Investasi yang Cocok Bagi Milenial, Ini 5 Pilihannya

RUANGNEGERI.com – Generasi milenial haruslah siap dengan segala kemungkinan yang ada. Milenial atau juga biasa disebut generasi Y adalah orang yang lahir antara tahun 1981 hingga 1995. Sedangkan generasi Z adalah yang lahir di antara tahun 1996 hingga 2010.

Di era digital yang berjalan sangat dinamis, kepastian ekonomi dan keuangan di masa depan harus lebih disiapkan secara matang. Selain menabung maupun membuka usaha secara mandiri, beberapa instrumen investasi bisa menjadi pilihan.

Pastikan pilihan-pilihan yang diambil benar-benar telah dipertimbangkan dan cocok sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas diri masing-masing. Tujuan utamanya tentu saja agar memiliki bekal keuangan di masa depan.

Bekal ini nantinya bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Seperti halnya untuk membeli rumah bagi belum punya, persiapan pensiun, dana darurat, rekreasi, pendidikan anak hingga membeli barang-barang kebutuhan lainnya.

Baca juga: Indonesia Bentuk Sovereign Wealth Fund, Apa Manfaatnya?

Investasi yang Cocok Bagi Milenial

Berikut lima pilihan instrumen investasi terbaik khususnya bagi milenial dan pemula yang dapat saya rangkum dari berbagai sumber. Kamu bisa saja memilih salah satu atau beberapa sekaligus sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sebelum memutuskan, pastikan kamu sudah benar-benar memahami tentang seluk-beluk instrumen investasi berikut. Hati-hati juga dengan maraknya penipuan investasi skema Ponzi yang masih sering terjadi.

1. Saham

Bentuk investasi pertama yang umum diminati adalah saham. Saham menjanjikan keuntungan terbesar, karena risikonya juga sangat besar. Terutama bagi investor yang bermain saham untuk jangka pendek. Saham sebuah perusahaan dapat naik dan turun secara drastis dan tiba-tiba.

Jika kamu bisa memanfaatkan hal ini dengan baik, maka keuntungan besar akan diperoleh dalam waktu cepat. Begitu juga sebaliknya, ketika terjadi penurunan drastis maka kamu akan rugi besar (high risk high return).

Jika ingin berinvestasi saham, maka lebih disarankan berinvestasi untuk jangka panjang (sekitar 1 sampai 20 tahun). Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa meski tidak ada garansi mutlak, namun saham perusahaan secara umum akan naik dalam jangka panjang.

Baca juga: Mungkinkah Bekerja dari Rumah Menjadi Tren di Masa Depan?

2. Reksa Dana

Instrumen investasi lainnya adalah reksa dana. Investasi ini layak bagi para milenial yang memiliki pengetahuan investasi terbatas serta memiliki waktu yang sedikit.

Kamu hanya perlu menyetorkan dana investasi kepada perusahaan reksa dana. Dana dari investor yang terkumpul tersebut selanjutnya akan dikelola oleh manajer investasi untuk dialokasikan ke berbagai instrumen investasi.

Jumlah uang yang dibutuhkan pun tidak semuanya harus dalam jumlah yang besar, bergantung kepada jenis reksa dana yang kamu pilih. Berikut berapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:

Pertama, adalah reksa dana mata uang. Reksa dana ini memiliki risiko paling minim karena durasi investasinya setahun atau bahkan kurang. Alokasi investasinya bisa berupa deposito, Surat Berharga Indonesia (SBU) dan lainnya.

Kedua, yaitu reksa dana pendapatan tetap. Jenis investasi ini memiliki pendapatan lebih besar daripada mata uang karena risikonya lebih besar. Biasanya aktiva yang dipakai mencapai 80 persen dengan fokus investasi pada obligasi serta efek utang.

Baca juga: Inilah Tips Investasi Tanah untuk Milenial dan Pemula

Ketiga, adalah reksa dana campuran. Biasanya lebih fokus pada saham dan obligasi, karena tujuan utamanya adalah pertumbuhan pendapatan. Reksa dana jenis ini memungkinkan kamu untuk memperoleh dua jenis penghasilan investasi dengan risiko yang beragam. Dengan begitu maka diharapkan bisa melengkapi satu sama lain.

Keempat, yakni reksa dana saham. Reksa dana ini melakukan akan fokus pada investasi saham dengan alokasi aktiva bisa mencapai 80 persen. Investasi ini memiliki peluang pengembalian tertinggi jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Namun, investasi saham akan lebih aman jika dilakukan untuk jangka panjang. Meski tidak mutlak, saham perusahaan secara umum akan terus naik dalam jangka waktu 10 sampai 20 tahun berikutnya.

Baca juga: Mengenal Reksa Dana: Investasi yang Mulai Digemari Milenial dan Gen Z

3. Deposito

Bagi kaum milenial yang ingin berinvestasi dengan aman namun hasilnya terjamin, maka deposito bisa menjadi pilihan. Mengapa? Karena deposito tabungan bisa dilakukan hampir di setiap bank umum di Indonesia.

Selain itu, jumlah deposito juga bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Namun perlu diketahui bahwa bunga tabungan deposito relatif sangat kecil, yakni berkisar antara 2 hingga 5 persen.

Semakin besar dana investasi pada deposito, semakin besar pula hasil bunga yang diperoleh. Kelebihannya, deposito ini memiliki waktu investasi yang fleksibel. Bisa bulanan, bisa juga tahunan.

Baca juga: Raih Keuntungan Investasi Emas Sejak Kuliah, Begini Caranya

4. Surat Berharga Negara

Pilihan investasi lainnya adalah surat berharga negara. Bentuk surat berharga negara ini adalah obligasi pemerintah, ORI, sukuk ritel dan lainnya. Surat ini biasa dikeluarkan pemerintah untuk pembiayaan suatu proyek melalui dana dari masyarakat umum.

Tentunya terdapat pengembalian dengan tambahan beberapa persen. Membeli surat ini juga bisa bermanfaat bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri saja.

Hal itu karena investasi ini dikelola oleh pemerintah, sehingga keuntungannya juga hampir pasti terjamin. Selain itu, kamu juga sekaligus bisa ikut serta dalam program pembangunan.

Baca juga: Cara Memilih Asuransi yang Baik Agar Sesuai Kebutuhan

5. Asuransi

Instrumen investasi terakhir yang dapat dipilih adalah asuransi. Jenis asuransi sendiri bermacam-macam, dan jumlahnya pun cukup banyak. Ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan, unit link dan lain-lain.

Asuransi tersebut bisa kamu pertimbangkan matang-matang agar sesuai kebutuhan, tidak sekedar mengikuti tren maupun iming-iming manis dari agen asuransi. Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa saat ini seolah sudah menjadi kebutuhan.

Asuransi kesehatan diperlukan manakala kita sakit, sedangkan asuransi jiwa ditujukan untuk keluarga apabila pemilik polis meninggal dunia. Ketentuan dari satu asuransi dengan asuransi lainnya sangat mungkin berbeda, pahami betul ketentuan iuran, klaim dan ketentuan detail terkait asuransi tersebut.

Sebelum memutuskan untuk memilih asuransi, pastikan memahami seluk-beluknya secara seksama. Jika ada yang kurang dipahami, tanyakan langsung kepada petugas di kantor asuransi tersebut.

Itulah beberapa instrumen investasi yang dapat dipilih oleh generasi milenial. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pastikan kamu telah mempelajari instrumen tersebut dengan baik.

Susunlah portofolio dengan baik sesuai dengan keadaan keuangan serta kebutuhan masing-masing. Jika mengalami kesulitan melakukannya, bisa berkonsultasi dengan penyedia jasa maupun para pakar keuangan agar portofolio kamu dapat dibuat dengan baik.

Ahmad Azhari Pohan

Alumnus S1 Ekonomi Syariah di Institut Pertanian Bogor dan Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bidang minat Ekonomi Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *