Malas Mengerjakan Tugas? Bisa Jadi Kamu Salah Pilih Jurusan Kuliah

  • Whatsapp
Ilustrasi mahasiswa yang merasa salah jurusan./Pixabay.com/LeeJeongSoo

RUANGNEGERI.com – Malas mengerjakan tugas kuliah merupakan suatu hal yang wajar. Namun jika rasa malas itu terjadi secara terus menerus terutama ketika kamu mengerjakan tugas kuliah, bisa jadi itu merupakan tanda kamu salah memilih jurusan kuliah.

Bagi para calon mahasiswa, urusan memilih jurusan kuliah terkadang cukup merepotkan. Selain mempertimbangkan keinginan pribadi, banyak juga faktor lain yang mempengaruhi. Misalnya masukan dari orang tua atau kerabat untuk mengambil sebuah jurusan tertentu. Bahkan tak jarang pula para calon mahasiswa hanya ikut-ikutan teman dalam menentukan jurusan kuliah.

Apa pun yang menjadi faktor pendorong memilih jurusan kuliah bukanlah masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika di tengah perkuliahan kamu baru menyadari kesalahanmu dan memutuskan untuk pindah jurusan. Kamu harus memulai perkuliahan baru lagi dari awal ketika pindah jurusan. Hal ini tentu saja merugikanmu  dari segi waktu dan juga orang tuamu dari segi biaya.

Tanda Kamu Salah Jurusan

Perasaan salah memilih jurusan biasanya akan muncul pada tahun ke-dua perkuliahan. Hal ini tentu saja membuatmu bingung. Apakah harus tetap pada jurusan saat ini ataukah mengambil kesempatan untuk pindah jurusan. Tapi sebenarnya perasaan salah memilih jurusan telah ada sejak beberapa minggu atau bahkan beberapa hari setelah hari pertama berkuliah.

Sebelum kamu bulat memutuskan untuk pindah jurusan, sebaiknya kamu kenali dulu apakah kamu benar-benar salah pilih jurusan atau hanya sekedar bosan dengan rutinitas perkuliahan.

Baca Juga: Ketahui 10 Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja Tinggi

Ciri-Ciri Kamu Salah Memilih Jurusan

Untuk memastikannya, cocokkanlah apa yang terjadi pada dirimu dengan beberapa ciri-ciri berikut :

  1. Kamu merasa tidak bersemangat untuk menjelaskan jurusan yang kamu pilih. Ketika ada yang bertanya tentang jurusan kuliah kamu atau apa pun yang berkaitan dengan jurusanmu, kamu tidak tertarik untuk menjelaskannya.
  2. Tidak ada mata kuliah yang menjadi favoritmu. Kamu tidak memiliki mata kuliah yang menarik bagimu. Semua mata kuliah sama saja bagimu. Kemampuanmu pada setiap mata kuliah pun biasa-biasa saja.
  3. Sering mengantuk ketika di kelas. Saat kuliah sedang berlangsung, kamu bukannya mendengarkan dosen menjelaskan materi. Melainkan sibuk melihat jam. Matamu sering sekali melihat jam dan berharap waktu kuliah akan segera berakhir.
  4. Tidak memiliki dosen, senior atau seseorang dari jurusan kuliahmu yang menjadi inspirasi kamu untuk berkarir secara professional pada bidang jurusan kuliahmu.
  5. Selalu merasa malas untuk mengerjakan proyek atau tugas kuliah. Bukan hanya tugas kuliah, kamu bahkan malas untuk menghadiri kelas sehari-hari
  6. Kamu tidak memiliki rencana apa yang akan kamu lakukan dalam beberapa tahun ke depan. Ketika ada yang bertanya apa yang ingin kamu kerjakan pada tiga atau lima tahun mendatang, kamu tidak memiliki jawaban atas pertanyaan itu.
  7. Tidak tertarik atau bahkan tidak peduli untuk prospek karir dari jurusan kuliah yang kamu pilih.
  8. Yang paling menonjol adalah kamu tidak memiliki jawaban yang pasti ketika ada yang bertanya apa alasan kamu mengambil jurusan kuliah tersebut. Ketika kamu melakukan suatu hal, kamu pasti memiliki alasan kenapa kamu melakukan hal tersebut. Tapi ketika kamu tidak memiliki alasan kenapa memilih jurusan kuliah tersebut, bisa jadi kamu berada di jurusan kuliah yang “salah”

Baca Juga: Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat demi Masa Depanmu

Delapan ciri-ciri di atas merupakan ciri umum yang mengindikasikan bahwa kamu tengah berada pada “jalan yang salah (baca : keliru)”. Sejatinya kamu haruslah mempelajari sesuatu yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Hal ini bertujuan agar kamu merasa tidak terbebani dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirimu ketika kamu mengerjakan hal yang sesuai dengan passion kamu.

Tapi jangan terburu-buru untuk pindah jurusan ketika kamu merasa beberapa dari ciri-ciri di atas sesuai dengan perasaanmu. Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memperbaikinya. Ibarat pepatah, “ketika nasi sudah menjadi bubur, jadikan itu bubur ayam agar lebih nikmat”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.