Insecure Setelah Lulus Kuliah? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

RUANGNEGERI.com Insecure adalah perasaan sangat umum yang kini dirasakan para mahasiswa tingkat akhir. Atau mungkin baru ada rasa itu ketika sudah benar-benar lulus kuliah.

Perasaan yang takut ketika lulus, lalu mau ngapain? Kerja apa? Bisa adaptasi atau tidak?

Di satu sisi, insecure sendiri adalah perasaan yang kadang diperlukan oleh para mahasiswa tingkat akhir untuk memacu jiwa kompetitif.

Terlebih bagi mereka yang masih sering nongkrong tidak jelas dan mengorbankan waktu perkuliahan untuk bermain. Akhirnya malah terlalu santai hingga lupa akan tujuan kuliah

Lalu apa arti dari insecureInsecure sendiri merupakan perasaan yang cenderung pada ketakutan atau kecemasan pada suatu hal tertentu. Perasaan ini umumnya menjangkiti para mahasiswa tingkat akhir. Selama tidak berlebihan, hal itu tentu masih sangat wajar.

Dikatakan wajar ketika mahasiswa mempunyai rasa was-was karena takut ketika tidak mendapat pekerjaan, ketatnya persaingan di era sekarang, tingginya angka pengangguran dan mungkin banyak hal lain yang ditakutkan.

Ketakutan atau kecemasan ketika ingin lanjut studi, ketakutan mencari lowongan pekerjaan, merasa tidak punya keahlian di bidang tertentu dan sebagainya.

Hal itu bisa dianggap wajar selama masih bisa berpikir logis dan mau berusaha. Karen dengan adanya rasa tersebut, justru dapat memicu lebih semangat dan lebih memikirkan strategi-strategi ketika akan lulus.

Bahkan sudah mempersiapkan apa saja yang menjadi bekal ketika lulus kuliah nanti.

Bagaimana Mengatasinya?

Menjelang masa perkuliahan selesai, tidak bisa dipungkiri perasaan kita sebagai mahasiswa jadi campur aduk gak karuan. Karena ada banyak persiapan sebelum lulus kuliah yang harus dilakukan.

Bukan cuma skripsi yang harus segera kita selesaikan, namun juga bagaimana mempersiapkan nasib kita setelah lulus kuliah nanti.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari rasa insecure pada diri kita:

1. Bangun mindset atau pola pikir anti menganggur

Masa semester akhir seringkali dihabiskan untuk fokus dalam menyelesaikan skripsi. Jadwal perkuliahan sudah tidak sepadat waktu semester awal. Meski begitu, bukan berarti ini bisa dijadikan alasan untuk bersantai.

Justru saat-saat seperti ini adalah momen krusial untuk menentukan masa depan setelah lulus. Dari pada menggunakan waktu untuk bersantai, lebih baik mengisi waktu di sela-sela skripsi menjadi waktu produktif dengan melakukan berbagai persiapan sebelum lulus kuliah.

Atur mindset produktif dari sekarang agar tidak lupa dengan tujuan di masa depan. Kita bisa manfaatkan dengan membaca buku kisah orang-orang sukses, gabung ke komunitas hobi atau menjalin relasi sama teman-teman lama yang sudah lulus buat menambah referensi.

Lakukan apapun yang kita bisa agar mempunyai kesibukan produktif di luar tugas akhir.

2. Rancang masa depan terdekat

Jika dari awal kita sudah tahu apa yang kita mau setelah lulus kuliah, maka akan lebih mudah. Namun sayangnya tidak semua bisa seperti itu.

Ada banyak mahasiswa yang menjelang kelulusannya masih belum tahu mau bekerja di bidang apa, buka usaha apa atau lanjut sekolah di mana.

Di sini adalah pentingnya untuk merancang masa depan terdekat untuk menghindari kebingungan. Dampaknya bisa berujung pada keputusan yang asal kerja, atau asal kuliah. Caranya, perlu menelusuri bakat dan minat selama ini, memikirkan langkah ketika ijazah sudah ditangan.

Jika perlu, buat daftar pro kontra dari masing-masing pilihan yang sudah kita tentukan sebelumnya. Ini adalah langkah awal menentukan mau dibawa ke mana masa depan.

3. Cari referensi industri yang menarik minat kita

Keputusan memilih untuk bekerja misalnya, tetap perlu melakukan riset mendalam tentang industri yang mau kita masuki. Jika kita ingin bekerja sebagai penulis, sudah sejauh mana kita mencari tahu seluk beluk soal media dan jurnalistik?

Mengetahui tentang kompetensi yang dibutuhkan, tingkat persaingan kerja, kisaran gaji yang didapatkan, sampai dengan masa depan dari industri itu sendiri seperti apa dan bagaimana.

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman mengakibatkan sebuah industri redup disebabkan tergilas oleh teknologi dan semacamnya.

Begitu pun kalau kita akan membuka usaha atau bisni secara mandiri. Bagaimana peluang keuntungannya? Potensi target pasarnya masih luas atau tidak? Dan banyak lagi.

Catatan pentingnya adalah jangan sampai semua ini kita lewatkan dan kita terjun langsung tanpa punya bekal apa-apa.

4. Buat CV dan Resume yang up to date dan akurat

Kita secara umum masih berpikiran bahwa hal itu sekedar berfungsi untuk melamar pekerjaan, kini saatnya mengubah pemikiran seperti itu.

Padahal, itu juga berfungsi sebagai dokumen riwayat kehidupan. CV dan resume juga bisa berguna sebagai alat bantu mencari sudut pandang soal kemampuan yang kita miliki.

Dengan mencantumkan perjalanan pendidikan yang sudah kita tempuh, kualifikasi yang kita punya, pengalaman kerja yang pernah kita lakukan dan sebagainya, disadari atau tidak, rangkuman itu semua akan membantu kita melihat kompetensi yang kita miliki.

Hal itu juga sekaligus melihat seberapa cocok itu dengan bidang pekerjaan atau bisnis yang ingin kita jalankan.

5. Susun rencana cadangan karena hidup selalu penuh dengan kejutan

Meski kita telah melakukan berbagai persiapan sebelum lulus kuliah dengan matang, bukan berarti masa depan akan berjalan mulus begitu saja.

Akan selalu ada cobaan yang jika kita tidak bisa mengelola akan dapat mematahkan semangat dan berpikir untuk mundur sebelum berperang.

Untuk mengatasi kemungkinan ini, tidak ada salahnya jika menyiapkan opsi-opsi cadangan jika rencana utama kita setelah lulus nanti ternyata tidak memungkinkan untuk melanjutkan rencana yang sudah disusun.

Selain itu, kita juga hendaknya berpikiran terbuka dengan berbagai peluang yang ada. Sebab kita tidak pernah tau pintu kesuksesan akan datang dari mana.

Jangan terlalu kaku dengan rencana masa depan yang sudah kita buat, karena bisa saja potensi kita menjadi jauh berkembang dengan melakukan hal-hal di luar rencana yang sudah kita tentukan.

Insecure adalah hal yang umum terjadi pada mahasiswa tingkat akhir. Namun jika berlebihan, hal itu akan menjadi sebuah masalah yang dapat merugikan diri sendiri.

Tips-tips yang sudah disebutkan merupakan jalan keluar bagi mahasiswa yang merasa insecure dengan kehidupan nanti setelah kuliah.

Proses menuju kelulusan akan menguras pikiran dan tenaga, tetapi jangan sampai lengah terhadap persiapan-persiapan setelah lulus kuliah nanti.

Perasaan insecure harus dipupuk menjadi penyemangat jiwa kompetitif, untuk membangkitkan rasa semangat dalam menghadapi dunia kerja, lanjut studi maupun dunia bisnis yang sudah direncanakan.

Semua hal-hal negatif yang disebabkan oleh insecure dapat diganti dengan kesibukan menjadi pribadi yang percaya diri dan rasa ingin tau yang tinggi. Selain itu, pilihlah lingkungan pertemanan yang baik dan senantiasa mendorong untuk tetap optimis dalam melihat berbagai peluang.

Rasa insecure bukanlah sesuatu yang menakutkan. Selama kita bisa mengendalikan perasaan itu dengan berbagai usaha dan pikiran yang bijak dalam menanggapi masalah-masalah yang ada setelah lulus kuliah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *