Kecerdasan Linguistik atau Word Smart untuk Optimalisasi Kecerdasan Anak

RUANGNEGERI.com – Pada dasarnya, setiap manusia diciptakan dengan karakteristik serta kecerdasan yang berbeda. Hal yang sama tidak hanya menyangkut penampilan fisik namun juga kemampuan dan pola berpikir.

Setiap orang memiliki kemampuan yang unik. Sehingga mengukur kecerdasan hanya melalui kemampuan mengolah angka menjadi tidak relevan.

Banyak orang yang justru lebih menguasai bidang linguistik ketimbang logika matematika. Dalam hal ini disebut bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan linguistik atau word smart (Meltzer, 1999).

Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh seorang ahli bernama Howard Gardner yang membagi kecerdasan dalam delapan klasifikasi yang kemudian disebut dengan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences) (RIC Publications,2004).

Menurut Gardner, semua manusia terlahir cerdas namun dalam penguasaan bidang yang berbeda. Salah satunya adalah kecerdasan linguistik atau word smart.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Pengertian Kecerdasan Linguistik atau Word Smart

Kecerdasan linguistik atau word smart sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengutarakan pikirannya dalam bahasa yang jelas dan sistematis, baik secara verbal maupun non verbal.

Seseorang yang dikategorikan dalam word smart merupakan orang yang memiliki penguasaan sangat baik di bidang linguistik. Saat menyerap dan mengolah sebuah informasi, orang tersebut dapat menyampaikan kembali pada orang lain dengan makna yang tetap lengkap. Meskipun hanya menggunakan kata-kata.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kecerdasan, word smart merupakan sebuah kemampuan yang istimewa.

Pasalnya, kata-kata dan bahasa merupakan bagian penting dari komunikasi. Sedangkan komunikasi adalah elemen penting dari kegiatan interaksi serta berbagi informasi sehari-hari.

Komunikasi tidak hanya diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Kemampuan ini juga penting untuk menunjang karir di dunia profesional.

Dewasa ini, seiring kemajuan dari perkembangan informasi dan teknologi, komunikasi bahkan dianggap sebagai bagian dari soft skill.

Tom Meltzer (1999) kemudian menjelakan bahwa word smart akan menjadi sebuah modal dasar dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

Beberapa bidang pekerjaan yang sesuai bagi pemilik word smart antara lain jurnalis, penulis, penyiar maupun juga pengacara.

BACA JUGA: Yuk Cari Tahu Pentingnya Dongeng Sebelum Tidur untuk Kecerdasan Anak

Optimalisasi Kecerdasan Linguistik

Lantas, mulai kapan sebaiknya kecerdasan ini dioptimalkan? Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang terus belajar.

Menurut Armstrong (2009), kecerdasan dapat dioptimalkan sejak usia dini. Sejak lahir hingga sebelum usia 25 tahun, kemampuan otak manusia dalam menyerap dan menyimpan stimulus dari luar masih sangat baik.

Pada masa ini, manusia mengalami pematangan pola pikir dan emosi yang akan mempengaruhi tindakannya. Karena itu sangat penting untuk mengenali bidang yang disukai serta yang dikuasai sejak kecil agar dapat membantu mengoptimalkannya.

Untuk dapat mengembangkan kemampuan anak, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali bidang kecerdasan anak. Biasanya orang tua akan sangat mengandalkan peran sekolah untuk pendidikan anak.

Padahal, orang tua justru memiliki peran yang lebih besar dalam perkembangan anak.

Orang tua lebih mengenal kepribadian dan kemampuan anaknya sehingga harusnya ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran bagi anak. Salah satunya dalam hal mengenali bidang kemampuan anak.

BACA JUGA: Moms, Ketahui 7 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Visual Spasial Tinggi

Bagaimana Ciri Anak Word Smart?

Anak dengan kecerdasan ini pada umumnya telah menunjukkan tanda-tanda sejak dini. Ciri-ciri itu antara lain sebagai berikut.

  • Dapat dengan cepat mempelajari bahasa lain, selain bahasa ibu yang biasa digunakan sehari-hari. Umumnya anak-anak dengan kemampuan linguistik, sangat tertarik pada kosa-kata yang baru dilihat atau didengarnya;
  • Setelah membaca atau mendengarkan informasi tertentu, dapat menyampaikan kembali baik secara ringkas maupun mendetail;
  • Menggunakan membaca dan menulis sebagai media untuk belajar. Sedangkan menyimak atau mendengarkan serta berdiskusi digunakan sebagai media untuk mengasah kemampuan;
  • Memiliki banyak perbendaharaan kata dan memiliki ketertarikan untuk mempelajari kosa kata baru;
  • Mampu berbicara dengan efektif tanpa menggunakan bahasa yang terlalu panjang namun tanpa makna. Hal ini ditunjang dengan kemampuan dalam mengolah informasi yang baik. Sehingga mereka dapat meringkas penjelasan agar tidak berubah maknanya;
  • Mengekspresikan pemikirannya dengan baik, melalui tulisan atau pun menyampaikan secara verbal,
  • Memiliki kemampuan mengingat yang baik.

Tugas orang tua selanjutnya adalah mengarahkan anak saat belajar. Namun, orang tua di sini hanya bertindak mengawasi tanpa perlu memaksakan anak untuk menjalani proses belajar yang kaku (Kincheloe, 2004).

BACA JUGA: Ajarkan Tanggung Jawab Anak dengan Kegiatan Sederhana Ini

Lakukan Hal Ini untuk Memaksimalkannya

Sejalan dengan hal itu, orang tua dapat membantu menstimulus kecerdasan anak di rumah. Berikut merupakan beberapa cara mudah optimalisasi kecerdasan word smart sejak usia dini.

1. Mengajak Anak Berbicara

Orang tua dapat berbicara dengan menggunakan berbagai bentuk kalimat, baik kalimat perintah, pertanyaan maupun pernyataan.

Tindakan ini akan merangsang days pikir anak dalam menyerap informasi. Anak juga akan terbiasa untuk mendengar dan memberikan tanggapannya.

2. Membiasakan untuk Berbagi Cerita dengan Anak

Orang tua dapat meminta anak bercerita hal kecil seperti apa yang dialaminya hari ini atau hal menarik apa yang ditemukannya.

Membiasakan anak untuk bercerita dapat membantu mereka mengekspresikan diri lebih baik serta meningkatkan daya imajinasi.

3. Membiasakan Anak untuk Membaca dan Menulis

Bahasa sangat lekat dengan kemampuan dalam menyerap informasi saat membaca maupun menyampaikan saat menulis.

Orang tua dapat memberikan mereka buku bacaan sesuai usia. Buku dapat memberikan anak lebih banyak kosa-kata baru. Buku bergambar akan lebih baik untuk merangsang daya imajinasi.

Untuk menulis, anak dapat memulai dengan membuat memo kecil atau buku harian.

4. Berbicara Secara Jelas dan Bahasa yang Baik

Hal ini sering kali diabaikan oleh orang tua. Padahal, anak menyerap dan menyimpan ingatan untuk waktu yang lama.

Mereka kemudian akan meniru apa yang mereka ingat tersebut. Maka, orang tua sebaiknya membiasakan diri berbicara dengan jelas dan menggunakan bahasa yang baik ketika berbicara di depan anak.

5. Memperkenalkan Anak Pada Hal Baru Melalui Penggunaan Media

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sangat mudah ditemui media pembelajaran bagi anak seperti dalam bentuk video maupun rekaman suara.

Anak juga cenderung lebih cepat belajar jika menggunakan media visual.

6. Mendorong Anak Bersosialisasi

Ada kalanya orang tua memiliki keterbatasan pengetahuan untuk dibagikan dengan anak. Sehingga orang tua dapat mendorong anak belajar dengan lingkungan di luar.

Selain itu, ini akan melatih anak untuk berani berbicara dan menyampaikan pendapat.

7. Bernyanyi dan Bermain Peran

Penting untuk mengajak anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Menyanyi dan bermain peran dapat membantu anak menambah kosa-kata. Selain itu juga meningkatkan daya ingat anak.

Masih ada banyak cara untuk mengoptimalkan kecerdasan linguistik. Namun yang terpenting adalah peran orang tua dalam mendukung anak untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *