Investasi yang Cocok Untuk Pemula dan Kaum Milenial

  • Whatsapp
Investasi yang Cocok Untuk Pemula dan Kaum Milenial
Ilustrasi investasi./Pixabay.com/nattanan23

RUANGNEGERI.com – Investasi berikut ini kami sajikan cocok untuk pemula dan kaum milenial. Kebebasan finansial merupakan tujuan setiap orang. Seseorang bisa disebut memiliki kebebasan finansial bukan hanya karena ia kaya, punya tingkat likuiditas tinggi, dan memiliki banyak aset.

Seseorang disebut bebas finansial ketika ia mampu menghasilkan uang secara pasif. Maksudnya adalah ketika ia mampu menghasilkan uang bahkan di saat tidur.

Bacaan Lainnya

Robert Kiyosaki, dalam bukunya Rich Dad Poor Dad menyarankan agar manusia tidak bekerja untuk uang. Sebaliknya, biarkan uang yang bekerja untuk kita.

Bagaimana caranya? Melalui investasi.

Pengertian Investasi

Menurut Haming dan Basalamah, investasi adalah melakukan pengeluaran saat ini untuk pembelian aktiva riil seperti mobil, tanah dan lain sebagainya atau aktiva keuangan seperti saham untuk keuntungan yang lebih besar di masa depan.

Investasi adalah penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh manfaat di masa depan. Sebagai contoh jika kita memiliki uang sebesar sepuluh juta rupiah. Kita menunda penggunaan uang tersebut di saat ini untuk kita simpan dalam bentuk deposito, saham atau lain sebagainya dengan tujuan akan memperoleh hasil yang lebih besar di masa depan.

Baca Juga: Pengertian Analisis Fundamental dan Teknis dalam Memilih Investasi

Jenis-Jenis Investasi

Berdasarkan tenggat waktu, dibedakan menjadi:

  1. Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang sudah bisa menuai hasil kurang dari satu tahun. Beberapa contoh investasi jangka pendek adalah deposito, saham, forex (valuta asing) dan yang sedang hits saat ini adalah P2P (Peer to Peer) Lending.

Sekilas tentang P2P Lending, P2P mempertemukan peminjam (pihak yang membutuhkan dana) dengan pemberi pinjaman (pihak yang kelebihan dana) tanpa perantara bank. Tenor waktu P2P juga beragam ada yang setahun, dua tahun, tiga bulan atau bahkan harian.

  1. Investasi jangka menengah

Investasi jangka menengah berumur satu sampai lima tahun. Contohnya adalah ketika kita berinvestasi sukuk ritel, ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBN (Surat Berharga Negara). Jenis investasi ini cocok untuk kamu yang bertipe risiko moderat.

  1. Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk menuai hasil. Properti, emas, dan logam mulia adalah contoh dari bentuk berinvestasi jangka panjang. Harganya tidak terlalu berfluktuasi bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Tapi kamu harus sabar menunggu untuk memperoleh cuan jika kamu memutuskan untuk hendak berinvestasi dengan produk ini. Selain itu, kelemahannya adalah tingkat likuiditasnya yang rendah. Kamu tidak bisa dengan mudah dan cepat mengubah properti menjadi uang cash jika sewaktu-waktu kamu membutuhkannya.

Baca Juga: Investasi Hijau: Pengertian dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.