Keuntungan yang Kamu Peroleh Jika Jurnalmu Terindeks Scopus dan Tips Agar Tembus

  • Whatsapp
Ilustrasi riset untuk jurnal Scopus
Ilustrasi riset untuk jurnal Scopus/Pixabay.com/Jarmoluk

RUANGNEGERI.com – Keuntungan jika jurnalmu terindeks Scopus sangat banyak. Sebagai kaum mahasiswa, kamu pasti sering mendengar kata “Scopus” itu. Bahkan jika kamu merupakan mahasiswa semester akhir atau mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam penelitian dosen, kamu pasti sudah familiar dengan kata itu.

Scopus menjadi perbincangan para peneliti ketika mereka melakukan penelitian atau menyusun sebuah jurnal. Memiliki sebuah tulisan yang terindeks Scopus merupakan kebanggaan setiap peneliti. Selain membanggakan, hal tersebut juga akan menciptakan nilai positif bagi peneliti dan karirnya.

Lantas apa sebenarnya Scopus itu? Dan apa yang terjadi padamu jika tulisanmu berhasil masuk dalam jajaran jurnal yang terindeks Scopus? Berikut ini penjelasannya.

Apa itu Scopus?

Masyarakat luas mulai mengenal Scopus pada tahun 2004. Scopus merupakan salah satu database literatur ilmiah yang diterbitkan oleh Elsevier. Elsevier sendiri merupakan salah satu penerbit terkemuka dunia. Selain Scopus, Elsevier juga meluncurkan Sciencedirect sebagai database literatur ilmiah. Baik Sciencedirect maupun Scopus berfokus pada 4 bidang kajian, yakni: ilmu hayati, sains fisik dan teknik, ilmu kesehatan, serta ilmu humaniora.

Selain Scopus, sebenarnya ada juga beberapa database lain yang berfungsi sebagai pusat data artikel ilmiah. Database tersebut ialah Web of Sciense (WOS), Doaj, Doab, SpeingerLink, Willey, dan lain sebagainya. Namun, diantara semuanya, Scopus yang paling diminati oleh kalangan peneliti dan akademisi.

Hal ini karena pada Scopus tidak hanya menjadi pusat database. Scopus juga menyediakan layanan untuk menilai sejauh mana dampak dari suatu jurnal. Apakah sebuah jurnal yang terbit berdampak signifikan atau tidak. Penilaian tersebut tercantum sebagai Simago Journal Rank (SJR).

Baca Juga: Mendeley, Aplikasi Penunjang Kamu Menyusun Skripsi

Penilaian SJR hampir sama dengan penilaian Impact Factor (IF) oleh Thomson Reuters. Pada prinsipnya penilaian IF akan menilai rata-rata artikel pada suatu jurnal disitasi dalam periode 2 tahun. Kelebihan inilah yang membuat banyak penulis berlomba-lomba agar jurnalnya dapat terindeks Scopus.

Keuntungan Publikasi Terindeks Scopus

Bagi dosen dan peneliti, memiliki publikasi yang terindeks Scopus tentu saja memiliki banyak keuntungan. Keuntungan tersebut antara lain mempercepat kenaikan jabatan, memudahkan yang bersangkutan untuk lolos dana hibah dari DIKTI dan berbagai benefit lainnya.

Pertanyaannya adalah jika kamu sebagai mahasiswa, apa keuntungan yang dapat kamu peroleh? Berikut keuntungan yang kamu peroleh saat karyamu berhasil terindeks Scopus :

Mengasah Kemampuan Menulis Ilmiah

Dalam menulis artikel ilmiah, kamu harus mampu menuliskan penelitianmu ke dalam kurang lebih maksimal 5000 kata. Semua itu harus kamu tulis dengan runut, sistematis dan sesuai dengan kaidah penulisan jurnal. Tentu saja ini akan menjadi sebuah latihan yang cukup berat bagimu, terutama jika kamu berniat untuk menerbitkan pada jurnal berbahasa Inggris.

Baca Juga: Rumor Skripsi Sulit dan Kurang Menyenangkan

Mengasah Kemampuan Bekerja Sama

Ketika kamu terjun ke dunia professional nanti, kamu tidak akan bekerja sendiri. Kamu memerlukan orang lain bahkan beberapa rekan untuk menjadi satu tim bersama. Tidak mudah untuk menyatukan banyak pikiran menjadi satu.

Melalui penulisan karya ilmiah, minimal kamu berlatih untuk bekerja sama dengan dosen. Biasanya penelitian pada mahasiswa S1 merupakan kolaborasi bersama dosen pembimbingnya. Oleh sebab itu maka kamu akan belajar bagaimana bekerja sama dengan orang yang lebih tua, lebih berpengalaman dan senior darimu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.