cuek dan dingin kepada siapapun. Begitulah awal mula pertemuan Acha dan Iqbal yang merupakan pusat dari tokoh di cerita ini.

Dalam novel ini, Acha digambarkan sebagai gadis SMA yang cantik dan pintar. Tidak hanya cantik, tapi amat sangat cantik hingga laki-laki tidak kuasa untuk memalingkan wajahnya saat melihat Acha. Selain paras yang cantik, Acha juga digambarkan sebagai perempuan yang cerdas.

Hal itu dibuktikan dengan camp olimpiade yang diikuti oleh Acha. Tidak mungkin seseorang yang tidak cerdas dapat mengikuti camp olimpiade. Olimpiade kimia pula. Hal yang termasuk sulit bagi sebagian siswa SMA.

Tokoh Iqbal Guanna Freedy digambarkan oleh penulis sebagai laki-laki yang cuek dan dingin. Iqbal juga digambarkan sebagai siswa yang cerdas. Di balik sikap dinginnya, ternyata Iqbal gemar membantu orang yang kesulitan, seperti pada saat di camp olimpiade.

That’s it.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.