Kecerdasan Naturalis Anak, Bagaimana Cara Mengoptimalkannya?

RUANGNEGERI.com – Kecerdasan naturalis anak adalah salah satu bagian dari multiple intelligence, di mana teori ini digagas pertama kali oleh Howard Gardner, seorang pakar psikologi pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Sesuai dengan namanya, kecerdasan ini berkaitan erat dengan alam, peristiwa di sekitar anak dan makhluk hidup. Tidak heran, jika seseorang dengan kecerdasan ini akan bisa lebih mudah menjadi pekerja di bidang science, biologi, kedokteran dan sejenisnya.

Bagi para orang tua, anak dengan kecerdasan naturalis yang dominan akan cenderung suka mengumpulkan bunga, menanam benih untuk melihat seperti apa pertumbuhannya, serta membaca buku tentang makhluk hidup (de Roos, 2014).

Secara umum, dalam proses pembelajarannya, ciri menonjol dalam diri mereka adalah senang jika berada di dekat alam.

Terdapat checklist kecerdasan majemuk yang memuat tentang kecerdasan naturalis anak. Dengan memberikan banyak poin pertanyaan, seperti tentang bagaimana nature smart intelligence menjadi dominan bagi anak-anak.

Apabila anak menemukan kesukaan ritme belajar di dekat area objek biotik dan abiotik alami, maka mereka memiliki kecenderungan cerdas naturalis yang dominan (Mack Farland, 2012).

Pada usia dini, mereka akan banyak menanyakan tentang hal-hal sekitar. Seperti perbedaan hewan dengan manusia, apakah tumbuhan itu, dan lain sebagainya.

Kemudian, ketika usianya semakin besar, anak-anak akan mulai ingin tahu tentang skema kehidupan yang lebih kompleks.

Misalnya saja, mereka mulai ingin mencari tahu perbedaan hewan yang bertelur dan beranak. Lalu, mereka juga akan membaca banyak informasi tentang skema metamorfosis, perubahan dari kecil ke besar, pertumbuhan dan lain sebagainya.

Secara teoritis, kemampuan anak-anak yang cerdas naturalis sebaiknya diasah kemampuan relating, discovering, uncovering, observing, digging (literally and metaphorically), planting, collecting, sorting, comparing dan displaying.

Hal ini sejalan dengan karakteristik umum anak dengan kecerdasan naturalis tinggi. Yakni cenderung terganggu oleh polusi, tertarik untuk memiliki hewan peliharaan, suka belajar tentang alam, menikmati kegiatan berkebun, menghargai tempat-tempat indah.

Selain itu juga sangat senang saat bersentuhan dengan alam, suka berkemah, berjalan kaki, berjalan dan memanjat. Lebih lagi, mereka suka diberitahu atas sifat di atas semua hal lain, serta sadar akan perubahan cuaca.

BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Perbedaan Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal

Bagaimana Mendidik Anak dengan Kecerdasan Naturalis?

Setelah mengetahui tentang pengertian dan ciri utama kecerdasan naturalis anak, maka Anda juga tentu ingin mengetahui bagaimana cara mendidik anak dengan kecerdasan tersebut kan?

Ya, mereka akan menunjukkan sikap dan kepandaiannya terhadap alam jika distimulasi menggunakan beberapa cara berikut:

  • Saat distimulasi belajar outdoor, siswa menunjukkan perasaan sangat nyaman di luar ruangan.
  • Apabila diberitahu tentang materi yang berhubungan dengan alam, mereka berusaha mengetahui lingkungan alami melalui peristiwa berurutan yang sistematis.
  • Jika melakukan aktivitas di luar ruangan, mereka akan merasakan koneksi yang pasti dengan ala, baik itu lingkungan biotik maupun abiotik.
  • Saat distimulasi tentang keadaan habitat yang berbeda, mereka memiliki ketertarikan terhadap habitat alami seperti hutan, gurun, lautan, samudera, danau atau sungai serta lahan basah. Bahkan meskipun tidak mengajak langsung ke sana, melainkan hanya melalui cerita.
  • Apabila distimulasi dengan kegiatan safari, mereka merasa diperbarui dengan mengunjungi pengaturan alami.
  • Ketika diberi tugas melakukan klasifikasi, mereka akan sangat tertarik pada pembahasan tentang berbagai flora dan fauna.
  • Dengan media pembelajaran yang warna-warni, mereka akan lebih mudah mengenali pola dan warna.
  • Apabila menemukan beberapa benda alam yang unik (misalnya cangkang kerang atau tulang kering hewan) mereka akan pandai menyortir dan mengklasifikasikan.
  • Dengan stimulasi yang tepat dan durasi pas, mereka bisa memiliki keterampilan pengamatan yang tajam dan mengamati dengan sabar
  • Jika diberi kesempatan eksplorasi, mereka akan merasakan kepuasan dalam mempelajari nama bunga, pohon, batu dan mineral, dinosaurus, burung, gunung berapi, formasi awan, dan sebagainya.
  • Stimulus ini jarang dipakai di Indonesia, tetapi dapat digunakan pada pembelajaran modern, yaitu menikmati menjelajahi dan menyentuh luar, termasuk “hal-hal yang menjijikkan”
  • Siswa akan senang memahami dan dapat menjelaskan fenomena alam dengan bahasa sederhana menurut pemahamannya.
  • Ketika di beri kesempatan mengobservasi, mereka akan menunjukkan detail, memperhatikan dan menikmati hadiah terkecil dari alam.
  • Apabila sekolah memiliki peliharaan, mereka akan tertarik untuk ikut berpartisipasi memelihara makhluk hidup, melalui berkebun atau merawat hewan peliharaan atau membawa pulang binatang liar.
  • Anak-anak naturalis akan banyak belajar jika diberi tugas mengatur pengumpan burung dan tempat makan lainnya untuk hewan.
  • Rangsangan di bidang literasi dapat dilakukan dengan memberi kesempatan pada mereka untuk memilih membaca buku dan menonton program tentang hewan dan ekosistem.
  • Indra pendengar mereka juga bisa distimulasi. Anak-anak dengan kecerdasan naturalis akan cenderung mencari musik yang berkaitan dengan alam.
  • Pacu semangat anak dengan memberi tugas membuat kerajinan tangan dan proyek dari bahan alami (menggunakan kerang, kayu apung, tanaman rambat dan sebagainya).
  • Ajak anak yang suka menggunakan peralatan untuk mencari tahu lebih banyak tentang lingkungan alam (jaring, kit pengujian kualitas air dan tanah)
  • Lakukan kegiatan bermakna dengan sistem inqury learning, karena siswa dengan kecerdasan naturalis tinggi akan mudah mengikuti pola siklik di alam seperti pasang surut, musim, fase bulan, dan iklim.
  • Buat tugas tidak terstruktur dengan skema menikmati koleksi batu, daun, bunga, kerang, bulu, dan sebagainya.
  • Ajak siswa pergi ke kebun binatang, peternakan, taman margasatwa, akuarium, dan toko hewan peliharaan sebagai “tempat khusus” untuk mereka.
  • Jangan lupa, setiap akhir tahun atau semester, agendakan kegiatan rekreasi di luar ruangan, seperti hiking, panjat tebing, negara, berkemah, berlayar, dan sebagainya.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Karir Anak yang Cocok dengan Kecerdasan Naturalis Tinggi

Dengan memaksimalkan pendidikan dan stimulus pada anak-anak dengan kecerdasan naturalis tinggi, maka anak akan menjadi pribadi yang mampu memaksimalkan potensinya.

Bahkan, mereka yang dikaruniai kecerdasan naturalis yang optimal dan baik akan bisa membantu menyeimbangkan ekosistem di bumi untuk mencegah berbagai kepunahan (Amstrong, 2009).

Sesuai dengan teori dan aplikasinya, anak-anak dengan kecerdasan naturalis tinggi akan sangat suka bekerja di bidang yang berkaitan dengan alam.

Misalnya saja seperti sebagai ahli konservasionis, sektor pertanian, perkebunan, pelatih hewan, ilmuwan yang terkait dengan alam, ahli botani, ahli geologi, ahli biologi laut, ahli ekologi serta dokter hewan.

Jadi, mereka tidak hanya akan menjalankan sebuah profesi, tetapi juga hobi dan passion.

Inilah tujuan utama mengetahui dan memaksimalkan kecerdasan naturalis anak yaitu menciptakan pribadi yang menjalankan pekerjaan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *