Optimistis di Awal, Indonesia Tiba-tiba Mundur dari Piala Thomas Uber 2020

RUANGNEGERI.com – Setelah 18 tahun lamanya, Piala Thomas tidak direngkuh Indonesia. Pada gelaran Thomas Uber 2020 ini, tim Merah Putih sebenarnya memiliki kans besar untuk membawanya kembali ke tanah Air.

Padahal sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabinpres) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti menegaskan bahwa Indonesia harus optimistis untuk tahun ini.

“Ini kesempatan baik buat kami. Kami harus lebih mempersiapkan diri lagi, kami berharap sekali bisa mengembalikan Piala Thomas ke Indonesia,” ujar peraih emas Barcelona 1992 itu sebagaimana dilansir dari laman Badmintonindonesia.org (16/02/2020).

Senada dengan Susi, Sekjen PBSI, Achmad Budiarto bahkan mengatakan bahwa kejuaraan kali ini merupakan prioritas utama lantaran piala “sudah cukup lama tidak kembali ke Indonesia.”

Piala Thomas Uber merupakan salah satu ajang beregu dua tahunan yang dihelat setiap tahun genap. Turnamen akbar ini mempertarungkan kedigdayaan tim bulu tangkis putra dan putri masing-masing negara peserta.

Sebagai negara yang subur gelar Piala Thomas, Indonesia berada di garis terdepan dengan raihan 13 gelar. Tiongkok di urutan kedua dengan raihan 10 gelar. Kendati begitu, negeri Tirai Bambu ini terbilang juara teranyar, yaitu pada 2018.

Apa yang diutarakan Achmad Budiarto benar adanya. Pasalnya, sejak 1994-2002, Indonesia sukses menyabet Piala Thomas lima kali berturut-turut. Sewindu kemudian, Indonesia kembali tampil di final namun dihajar tim dari Tiongkok dengan skor 3-0.

Sementara, pada final 2016, Denmark tercatat sebagai negara pemenang non-Asia pertama yang berhasil memblokade Hendra Setiawan dkk. lewat laga ketat yang berakhir dengan skor 3-2.

Lain cerita dengan rekor Indonesia di Piala Uber. Skuad Merah Putih masih berada di urutan ketiga dengan raihan 3 gelar setelah Tiongkok (14 gelar) dan Jepang (6 gelar), itu pun pada 1975, 1994, dan 1996. Kendati sempat menjajaki final pada 2008, Liliyana Natsir dkk. babak belur di tangan Tiongkok 3-0.

Peta Kekuatan

Harapan Susi dan Budiarto bukan angan belaka. Tim putra memang tengah menjadi pusat kekuatan di dunia. Bagaimana tidak, di sektor tunggal Indonesia memiliki peraih emas dan perunggu Asian Games 2018 Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, rival terberat Kento Momota. Keduanya bertengger di peringkat 7 dan 6 dunia.

Apalagi di sektor ganda, Indonesia memiliki 3 pasang di 10 besar dunia. Dua di antaranya menguasai dua peringkat teratas. Sebut saja, peraih All England 2017-2018 sekaligus Juara Asian Games 2018 Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat 1 dunia).

Selain itu juga ada Juara Dunia tiga kali sekaligus juara bertahan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (peringkat 2 dunia). Belum lagi ditambah dengan peraih perak Asian Games 2018, Fajar Alfian/M Rian Ardianto yang bertengger di peringkat 6 dunia.

Dengan tiga kekuatan ganda tersebut, Indonesia berpeluang besar mengakhiri puasa gelar Piala Thomas di tahun ini. Bandingkan dengan raksasa bulu tangkis lainnya, Jepang.

Mereka hanya memiliki dua pasang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (peringkat 4) dan Juara All England 2020 Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (peringkat 5 dunia).

Meski ada sang juara dunia, Kento Momota di sektor tunggal putra Negeri Sakura, mereka masih rapuh di dua pemain tunggal yang lain. Yang patut diwaspadai tentu saja Endo/Watanabe.

Sejak 2019, duet ini mampu membungkam The Minions, julukan Kevin/Marcus enam kali berturut-turut. Kendati begitu, apapun bisa terjadi di lapangan.

Alasan Mundur

Seolah tak ingin kalah start untuk menyongsong kemenangan di Arrhus, Denmark, PBSI menggelar PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Ajang itu menjadi uji coba Piala Thomas Uber, masing-masing pada 1-3 dan 9-11 September.

Turnamen yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan itu menggandeng Mola TV sebagai sponsor utama. Hasilnya, tim racikan senior-junior itu menyuguhkan beragam kejutan.

Di antaranya, Fajar Alfian mampu mengayomi Yeremia Yacob Rambitan sehingga pemain junior asal Manado tersebut mampu mengeluarkan performa terbaiknya.

Begitu pula di tim putri, duet Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani mampu mengatasi perlawanan Cahaya Pratiwi/Apriyani Rahayu dengan mudah.

Usai Indonesia siap menyongsong Piala Thomas Uber di Denmark, yang sesuai rencana dimulai dari 3-11 Oktober, tiga negara peserta memutuskan mundur dari ajang beregu dua tahunan tersebut. Ketiganya yakni Australia, Taiwan (Chinese Taipei) dan Thailand. Kemudian disusul Korea Selatan dan Indonesia.

Masih melansir dari Badmintoindonesia.org (11/09/2020), Indonesia memiliki tiga alasan kuat untuk menarik diri dari turnamen akbar itu.

Pertama, kekhawatiran para atlet terhadap kemungkinan terpapar Covid-19. Kedua, tidak adanya jaminan dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) jika pada saat pertandingan ada anggota tim yang terjangkit.

Ketiga, yakni mengacu pada dua alasan di atas, maka jajaran pimpinan PBSI yaitu Ketua Umum PP PBSI Wiranto, Wakil Ketua Umum I dan Ketua Harian PBSI Alex Tirta, Sekjen PBSI Achmad Budiharto, serta Kabinpres PBSI Susi Susanti memutuskan tim bulu tangkis Indonesia mundur dari Piala Thomas & Uber 2020.

Rupanya, mundurnya Thailand, Korea Selatan dan Indonesia sebagai tiga raksasa dunia tepok bulu itu membuat BWF menunda gelaran Piala Thomas Uber 2020. BWF bersama seluruh panitia penyelenggara hajatan Piala Thomas & Uber 2020 kemudian secara resmi menunda ajang tersebut di tahun 2021 mendatang.

Langkah ini diambil BWF setelah sejumlah negara, salah satunya Indonesia, menyatakan mundur dari kejuaraan yang rencananya berlangsung di Aarhus, Denmark pada tanggal 3-11 Oktober 2020. Terdengar rumor pula bahwa alasan penundaan juga terkait dengan banyaknya negara peserta unggulan yang mundur.

Soal diuntungkan atau tidaknya tim Indonesia dari keputusan ini, kesehatan para atlet tentu lebih utama ketimbang bertanding dengan penuh keraguan. Setidaknya, Indonesia sebagai negara unggulan begitu diperhitungkan keikutsertaannya oleh BWF.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *