Infancy Dynamic Change, Istilah Wajib 2 Tahun Pertama Si Kecil

RUANGNEGERI.comInfancy dynamic change atau perubahan dinamis pada bayi, merupakan istilah yang penting untuk diketahui oleh setiap orang tua ketika anak mereka sudah memasuki usia 2 tahun. Istilah ini mengacu pada perubahan masa bayi.

Perubahan ini bisa dilihat mulai dari cara mereka bertindak terhadap diri sendiri hingga cara berperilaku terhadap orang lain. Para orang tua harus mengamati setiap perubahan yang ada pada bayi kecil mereka. Hal itu bertujuan agar bisa melakukan antisipasi terhadap apa yang mungkin mengganggu perkembangannya.

Mary Eming Young & Linda M. Richardson (2007) dalam bukunya Early Child Development From Measurement to Action, mengatakan bahwa kualitas perkembangan anak usia dini pada masa bayi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan selanjutnya. Khususnya adalah terkait dengan kesehatan, pembelajaran dan perilakunya.

Semua hal tersebut akan menyumbang sebagian besar hal yang ada dalam hidup anak di kemudian hari. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus mampu memberikan yang terbaik pada setiap hal yang terjadi pada perkembangan anak.

BACA JUGA: Pengasuh Non-Parental, Apa Plus Minusnya?

Memahami Infancy Dynamic Change (IDC)

IDC merupakan sebutan untuk perubahan dinamis yang terjadi pada masa bayi. Usia 2 tahun pertama yang dialami oleh si kecil terdiri dari berbagai macam perubahan yang selalu bergerak. Tidak ada perubahan yang bersifat tetap pada usia ini.

March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting, menjelaskan bahwa IDC adalah perubahan dinamis pada bayi yang melibatkan pertumbuhan yang paralel dan cepat dalam biologi, lingkungan psikologis, dan sosial.

Pertumbuhan bayi menggambarkan perspektif sistem yang ada pada perkembangan dan seluruh perubahan saat bayi hingga menjadi dewasa.

Perubahan dinamis ini terjadi dalam semua aspek kehidupan si kecil. Seperti saat mereka menangis dengan kuat, diam di tempat, merayap, berjalan, berlari dan lainnya menjadi perubahan yang harus bisa diimbangi dengan ketangkasan orang tua.

Meski tidak semua bayi mengalami perubahan yang sama dalam waktu yang sama, namun para orang tua harus tetap mengantisipasinya.

Orang tua yang tidak memahami perubahan yang cepat ini bukan saja tidak bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Beragam Perubahan di Masa Infancy Si Kecil

Perubahan yang terjadi pada saat bayi masih berada dalam usia 2 tahun pertamanya sangat terlihat jelas. Perubahan ini tidaklah sama antara anak satu dengan anak lainnya. Meski berada pada usia yang sama, perubahan yang terjadi belum tentu sama.

Martin Maldonado-Duran, M.D (2002) dalam bukunya Infant and Toddler Mental Health Models of Clinical Intervention With Infants and Their Families, menerangkan bahwa sebuah studi yang dilakukan menghasilkan beberapa kesimpulan seperti berikut ini:

  • Inisiatif bayi berkembang selama tahun pertama kehidupannya di dunia baik dalam jumlah maupun dalam kompleksitas.
  • Pertumbuhan pada masa bayi berhubungan erat dengan respons pengasuhan yang memiliki inisiatif baik untuk bayi.
  • Dalam kasus respons restriktif terjadi peningkatan signifikan secara simultan. Yakni respon permusuhan yang dilakukan oleh bayi, serta konflik yang terjadi pada interaksi antara pengasuh dan

Perubahan pada masa bayi 2 tahun pertama juga dapat dilihat pada keterampilan motoriknya. Selain keterampilan motorik, perubahan ini juga dapat dilihat dari perhatian visual, referensi sosial dan emosinya.

Si kecil juga akan menarik dirinya ke posisi berdiri dan berjalan dengan stimulasi yang diberikan oleh orang yang lebih tua. Inilah mengapa peran orang tua pada masa bayi sangatlah penting.

Setiap bayi akan memulai segala sesuatu untuk pertama kali dalam hidupnya dengan bimbingan orang tua. Tanpa adanya bimbingan yang tepat, bayi bisa salah menafsirkan sehingga membentuk pola pikir yang keliru terhadap sesuatu.

Orang tau harus menyadari berbagai macam perubahan yang terlihat pada bayi mulai dari raut muka hingga tindakannya. Jangan sampai perubahan bayi justru membuat bingung para orang tua karena tidak memahami dinamika perubahan anak.

BACA JUGA: Parents Perlu Tahu! Ini Skill Parenting Balita 2 Tahun Pertama

Antisipasi Perubahan Dinamis Pada Bayi

Segala sesuatu yang berkembang akan terus berubah, termasuk bayi. Meski dalam usia yang sangat muda, para bayi selalu mengalami perubahan yang menandakan mereka sedang tumbuh dan berkembang menuju dewasa.

Tanpa adanya perubahan ini si kecil justru akan dianggap tidak normal dan memilih masalah pada pertumbuhan. Untuk mengantisipasi perubahan ini, ada beberapa hal yang bisa dipelajari oleh para orang tua.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Stephanie Petrie & Sue Owen (2005) dalam bukunya Authentic Relationships in Group Care for Infants and Toddlers mengenai masa bayi.

Dijelaskannya bahwa setiap bayi harus dibiarkan melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri dari awal. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi perubahan yang ada dalam dirinya.

Beberapa contoh yang dapat dilakukan antara lain:

  • Seorang ibu meletakkan putingnya di pipi bayi dan bayi akan refleks menggerakkan kepalanya ke arah payudara untuk minum susu.
  • Ayah mengulurkan tangan pada bayi dan bayi meraihnya untuk digendong.
  • Bayi yang tidak bisa meraih boneka karena terlalu tinggi, dia akan menggerakkan tubuhnya lebih dekat agar bisa mencapainya.
  • Seorang anak yang baru memasuki 2 tahun pertama mempunyai bola yang tersangkut di bawah rak. Kemudian dia berusaha mendapatkan bolanya dengan menendangnya agar keluar.

Setiap orang tua sudah seharusnya dapat melakukan antisipasi terhadap perubahan apapun yang terjadi pada bayi meski baru memasuki usia 2 tahun.

Dengan memahami perubahan dinamis anak dengan baik, maka tidak perlu terkejut jika si kecil tiba-tiba berubah dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *