India Mulai Membangun Kapal Perang Bertenaga Nuklir

RUANGNEGERI.com – India yang selama ini banyak dikenal dengan industri perfilmannya, ternyata perkembangan teknologi militernya juga melesat.

Melansir dari Navalnews.com (27/09/2020), negara yang merdeka dari Inggris tanggal 15 Agustus 1947 tersebut baru-baru ini meresmikan Project 11356, tepatnya pada 21 September lalu. Yakni sebuah proyek pembuatan kapal terbesar.

Pengerjaannya dilakukan oleh perusahaan industri perkapalan Goa Shipyard Limited (GSL). Dengan dimulainya proyek ini, maka “kemampuan India untuk membangun perangkat pertahanan akan diperkuat secara drastis.” Demikian disampaikan Ashok Kumar, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut India.

Project 11356 adalah hasil kerja sama militer dengan Rusia. Dalam kesepakatan disebutkan kontrak atas empat kapal. Dua kapal akan dibangun oleh GSL. Dua kapal lagi oleh Yantar Shipyard (anak perusahaan United Shipbuilding Corporation) yang juga dimiliki oleh Rusia.

Proyek kapal perang ini dirancang untuk menyerang musuh di permukaan dan bawah air. Juga bisa digunakan untuk menembak musuh di udara.

Kapal ini dilengkapi meriam Angkatan Laut India A-190 10 mm, torpedo dan rudal serang. Termasuk senjata misil Kalibr dan Shtil. Panjang kapal direncanakan 124,8 m, serta dapat melaju hingga 30 knot. Jangkauan jelajahnya mencapai 4.850 km.

Selain itu juga dapat beroperasi berkelompok maupun sendirian, serta mampu menyimpan helikopter Kamov KA-27 milik AL. Keunggulan lainnya adalah penambahan fitur siluman.

Sistem perlindungan atas senjata canggih dari lawan diperkuat. Sementara tanda akustik kapal dikurangi. Komposisinya terdapat empat mesin turbin gas. Namun saat berlayar hanya satu mesin turbin saja dengan tujuan efektivitas.

Kapal canggih ini akan memakai subsistem buatan lokal. Di antaranya meriam 76 mm milik AL, senjata anti pesawat, peluncur torpedo, peluncur roket dan rudal jelajah BRAHMOS. Sistem informasi dan peperangan elektroniknya juga buatan India sendiri.

Selain membuat kapal perang baru, India juga memproduksi sistem AUV HUGIN. AUV sendiri adalah singkatan dari Autonomous Underwater Vehicle.

Yaitu sebuah kendaraan bawah air yang dapat bergerak tanpa kendali manusia. Mampu bermanuver sesuai dengan perintah yang diberikan dari jarak jauh.

Militer India membeli AUV dari Kongsberg sekaligus dengan sistem komunikasi akurasi tinggi HiPAP 502. Kongsberg Maritime sendiri adalah perusahaan perkapalan dari Norwegia. Berdiri sejak 1814 dan merupakan salah satu perusahaan perkapalan besar dunia yang terbutki sukses di perairan laut dalam sejak 1993.

Nantinya, sistem komunikasi tersebut digunakan untuk mendukung operasional AUV. Sistem ini juga akan dipasang pada empat kapal fregat yang sedang dibangun.

Kehadirannya diharapkan bisa “meningkatkan kemampuan Angkatan Laut India untuk survei hidrografi pesisir dan laut dalam,” terang Ketua GRSE dan Direktur Pelaksana Laksamana Muda (Purn) Vipin Saxena.

Militer India membeli AUV HUGIN beserta paket lengkap dengan kontainer, sistem peluncuran dan perbaikan, pelatihan serta unsur pendukungan lainnya.

Unit dan sistem yang dijual pada India dikembangkan dengan sistem kemitraan bersama pusat riset pertahanan Norwegia.

Pihak Kongsberg Maritime menyebutkan rasa bangga sekaligus sebagai bentuk kehormatan tersendiri “telah berhasil mendemonstrasikan kemampuan sistem tersebut kepada Angkatan Laut India.”

BACA JUGA: Tiongkok Siapkan Pesawat Tempur Baru Menghadapi Perang Masa Depan

Militer India, Salah Satu yang Terkuat di Dunia

Sejak awal, India memiliki pengembangan militer yang visioner. Sejak tahun 2012, New Delhi telah mempersiapkan diri dengan modernisasi alutsista dan pengembangan teknologi militer.

India juga mempersiapkan diri dengan membangun sendiri kendaraan perangnya. Semuanya adalah bertujuan agar bisa menjadi kekuatan militer dominan di dunia.

Saat ini, India berada di posisi empat untuk negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia. Berada di bawah Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok.

Melansir dari Laporan SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) di tahun 2020, India bahkan tercatat sebagai negara importir alutsista terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi selama periode 2015-2019. Impor India tercatat sebesar 9,2% dari seluruh pembelian senjata di dunia.

Selain itu, India juga merupakan salah satu dari sembilan negara yang memiliki senjata nuklir. Walau belum ada laporan resmi tentang peningkatan kapasitas nuklirnya.

Masih menurut laporan SIPRI, India memiliki 150 hulu ledak nuklir pada tahun 2019. Jumlah ini hampir setengah dari hulu ledak nuklir milik Tiongkok yang memiliki 320 hulu ledak.

Di tahun 2020 ini, India memiliki 3.544.000 personel tentara dengan 2.123 unit tank, 4.292 unit kendaraan lapis baja dan 8.686 unit artileri. India juga memiliki satu unit kapal induk, 285 unit kapal perang berbagai jenis serta 4.295 unit proyektor roket.

Angkatan Udaranya juga tercatat nomor empat yang terkuat di dunia dengan total 2.123 kendaraan tempur yang terdiri dari 725 unit helikopter.

538 unit jet penyerang dan sisanya berupa jet latihan, helikopter serang, pesawat pengangkut dan jenis kendaraan perang lain.

Anggaran belanja militernya mencapai AS $ 61 miliar atau sekitar Rp 907 triliun. Sebagai perbandingan, anggaran belanja militer Indonesia berada di nomor 16 dengan angka 7,6 miliar Dollar atau sekitar Rp 113 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *