Kapal Kontainer Raksasa Ever Given di Terusan Suez Berhasil Dievakuasi

Ruang Negeri – Salah satu kapal kontainer terbesar di dunia, Ever Given telah kembali mengapung pada hari Senin setelah sebelumnya memblokade jalur transportasi internasional di Terusan Suez, Mesir.  

“Kapal telah siap untuk navigasi terbatas setelah dilakukan pemeriksaan awal dan tidak satu pun peti kemas yang rusak, namun penyelidikan kedua akan lebih detail, dan jika ada yang rusak akan nampak nantinya,” ungkap Osama Rabie, Ketua Otoritas Terusan Suez melansir Reuters (29/03/2021).

Namun, sejauh ini ia belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Kapal jumbo milik sebuah perusahaan Jepang dengan panjang 400 meter dan berat total 224.000 ton tersebut terjebak secara diagonal selama enam hari. 

“Ada banyak faktor atau alasan, angin kencang dan badai pasir dapat menjadi alasan tetapi bukan yang utama – dapat juga karena kesalahan teknis atau human error. Akan dilakukan investigasi lanjutan,” katanya sebagaimana dilansir Business Insider (29/03/2021).

Pertanda baik diketahui pada Senin pagi waktu setempat, ketika bagian belakang kapal dibebaskan dari salah satu tepian kanal. Namun, pimpinan perusahaan, Peter Berdowski, mengatakan bahwa haluannya masih tertancap dengan “kokoh.”

Baca juga: Kembalinya Macron dan Le Pen di Bursa Calon Presiden Prancis 2022

“Itu sebenarnya bagian paling mudah,” katanya kepada radio Belanda pada Senin pagi. Upaya memindahkan haluan dari tepian kanal di mana masih terhambat oleh tanah liat berpasir dinilainya akan lebih sulit.

”Saya dengan gembira mengumumkan bahwa tim ahli kami, bekerja sama dengan Otoritas Terusan Suez berhasil mengapungkan kembali Ever Given pada Senin, 29 Maret pukul 15:05 waktu setempat, sehingga jalur Terusan Suez dapat digunakan kembali,” terang Berdowski.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sissi sebelumnya memuji upaya pihak terkait dalam mengatasi insiden kandasnya kapal Ever Green sejak 23 Maret lalu.

“Hari ini Mesir berhasil mengakhiri krisis kapal yang terdampar di Terusan Suez, meskipun ada komplikasi teknis secara masif yang melanda operasi ini,” cuitnya di twitter.

“Saya berterima kasih kepada setiap warga Mesir yang mengambil bagian untuk mengakhiri krisis ini,” tambahnya.

Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Australia Diterjang Banjir Bandang

Lalu Lintas Internasional Terhambat

Terusan Suez merupakan jalur internasional strategis yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah. Jalur sepanjang 193,3 km ini merupakan akses perdagangan laut yang penting bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah, Asia, Afrika dan Eropa.

Kandasnya Kapal Ever Given tersebut mengakibatkan lalu lintas perekonomian internasional terhambat. Ada ratusan kapal lainnya yang terpaksa harus berputar balik dan melanjutkan perjalanan melalui bagian selatan Afrika. 

Setidaknya ada 367 kapal termasuk puluhan kapal kontainer tidak dapat menggunakan rute perdagangan utama pada Senin pagi. Kapal keruk bekerja selama akhir pekan untuk mengeluarkan kapal dengan cara memindahkan pasir dalam jumlah besar.

Puluhan kapal penarik dikerahkan untuk melakukan penarikan dari tiga arah agar kapal yang dikabarkan mengangkut lebih dari 18,000 kontainer tersebut dapat keluar.

Baca juga: Uji Coba Rudal Baru Korea Utara, Apakah Mengancam AS dan Sekutunya?

Perekonomian Dunia Rugi Rp5,7 Triliun per Hari

Analis dari Lloyd’s List memperkirakan bahwa nilai barang kargo yang melewati Terusan Suez setiap harinya bernilai rata-rata sekitar US$9,7 miliar (Rp140 triliun). Sebanyak US$5,1 miliar untuk perjalanan ke barat dan US$4,6 miliar untuk perjalanan ke timur.

Terjebaknya kapal milik perusahaan Jepang Shoei Kisen ini diperkirakan merugikan perekonomian dunia hingga US$400 juta atau sekitar Rp5,7 triliun per hari.

Melansir BBC.com (26/03/2021), sekitar 12 persen dari volume perdagangan dunia melewati Terusan Suez dan lebih dari 18.800 kapal melewati jalur ini selama tahun 2020. Tak kurang ada sekitar 90 kapal berlalu-lalang melewati Terusan Suez setiap harinya.

Kapal-kapal yang gagal melewati kanal tersebut juga membawa banyak produk yang sensitif, seperti hewan ternak yang akan di kirim ke berbagai negara di Eropa dan Asia. Banyak pihak khawatir jika kapal Ever Given ini tidak segera dipindahkan, makanan dan air akan habis sehingga berpotensi menyebabkan kematian pada ribuan hewan ternak.

Baca juga: Israel Gempur Pemukiman Desa di Palestina Hingga Rata

Ada pula kapal-kapal pembawa minyak yang merupakan sumber daya penting untuk beberapa negara di kawasan tersebut. Rantai pasokan internasional juga ikut terhambat.

Suriah misalnya, harus memberlakukan penjatahan bahan bakar pada hari Minggu, 28 Maret lalu untuk melindungi pasokan minyak yang berkurang. Hal ini disebabkan kapal tanker tidak dapat melakukan pengiriman.

Pihak berwenang Suriah mengatakan bahwa penjatahan diperlukan untuk “menjamin kelanjutan pasokan untuk layanan dasar bagi warga Suriah, seperti toko roti, rumah sakit, stasiun air, pusat komunikasi dan lembaga penting lainnya.”

Harga minyak mentah dunia naik 6 persen pada hari Rabu pekan lalu setelah lalu lintas di kanal tersebut dihentikan. Meski pada hari Kamis, harga turun lebih dari 4 persen.

Baca juga: Reformasi Agraria di India Menuai Protes Keras dari Rakyatnya

Pemilik Ever Given Minta Maaf

Perusahaan Jepang Shoei Kisen Kaisha mengatakan akan mengatasi masalah ini secepatnya meski memang terbukti sangat sulit.

“Bekerja sama dengan otoritas lokal dan Bernhard Schulte Shipmanagement, sebuah perusahaan manajemen kapal, kami mencoba untuk mengapungkan kembali (Ever Given), tetapi kami menghadapi kesulitan yang ekstrem,” kata Shoei Kisen Kaisha, pemilik Ever Given dalam sebuah pernyataannya di hari Kamis, 25 Maret 2021 sebagaimana melansir BBC.

“Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi kapal-kapal di Terusan Suez dan mereka yang berencana melewati kanal ini,” imbuhnya.

Nur Fauziyah Pradita

Alumnus Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menaruh minat pada isu-isu internasional dan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *